Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 58 - Menggema


PPFC 58 - Menggema


Long Jirou mengajak Fei Chen bersama Tian Hu, Tian Zhou dan Jia Li ke kediamannya. Sebenarnya Tian Hu ingin langsung kembali ke Lembah Pedang, namun ajakan Long Jirou terlalu berat untuk dia tolak.


“Jangan sungkan, anggap saja ini rumah kalian.” Long Jirou menyambut hangat Fei Chen, Tian Hu, Tian Zhou dan Jia Li.


Paviliun Naga Api yang merupakan kediaman Long Jirou dalam mengurus segala urusan sekte ini terbilang megah. Terlebih tempatnya dipenuhi aura yang hangat seolah-olah menyelubungi tubuh orang yang berada di kawasan Paviliun Naga Api.


“Alasanku mengajak Chen‘er kemari karena aku mendengar dia menolak pertunangannya dengan cucu Saudara Dao.” Terlihat jelas Long Jirou memiliki niat tersembunyi.


“Ah, itu...” Sulit Tian Hu menjawab. Dia tidak ingin ikut campur masalah ini.


“Senior, pertunangan itu karena keputusan sepihak Kakek Dao. Aku menghargai keputusan Yue Lian, kurasa dia sepemikiran denganku. Jadi apa yang ingin Senior bicarakan denganku?”


Fei Chen menebak arah pembicaraannya dengan Ling Jirou saat kakek sepuh itu menyinggung soal pertunangannya dengan Yue Lian.


Long Jirou menyuruh Fei Chen dan yang lainnya untuk menikmati cemilan serta minuman herbal buatan para tabib Lembah Naga.


“Bagaimana pendapatmu tentang cucuku itu? ” Long Jirou menyinggung soal Long Xiaoya pada Fei Chen.


Jia Li memanas hatinya mendengar ucapan Long Jirou. Perasaan kesal menumpukmenumpukp karena kurang lebih dia mengerti arah pembicaraan yang akan dibicarakan Long Jirou.


“Cucu senior?” Fei Chen memejamkan matanya mengingat sosok Long Xiaoya.


“Junior sulit untuk menjawabnya.”


Long Jirou tertawa pelan. Dia mengetahui masih terlalu dini membicarakan tentang masa depan cucunya pada Fei Chen, tetapi Long Jirou sangat yakin cucu semata wayangnya akak baik-baik jika Fei Chen yang menjaganya kelak.


Akhirnya Long Jirou memberitahu apa yang ada didalam pikirannya. Tentu saja niat Long Jirou membuat Jia Li tersedak, sedangkan Fei Chen tersenyum kecut.


Long Xiaoya tidak sengaja mendengar obrolan itu, ‘Apa yang kakek bicarakan? Dia berniat menjodohkanku dengan si dingin itu?’


Kesan Long Xiaoya terhadap Fei Chen adalah tatapan dinginnya yang sangat menusuk dan membekukan hatinya.


“Seperti yang Senior ketahui, aku tidak tertarik dengan semua ini. Aku masih kecil.” Fei Chen akhirnya menjawab.


Long Jirou mengusap wajahnya dan berkata, “Maafkan aku, Chen‘er, hanya saja melihatmu, aku menjadi berharap jika suatu hari nanti kau akan memiliki hubungan khusus dengan Yaya.”


Setelah mengutarakan niatnya, akhirnya Long Jirou mengobrol biasa dengan Fei Chen dan Tian Hu. Tak jarang Long Jirou memuji bakat Fei Chen yang bisa dibilang jenius termuda yang berhasil menjuarai Turnamen Harimau Yin.


Setelah dirasa cukup akhirnya Tian Hu meminta izin untuk pergi. Keempatnya akan segera meninggalkan Lembah Naga dan kembali ke Lembah Pedang.


Kabar heboh Turnamen Harimau Yin menggema di Kekaisaran Yin. Sosok Fei Chen menjadi perbincangan hangat karena mengalahkan para generasi muda yang digadang-gadang jenius hebat aliran putih dan netral.


Kabar ini lebih dulu sampai ke Lembah Pedang terlebih dahulu walaupun Fei Chen masih dalam perjalanan kembali ke Lembah Pedang.


Nama Lembah Pedang dan Feng Lao harum karena Fei Chen berhasil mengukir namanya dalam sejarah Kekaisaran Yin dengan memenangkan Turnamen Harimau Yin.


Namun dibalik semua itu, sesuatu yang besar telah mengintai Fei Chen. Mendengar kehebohan ini tentu saja membuat Lentera Iblis Tinggal dan Sekte Iblis Buas melakukan pergerakan.


Berbeda dengan Lentera Iblis Tunggal yang mencari informasi tentang Fei Chen, Sekte Iblis Buas telah melakukan pergerakan dari jauh-jauh hari.


Berawal dari Qie Xumao yang pernah terlibat duel dengan Fei Chen serta aksi Fei Chen di Turnamen Harimau Yin, nama Fei Chen juga menjadi ancaman aliran putih seperti Sekte Seribu Pedang.


Setelah meninggalkan Lembah Naga, para tetua Sekte Seribu Pedang berkumpul di sebuah desa yang penduduknya berjumlah tiga ratus orang.


Tujuan Sekte Seribu Pedang hanya satu yakni membunuh Fei Chen. Dibalik tindakan Sekte Seribu Pedang, sosok Qie Xuexuan lah yang menjadi dalangnya karena mendapatkan perintah langsung dari salah satu Tiga Gelap Buas yang merupakan tiga orang kepercayaan Raja Iblis Buas.


Qie Xuexuan berhasil mendapatkan posisi Patriark Sekte Seribu Pedang serta mencapai Pendekar Bumi Tahap Menengah berkat bantuan pria bernama Hung Shinji yang merupakan anggota Tiga Iblis Buas.


Setelah mengetahui adik dan anaknya dikalahkan oleh Fei Chen, Qie Xuexuan yang melihat sendiri bagaimana kemampuan Fei Chen memiliki rencana untuk melenyapkan bocah tersebut.


Dahulu pernah melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri aura yang dilepaskan Raja Iblis Buas membuat Qie Xuexuan berpikir jika Fei Chen memiliki pusaka yang dapat menyegel salah satu Sembilan Kekacauan Surgawi ataupun bocah itu yang menjadi wadah dari salah satu Sembilan Kekacauan Surgawi.


Qie Xuexuan melaporkan hal ini pada Hung Shinji dan membuat pria itu melakukan pergerakan.