
PPFC 125 - Gejolak Mafei
Ledakan dari arah Istana Ma membuat penduduk yang tinggal di sekitarnya ketakutan. Mereka menjauh dari Istana Ma karena menebak terjadi pertempuran terlebih saat rumah hiburan yang dekat dengan Istana Ma dihancurkan oleh wanita berambut putih.
“Lari! Semuanya lari!”
“Jangan terlibat jika kalian masih menyanyangi nyawa kalian!”
Para penduduk lari terbirit-birit menjauh dari Istana Ma. Suasana semakin kacau saat wanita berambut putih yang tidak lain adalah Su Xiulan bertarung melawan ratusan anggota Aliran Pedang Iblis.
Pertempuran itu berlangsung sangat singkat dengan kemenangan Su Xiulan Tindakan Su Xiulan membuat wilayah disekitar Istana Ma menjadi sunyi karena seluruh penduduknya melarikan diri ke gerbang kota bahkan sudah ada beberapa sekumpulan orang yang memilih untuk meninggalkan Ibukota Mafei.
Ini baru awalnya karena saat Fu Cao dan Ma Ce melakukan serangan kembali, Fei Chen menyambutnya dengan penuh emosi yang meluap.
Pemuda itu bertarung dengan tenang namun hatinya terbakar amarah. Pertukaran serangan dari ketiganya membuat sekitarnya hancur. Fei Chen memeriksa keadaan disekelilingnya untuk memastikan.
Setelah memastikan tidak ada hawa keberadaan penduduk, barulah Fei Chen melepaskan segenap kekuatannya tanpa menahan diri.
‘Yang benar saja! Kombinasi kami berdua tidak berarti didepannya!’ Fu Cao dan Ma Ce memang merupakan pendekar terkuat di Kekaisaran Ma tetapi keduanya baru mencapai Pendekar Langit Tahap Awal.
Pencapaian yang luar biasa bagi seorang pendekar yang tinggal di Benua Tujuh Bintang. Fei Chen yang telah menempuh setengah perjalanan di Benua Sembilan Petir tentu tidak merasa terkejut sama sekali.
Dia datang dengan percaya diri. Kemampuannya telah berkembang pesat dan Fei Chen sangat yakin dia akan membalaskan dendam kematian keluarganya.
‘Jika terus seperti ini maka kami akan habis!’ Ma Ce mengumpat dalam hati sebelum melompat keatas dan melepaskan tenaga dalam yang sangat besar.
Gemuruh petir berwarna ungu memenuhi bilah pedangnya, tindakan Ma Ce ini membuat Fu Cao melakukan hal yang sama begitu juga dengan Guan Ji Ma yang sedari tadi diam.
Hanya Ma Zhangsun saja yang terlihat sedang menetralisir rasa sakit ditangan kirinya menggunakan tenaga dalam.
Pedang Ma Ce, Fu Cao dan Guan Ji Ma tiba-tiba diselimuti petir berwarna ungu yang semakin lama warnya berubah menjadi gelap.
Fei Chen juga telah melepaskan energi pedang dan Qi secara bersamaan sambil memperhatikan serangan dari tiga arah yang datang padanya.
“Aliran Kedua Pedang Iblis - Kegelapan Mewarnai Jagat Raya!”
Tiga serangan melesat kearahnya, Fei Chen tersenyum dingin sebelum menyambut ketiga tebasan tersebut hingga menciptakan ledakan besar yang menghancurkan wilayah disekitar Istana Ma.
“Jurus Keenam Pedang Raja Neraka...”
“Seribu Musim Panas!”
BOOOMMM!!!
Fei Chen melompat keatas dengan kecepatan tinggi tepat setelah menyambut ketiga tebasan dahsyat itu. Dia mengincar Ma Ce yang sangat waspada terhadap dirinya.
“Kau! Aku tidak pernah menyangka masih ada keturunan keluarga Fei disini!” Ma Ce mengumpat dan menyerang Fei Chen menggunakan seluruh kekuatannya yang tersisa.
“Jurus Kedua Pedang Raja Neraka...”
Fei Chen menghindari tebasan pedang Ma Ce lalu melompat lebih cepat dan berhasil memposisikan dirinya disamping Ma Ce.
“Penakluk Malam!”
Tanpa ragu Fei Chen mengayunkan pedangnya memotong tubuh Ma Ce dari samping menjadi dua bagian. Mata Ma Ce mendelik karena tidak percaya dengan kecepatan Fei Chen dalam bergerak.
Sebelum menyadari ataupun berbicara tubuhnya telah terpotong menjadi dua bagian. Selanjutnya Fei Chen memotong kepala Ma Ce dan melayangkan satu tebasan yang dipenuhi api hitam hingga membuat tubuh Ma Ce hancur lebur.
Fu Cao bergidik ketakutan melihat kematian Ma Ce. Dengan cepat pria itu menoleh kearah Guan Ji Ma dan Ma Zhangsun yang juga terlihat tidak percaya dengan apa yang dilakukan Fei Chen.
“Aku akan membalas perbuatanmu bocah!” Ma Zhangsun memegang lengan kirinya menggunakan tangan kanan.
Kemudian pria itu mengeluarkan sebuah pil dari pakaiannya lalu menelannya. Selama beberapa detik tidak ada hal yang terjadi pada Ma Zhangsun namun dua menit kemudian tubuh Ma Zhangsun tiba-tiba dipenuhi aura pembunuh yang sangat pekat terlebih seluruh badan Ma Zhangsun berubah menjadi warna merah.
Fu Cao dan Guan Ji Ma tercengang melihat kejadian ini. Mereka berdua mengetahui pil yang ditelan oleh Ma Zhangsun dari Situ Qi. Pil berwarna merah darah yang bernama Pil Darah Iblis itu adalah murni diambil dari darah Raja Iblis Mao Gang.
Konon Raja Iblis Mao Gang adalah makhluk abadi dan tidak bisa mati. Kelemahannya adalah kepala, namun sejauh ini tidak ada yang bisa memotong kepala Raja Iblis Mao Gang ataupun membunuhnya.
“Majulah kalian bertiga secara bersamaan! Selama aku masih berdiri maka aku tidak akan kalah!”
Orang yang pertama kali maju setelah Fei Chen berkata demikian adalah Fu Cao dan Guan Ji Ma. Keduanya kembali melepaskan sebuah tebasan yang dipenuhi tenaga dalam berjumlah besar secara bersamaan.
“Aliran Pertama Pedang Iblis - Jeritan Haus Darah!”
Kuda-kuda Fei Chen nampak terlihat santai namun kokok. Kemudian pemuda itu bergerak kedepan sambil mengayunkan pedangnya yang dipenuhi energi pedang.
“Jurus Ketiga Pedang Raja Neraka...”
Fei Chen mengincar Fu Cao dan dengan penuh tenaga dia mengayunkan pedangnya mengincar leher Fu Cao.
“Pemangsa Kehidupan!”
Seringai dingin terpancar diwajah Fei Chen saat berhasil memenggal kepala Fu Cao. Kejadian itu membuat Guan Ji Ma menjaga jarak.
“Kena kau! Bocah keparat!”
Saat Fei Chen mengibaskan pedangnya, Ma Zhangsun sudah berada dibelakangnya. Sebuah pukulan yang dipenuhi aura berwarna ungu dan petir itu menghantam badan Fei Chen dan membuat tubuh pemuda itu terhempas kebawah dengan kecepatan tinggi.
BOOOMMM!!!
Suara ledakan menggema bersamaan dengan tubuh Fei Chen yang menghantam tanah dengan kerasnya.