
PPFC 333 - Jugo Kagura Dan Eimi Mizuha
Ketika mendengar apa yang dikatakan Shogun Raido barusan, semua orang yang hadir di ruang pertemuan menatap ke arah pintu. Mereka semua melihat Lima Tetua Kai yang berjalan paling depan.
Lima Tetua Kai adalah lima sesepuh samurai yang menginginkan perubahan dan sepemikiran dengan Shogun Raido setelah kelimanya dikalahkan sosok Raido.
Diantara kalangan para samurai, Lima Tetua Kai sangat dihormati namun bagi para samurai yang dijadikan budak karena setia pada Daimyo Negeri Api dan Negeri Air menganggap kelima sesepuh ini sebagai pecundang tua dan pengkhianat.
‘Seperti biasa aura yang terpancar dari tubuh mereka berlima terlihat sangat kuat...’ Rindaman yang dijuluki Iblis Kembar Air berkata dalam hatinya saat melihat kedatangan Lima Tetua Kai.
Sementara saudaranya yang bernama Gindaman menatap tiga orang yang berjalan dibelakang Lima Tetua Kai. Aura yang terpancar dari ketiga orang tersebut tidak kalah jauh dari Lima Tetua Kai bahkan bisa dibilang ketiganya memiliki ilmu yang lebih tinggi karena menjadi Tiga Penjaga Shogun.
‘Shogun pasti sangat ketakutan karena kemunculan Onigari. Kami berdua akan membuktikan jika Rei Bersaudara mampu membunuh Onigari keparat yang telah membuat Shogun ketakutan!’ Gindaman tersenyum menyeringai untuk sesaat sebelum memejamkan matanya.
Rindaman dan Gindaman di kenal sebagai Rei Bersaudara. Basis pembunuhan mereka ada di Negeri Air karena Negeri Air terdapat orang-orang yang mencoba berkhianat.
Melihat Rei Bersaudara seperti merencanakan sesuatu, dua orang dari Organisasi Sakura Darah menatap mereka. Dua pemimpin yang tersisa dan mendapatkan pukulan paling telak karena setengah anggota mereka berkurang itu ingin mendapatkan perhatian Shogun Raido.
‘Rei Bersaudara pasti merencanakan hal gila. Aku harus bekerjasama dengan Sesepuh Kurose. Aku dengar dia sangat menyukai wanita. Aku mengenal Ichiba dan beberapa wanita cantik di Rumah Hiburan Temari. Aku harus mengambil alih Kota Hinogawa dan mendapatkan bantuannya.’ Yoshimitsu berusaha bersikap tenang ditengah situasi pelik Organisasi Sakura Darah.
Disisi lain Hadetaka terlihat kesal, ‘Akhirnya dua pemabuk wanita itu mati! Sial, kenapa Onigari mengincar Organisasi Sakura Darah? Apa semua ini ada hubungannya dengan yang terjadi di Pelabuhan Hizen dan Kekaisaran Ma? Bawahan ku saling berkhianat dan tidak menutup kemungkinan Yoshimitsu melakukan hal yang sama. Aku harus berhati-hati dalam bertindak sebelum mengambil keputusan.’
Semua orang yang hadir menatap kearah Lima Tetua Kai dan Tiga Penjaga Shogun. Delapan orang ini serentak tunduk dan memberi hormat kepada Shogun Raido sebelum duduk bersama yang lainnya.
“Hormat kepada Shogun!”
Kedatangan delapan orang penting kepercayaan Shogun Raido membuat suasana ruang pertemuan menjadi hening. Keheningan itu dipecahkan suara perempuan dan laki-laki yang terlihat mesra.
“Jugo, akhirnya kita dipanggil Raido setelah sekian lama,” ucap pemilik suara perempuan.
“Benar-benar menyebalkan. Padahal aku menikmati kegiatan indah bersamamu Eimi.” Pemilik suara laki-laki menjawab.
Tak lama dari belakang terdengar suara laki-laki yang lain dan hembusan angin yang besar.
“Jaga bicara kalian! Mereka semua menatap kalian berdua! Lihat, kalian sama sekali tidak ada sopan santun di hadapan Shogun!” Pemilik suara laki-laki yang lain ini menegur.
Rindou dan Hakkai yang merupakan dua anggota Tiga Perintah Samurai yang tersisa terkejut karena ketiga orang itu benar-benar seperti yang dikatakan Shogun Raido.
‘Tidak mungkin! Tetapi mereka benar-benar nyata! Bukankah Shogun dan Tuan Sun Yelong telah membunuh semua hal yang berkaitan dengan keluarga Kagura dan keluarga Mizuha?!’ Rindou tercengang karena melihat dua samurai yang dimaksud Shogun Raido.
Sang pria di kenal sebagai Samurai Rubah Api, Jugo Kagura. Sosok Jugo Kagura merupakan adik angkat Daimyo Negeri Api yang telah bunuh Shogun Raido dan Sun Yelong.
“Tenang saja, Hayabusa. Aku dan Raido sudah lama saling mengenal.” Samurai berparas tampan dan umurnya sekitar empat puluhan tahun itu justru tertawa lepas saat ditegur Shinobi bernama Hayabusa.
Kedatangan Hayabusa juga membuat semua orang terkejut. Bisa dibilang Hayabusa memiliki koneksi dengan beberapa orang di Negeri Es dan Negeri Air. Namun ada rumor yang mengatakan Hayabusa menjadi dalang pembantaian malam berdarah di Negeri Api.
Shinobi yang terkenal dengan cara pembunuhannya yang bengis ini membuat semua orang yang belum mengetahui tiga orang yang bekerja dibawah perintah Shogun Raido ketakutan.
“Kalau begitu tidak masalah Jugo. Tetapi tetap saja aku membenci pria sepertimu. Dasar hidung belang keparat!” Hayabusa memeluk kepala Jugo namun Jugo tidak membalas dan hanya tertawa.
“Hahahaha! Semua orang mempunyai masa lalu yang membuat mereka menjadi seperti ini Hayabusa! Kau juga sama sepertiku bukan?!” Walau tidak membalas namun Jugo mengeluarkan aura pembunuh yang sangat kuat.
Hayabusa menyeringai, “Jadi kau ingin mati dengan cara apa? Mata dicongkel atau dipenggal?!”
Wanita yang memakai penutup mata dan merupakan Samurai lain yang disebut Shogun Raido melegenda itu langsung menjitak kepala Jugo dan Hayabusa.
“Berhenti! Lebih baik kita selesai pertemuan ini dengan cepat! Aku masih ada urusan!” Wanita lalu memberi hormat kepada Shogun Raido dan duduk menjauh dari yang lainnya.
Sementara itu Jugo memberi hormat kepada Shogun Raido dan menyusul wanita yang memakai penutup mata dan bernama Eimi Mizuha itu.
“Shogun, maafkan kelakuan dua orang itu. Aku akan memastikan mereka menyesal.” Hayabusa menundukkan kepalanya dan segera menegur Jugo dan Eimi yang duduk berdua.
“Seperti biasa kalian berdua tidak berubah.” Shogun Raido justru tertawa dan merasa bersyukur karena Jugo Kagura dan Eimi Mizuha tidak berubah.
Latar belakang Jugo ataupun Eimi jelas membuat semua orang yang ada di ruang pertemuan tercengang. Mereka semua sudah mendengar kehebatan mereka bahkan tidak pernah menyangka dimasa lalu kedua samurai dari Negeri Api dan Negeri Air itu berteman baik dengan Shogun Raido.
“Jugo, Eimi, Hayabusa, aku mengundang kalian bertiga kemari karena semua ini menyangkut tentang Onigari.” Raido menatap Jugo, Eimi dan Hayabusa yang sedang berbicara pelan dengan gestur tubuh berdebat.
Jugo langsung menatap kearah Raido dan mengerutkan keningnya, “Onigari? Siapa dia? Aku baru mendengar kabar terbaru tentang Tuan Sun yang telah mengalahkan Raja Neraka saat sedang mengarungi malam di Rumah Hiburan Temari.”
“Mulutmu itu!” Hayabusa langsung mengomentari ucapan Jugo.
“Kau dengarkan dulu Jugo. Rindou jelaskan pada semua orang yang hadir disini tentang siapa Onigari. Kemampuannya jelas tidak bisa diremehkan atau dipandang sebelah mata.” Raido berkata dengan tegas sebelum menatap semua orang tajam.
“Festival Naga Api dengan mengorbankan seribu nyawa wanita suci dan seribu nyawa anak-anak tak bersalah maka rencana yang dilakukan Sun Yelong akan mendekati babak akhir. Kita akan membantunya menjadi penguasa dunia ini. Raja diantara Raja dan Kekaisaran Kai menjadi pusatnya.” Shogun Raido melepaskan aura berwarna ungu dan hitam tanpa sadar setelah mengatakan itu.
“Aku masih mengingat sosok mending Penguasa Negeri Es, Fuyumi Akashi. Dia dapat mengeluarkan api merah dan hitam serta petir dan es sebagai unsur aura tubuhnya. Kematian orang itu memang sudah kupastikan bersama Sun Yelong, tetapi Onigari yang muncul di Kota Hinogawa membuatku teringat padanya. Di Ibukota Honjo ini dan di tanah ini menjadi alasan diriku membentuk Ibukota Kekaisaran Kai agar aku tidak pernah lupa akan orang yang berhasil memberikan luka dibadanku ini!” Shogun Raido menekan aura tubuhnya setelah menambahkan.
Saat itu juga pertemuan penting yang pertama kali dilakukan Shogun Raido terjadi. Bukan tanpa alasan Shogun Raido mengadakan pertemuan ini karena ingatan ketakutan masa lalunya akan Penguasa Negeri Es yang bernama Fuyumi Akashi.