Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 166 - Menuju Wujin


PPFC 166 - Menuju Wujin


Sesuai apa yang dikatakannya. Fei Chen memfokuskan dirinya untuk mengurus pemerintahan Kekaisaran Ma. Setelah membahas masalah mengenai cara untuk menanggulangi bencana kelaparan dan kemiskinan, akhirnya Fei Chen mengambil kesimpulan bahwa penduduk Kekaisaran Ma memiliki mental yang lemah dan malas.


“Mungkin karena rasa takut dan tekanan yang mereka hadapi selama bertahun-tahun membuat semua orang di negeri ini menjadi pecundang.” Fei Chen berniat akan mengunjungi Daerah Wujin.


Ning Guang tersenyum bangga dan tidak menyangka Fei Chen akan seserius ini mengurus pemerintahan. Setelah mendengar ide Fei Chen tentu saja Ning Guang menjadi semakin kagum.


‘Aku mengira orang yang kuat dan memiliki kekuasaan akan bersikap arogan seperti orang itu. Ternyata orang sekuat dia dapat dijinakkan. Tetapi perasaan aneh dalam diriku ini tidak bisa hilang karena ucapannya semalam...’ Ning Guang merasa gelisah mengingat pembicaraannya yang serius dengan Fei Chen semalam.


Fei Chen mengatakan kepada Ning Guang jika dirinya akan membuat Kekaisaran Ma menjadi negeri yang makmur dan memastikan tidak akan ada orang yang kelaparan lagi.


Menurut Ning Guang ucapan Fei Chen sangat naif tetapi pemuda itu berhasil membelai hatinya yang selama ini mati. Memang Ning Guang telah menikah dengan Ma Zhangsun, namun wanita paruh baya masih suci dan perawan ini bergetar hatinya akibat pengakuan Fei Chen.


Selama menikah Ma Zhangsun tidak pernah menyentuhnya karena Ning Guang berbohong jika dirinya sudah menyerahkan keperawanannya kepada Ayah dari Ma Mingyan.


Sungguh kisah cinta yang rumit tetapi pada akhirnya Ning Guang berada di situasi lebih rumit karena awalnya berniat memanfaatkan Fei Chen, justru terjatuh kedalam pelukan Fei Chen.


Selepas kepergian Fei Chen ke Daerah Wujin, Ning Guang kembali mengurus pemerintahan bersama Xhin Li Wei dan para pejabat Kekaisaran yang kebanyakan dari mereka adalah rekrutan Ning Guang dan semuanya adalah perempuan.


Su Xiulan ikut membantu walaupun kebanyakan wanita itu hanya duduk mengobrol dan menikmati cemilan. Malah kebanyakan Su Xiulan bermain dengan Ma Mingyan dan yang lebih parahnya Su Xiulan mengajari Ma Mingyan hal-hal aneh untuk memikat Fei Chen dimasa depan.


Sementara itu Fei Chen yang sedang dalam perjalanan menuju Daerah Wujin bersama Liu Xianlin dan Jia Li terlihat menikmati perjalanan mereka.


Fei Chen secara terang-terangan menggendong tubuh Liu Xianlin karena wanita itu bersikeras untuk ikut bersamanya.


Fei Chen sendiri merasa akan lama berada di Daerah Wujin mengingat semuanya membutuhkan waktu. Fei Chen yang dirinya belum mendapatkan kepercayaan para penduduk Wujin membuatnya merasa pesimis.


Ning Guang sudah mengirimkan surat pada penguasa Daerah Wujin yang bernama Wu Hutong tentang kedatangan Fei Chen. Untuk mengantisipasi segala hal yang terjadi kepada Fei Chen.


Wanita itu mengalungkan kedua tangannya pada leher Fei Chen dan itu membuat tubuhnya bersentuhan langsung dengan Fei Chen.


“Dia sedang mengurus Lingdu. Berkat Yaoyao, sekarang Lingdu kembali menjadi pusat perdagangan Kekaisaran Ma. Tetapi semua itu membutuhkan waktu karena pengaruh dari Kekaisaran Kai mulai masuk kedalam negeri ini.”


Liu Xianlin mengatakan itu tanpa berani menatap wajah Fei Chen. Akhirnya obrolan itu berhenti sebelum akhirnya Jia Li mengobrol dengan Fei Chen mengenai teknik yang ingin Fei Chen ajarkan padanya.


Walaupun sebenarnya Fei Chen keberatan untuk mengajari Jia Li, tetapi Jia Li memaksa karena menurut Fei Chen kemampuan Jia Li yang sebenarnya berada di Pendekar Bumi Tahap Puncak.


Andai saja Jia Li mampu mengendalikan kemampuannya dan menguasai Ilmu Dewi Pedang dengan sempurna, maka sudah dipastikan Jia Li akan semakin kuat.


“Chenchen, aku merasa kau akan semakin jauh dariku. Kau sekarang benar-benar hebat. Menjadi Kaisar Ma, seorang Patriark dan Suami...” Jia Li sengaja mengatakan itu karena ingin Fei Chen mengungkapkan perasaan pada dirinya.


Sekarang Jia Li tidak ingin dirinya yang mengejar Fei Chen namun dia ingin sebaliknya. Jia Li sudah memberi kode pada Fei Chen bahwa dirinya telah menerima takdir pemuda itu dan tidak keberatan dengan apa yang akan menimpa pemuda tersebut.


Namun disisi lain Fei Chen terlihat membiarkan semuanya berjalan secara alami dan perlahan-lahan. Dan dimata Jia Li sosok Fei Chen sangatlah tidak peka.


“Lili, aku masih orang yang sama dengan nama yang sama. Kau tidak perlu khawatir...” Fei Chen tersenyum hangat kepada Jia Li dan mempercepat langkahnya menapaki udara.


Liu Xianlin mendekap tubuh Fei Chen semakin erat dan membuat pemuda itu tersenyum.


___


Jangan baca doang.


Support penulis dengan cara memberikan poin/koin sebagai bentuk dukungan penuh kalian kepada penulis. Kalaupun tidak memberikan memberikan poin/koin, kalian bisa support penulis dengan cara lain seperti memfollow akun penulis, memberikan like dan komentar serta membagikan karya ini kepada teman kalian. Apresiasi kalian sangat berarti untuk penulis agar semangat update disetiap chapternya.