Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 366 - Sulong


PPFC 366 - Sulong


BOOOMMM!!!


Ledakan keras menggema saat Fei Chen dan San Zhu baru saja mengambil sikap waspada begitu juga dengan dua wanita yang berada didalam gua.


“Bibi, ada apa?!” Wanita yang terlihat lebih muda bertanya. Wanita itu bernama Masayu.


“Masayu, sepertinya Taisei telah datang bersama para Shinobi itu. Tetapi mereka semua akan mati ditangan Badai Salju.” Wanita bernama Shirayuki menjawab.


Fei Chen yang mendengar hal itu langsung menajamkan matanya dan menemukan Hayabusa bersama Taisei serta para Shinobi yang mati ditelan Badai Salju.


“Chen‘er, jangan lengah.” San Zhu memberi peringatan kepada Fei Chen yang tidak peduli dengan kehadiran dua orang dihadapannya.


“Kakak Zhu, itu bukan Badai Salju biasa melainkan Roh Naga Es.” Fei Chen berbicara cukup keras hingga terdengar oleh Shirayuki.


“Hei, siapa kalian berdua! Terutama kau! Mengapa bisa mengetahuinya?!” Shirayuki menunjuk Fei Chen dengan tatapan tajam.


Fei Chen memperhatikan Shirayuki dan Masayu. Dia ingin bertemu keduanya dan asal menebak jika dua orang wanita itu adalah mereka.


“Aku adalah Onigari. Kedatanganku kemari karena ingin bertemu dengan kalian berdua.” Fei menjawab.


“Daripada itu sepertinya Naga Es itu benar-benar mengamuk dan membuat kekacauan yang besar. Lihat bahkan hanya menyisakan dua orang saja.” Fei Chen melanjutkan.


Terlihat dibawah sana Hayabusa dan Taisei tidak berkutik di hadapan Naga Es. Dengan tebalnya kabut dan salju membuat Hayabusa dan Taisei kesulitan memberikan perlawanan apalagi melarikan diri.


Benar saja dalam hitungan menit keduanya mati ditangan Naga Es. Namun bukannya amukannya berhenti, Naga Es itu semakin mengamuk dan meraung menyerang ke sembarang arah.


Fei Chen melebar matanya melihat itu sebelum turut. San Zhu terkejut melihat Fei Chen sudah mendekati Naga Es begitu juga dengan Shirayuki dan Masayu.


“Chen‘er!” San Zhu berharap Fei Chen tidak melakukan tindakan bodoh.


‘Apa yang anak muda itu lakukan?’ Batin Shirayuki, sedangkan Masayu memperhatikan Fei Chen yang berdiri dihadapan Naga Es.


Nampak Fei Chen begitu tenang saat Naga Es tersebut hendak menyerang dirinya. Dengan tatapan dingin matanya Fei Chen membuat Naga Es tersebut tidak dapat bergerak. Apa yang terjadi selanjutnya adalah sesuatu yang tidak terduga.


Naga Es tersebut terlihat sangat jinak kepada Fei Chen. Sebelum San Zhu, Masayu dan Shirayuki mendekat, Fei Chen mengeluarkan Yulong dari bayangannya.


‘Siapakah dirimu manusia?!’ Naga Es bertanya melalui telepati.


Fei Chen tersenyum tipis dengan Yulong yang terbang diangkasa sebelum berada dibelakangnya.


“Kau bisa memanggilku Fei Chen, Roh Naga Es,” jawab Fei Chen.


“Jadi apa yang membuatmu tertahan disini?” Lanjut Fei Chen bertanya.


“Aku tertahan disini karena tidak ada orang yang mampu membuat kontrak darah denganku.” Jawaban Roh Naga Es membuat Fei Chen terkejut.


Shirayuki sendiri yang sudah menjaga Roh Naga Es selama turun-temurun juga terkejut. Sangat jarang bisa berbicara dengan Roh Naga Es bahkan tidak menutup kemungkinan Shirayuki tidak akan bisa melakukan apapun terhadap Roh Naga Es jika bukan karena kondisi tubuhnya.


“Aku mencium aura yang sama dari tubuhmu. Kau manusia dan bukan Naga. Tetapi-” Sebelum Roh Naga Es menyelesaikan perkataannya.


Fei Chen tersenyum saat mengeluarkan Aura Dewa Naga yang membuat Yulong tunduk bahkan Roh Naga Es sekalipun.


“Roh Naga Es, katakan padaku siapa namamu?” Fei Chen bertanya.


“Aku adalah Sulong. Naga Es yang mendiami wilayah Utara.” Roh Naga Es yang bernama Sulong menjawab.


“Sulong ya? Mulai hari ini aku akan membebaskanmu.” Fei Chen mengulurkan tangannya.


Bukan untuk melakukan kontrak darah melainkan membuat Sulong menjadi serpihan kekuatan untuk dirinya. Benar saja saat Sulong mengeluarkan sedikit aura tubuhnya seketika tubuhnya lenyap.


Fei Chen menyuruh Yulong kembali ke bayangannya dan memejamkan matanya saat merasakan aura yang begitu dingin merayapi tubuhnya.


‘Aku bisa mengubah wujudku menjadi Naga. Sulong, kau sudah menjadi bagian dari diriku.’ Fei Chen membatin sebelum menoleh kearah Shirayuki dan Masayu yang mengikuti San Zhu mengejar dirinya.


“Ada yang ingin ku bicarakan dengan kalian berdua? Ini mengenai Sun Yelong.”


Fei Chen menjelaskan kepada Shirayuki dan Masayu mengenai dirinya yang akan melakukan pertempuran besar melawan Sun Yelong.


Bukan hanya melibatkan anggota Istana Naga Neraka Terdalam saja melainkan seluruh negeri ini.