
PPFC 45 - Tokoh Dunia Persilatan Kekaisaran Yin
Seiring berjalannya waktu, Lembah Naga mulai semakin ramai dengan kedatangan para pengunjung yang ingin menyaksikan langsung Turnamen Harimau Yin.
Para pendekar dari sekte kecil sampai yang terbesar di aliran putih dan netral berbondong-bondong mendatangi sebuah tempat digulirnya Turnamen Harimau Yin yang bernama Arena Naga.
“Yun‘gege, aku tidak mengincar juara karena aku yang paling menyadari kekuatanku ini. Aku hanya ingin mengetahui sejauh mana perkembanganku ini.”
“Lian‘er, jika kita berdua bertemu aku tidak akan mengalah.”
Semua orang yang sedang berada diluar Arena Naga terkejut melihat perwakilan Lembah Persik datang bersama sosok Tetua Lembah Persik yang bernama Wei Biao.
Selain perwakilan Lembah Persik ada beberapa pendekar muda yang terlihat mencolok yakni dari empat keluarga bangsawan yang dikawal langsung pendekar dari Istana Mawar Biru.
“Bukankah itu Tuan Putri Yin? Dia sangat cantik! ”
“Kulitnya terlihat seperti giok...”
Dengan banyaknya pendekar muda berbakat tentu saja menarik sejumlah penonton terlebih tahun ini istimewa dikarenakan sosok Tuan Putri Yin akan ikut langsung kedalam Turnamen Harimau Yin.
Sementara itu kelompok sponsor utama yang kekuatannya bahkan membuatLembah Persik dan Lembah Naga berpikir dua kali untuk menyinggungnya juga datang mengawal langsung empat peserta dari empat keluarga besar.
Kelompok penyedia sumber daya alam yang menjual berbagai jenis pil serta pusaka ini bernama Istana Mawar Biru. Direktur Istana Mawar Biru terkenal akan kecantikannya, selain itu dua pendekar yang ada disisi gadis yang menjabat sebagai Direktur Istana Mawar Biru memiliki kemampuan yang tinggi dan membuat para pendekar pria berpikiran dua kali untuk mendekati.
“Ye‘er, Istana Mawar Biru diterima dengan baik di Kekaisaran Yin, tetapi aku rasa kita sulit untuk memperluas jaringan kita hingga ke Kekaisaran Ma. Disana sangat berbeda dengan disini, baik dari dunia persilatan maupun bangsawan.” Seorang pria berumur tiga puluhan tahun mengelus dagunya sambil memperhatikan pengunjung Turnamen Harimau Yin.
“Kakak Shan, Benua Tujuh Bintang adalah tempat yang tidak terjamah bagi orang-orang dari luar benua ini. Jangan lupakan tujuan Istana Mawar Biru di benua ini adalah untuk mengumpulkan Tujuh Permata Bintang. Kita sudah mendapatkan informasi yang berharga tentang Kerajaan Munjong, Kekaisaran Kai dan negeri yang memiliki peradaban maju, Kerajaan Historia.”
Gadis berusia tujuh belas tahun yang memiliki paras bangsawan serta kecantikan luar biasa ini bernama Ling Ye. Selain menjabat sebagai Direktur Istana Mawar Biru, Ling Ye memiliki pengetahuan luas diusia muda dan kemampuan berbisnis yang luar biasa.
Kedatangan rombongan orang dari Istana Mawar Biru disambut beberapa tokoh dunia persilatan ketika memasuki Arena Naga.
Ling Shan menyuruh rekannya yang bernama Da Yan untuk mengantar empat peserta dari keluarga besar ke ruang tunggu peserta, sedangkan Ling Shan mendampingi Ling Ye keatas podium untuk bergabung dengan Long Jirou, Lin Zhou, Liu Chuxung dan Chi Sun.
Di podium hanya diisi para Tetua Lembah Naga dan Ling Ye. Pemandangan ini membuat para penonton terdiam, sedangkan ada beberapa bangku penonton yang terlihat mencolok karena diisi oleh para tokoh dunia persilatan yang memiliki nama besar.
Sebut saja Wei Biao dan Liang Shao dari Lembah Persik, Tian Hu dari Lembah Pedang, Qie Xuexuan dan Jin Huang Zhong dari Sekte Seribu Pedang.
“Saudara Tian, aku mendengar dari Ketua jika murid Saudara Feng akan ikut serta dalam turnamen ini? Aku penasaran dengan bocah yang dijodohkan dengan Lian‘er.” Orang yang pertama kali memulai obrolan adalah Liang Shao.
“Saudara Liang, dia adalah orang yang luar biasa.” Tian Hu menjawab sesuai pemikirannya dan itu membuat ekspresi wajah Wei Biao terlihat tidak suka.
“Kau... Sampai berkata seperti itu...” Liang Shao terkejut. Dia telah mengenal Tian Hu dalam waktu yang lama di dunia persilatan, tentu saja mendengar Tian Hu berkata demikian membuat Liang Shao semakin penasaran dengan sosok Fei Chen.
Kabar tentang perjodohan Yue Lian dan Fei Chen menjadi perbincangan hangat di Lembah Persik. Yue Lian bersikeras menolaknya karena tidak mengenal Fei Chen dan orang pertama yang menolak dengan tegas adalah Wei Biao karena menurutnya permata indah seperti Yue Lian hanya pantas untuk anak semata wayangnya yakni Wei Hongyun.
Mengetahui Fei Chen mengikuti Turnamen Harimau Yin tentu saja membuat Wei Biao ingin melihat sendiri bocah yang dijodohkan dengan Yue Lian. Bukan hanya Wei Biao saja yang penasaran, tetapi Wei Hongyun sendiri sudah tidak sabar untuk mempermalukan Fei Chen didepan Yue Lian.
Di tengah-tengah obrolan itu terlihat sosok Patriark Sekte Seribu Pedang sedang mendengarkan orang disampingnya berbicara.
“Ketua, mereka sudah sampai,” ucap pria yang tidak lain adalah Jin Huang Zhong, salah satu Tetua Sekte Seribu Pedang.
“Biar aku urus yang disini. Kau dan adik bodohku Xumao lakukan pergerakan seperti yang direncanakan.” Qie Xuexuan menatap tajam Jin Huang Zhong yang langsung menerima perintahnya dan pergi meninggalkan bangku penonton.
“Xumao, ini berlebihan hanya untuk membalaskan dendammu pada bocah, tetapi ini menarik karena itu aku tidak menerima perubahan rencana ini.” Qie Xuexuan tersenyum lebar sebelum akhirnya suara Long Jirou menggema dan membuat seisi Arena Naga terdiam.