
PPFC 50 - Sepihak
Terlihat Yin Jinxia sibuk menghadapi sejumlah Manusia Buas yang memiliki kemampuan Pendekar Agung Tahap Awal.
‘Mereka semua adalah penduduk Lembah Naga...’ Yin Jinxia melihat jubah yang po Manusia Buas.
Jumlah Manusia Buas yang menyerang Yin Jinxia berjumlah dua puluh. Dua puluh Pendekar Agung Tahap Awal melawan satu Pendekar Jiwa Tahap Awal.
Fei Chen yang melihat hal itu mengamati dengan seksama karena dibalik dua puluh Manusia Buas yang terlihat baru saja berubah itu terdapat satu dalang.
‘Chen, kau menyadarinya bukan?’ Kucing Manis yakin Fei Chen menyadari jika Lembah Naga telah disusupi.
“Ya, aku menyadarinya.” Fei Chen menajamkan penglihatannya guna melihat sosok dalang dibalik dua pulih Manusia Buas lebih jelas.
Sementara Fei Chen mencari keberadaan dalang dua puluh Manusia Buas, Yin Jinxia tampak terdesak dengan luka di sekujur tubuhnya.
‘Mereka tidak menjawab dan hanya mengeram...’ Yin Jinxia menaikan alisnya saat menyadari betapa bahayanya posisi dirinya ini.
‘Aku Yin Jinxia akan kalah disini? Ini tidak mungkin...’ Yin Jinxia melepaskan tenaga dalamnya lebih besar dari sebelumnya, namun pundaknya ditepuk Fei Chen.
“Cukup.” Fei Chen menatap dua puluh Manusia Buas yang terlihat begitu ingin menerkam tubuh Yin Jinxia.
“Sisanya serahkan padaku...” Fei Chen menarik pedangnya dan langsung menyambut pukulan sepuluh Manusia Buas secara bersamaan sebelum melepaskan Aura Raja Neraka dan memainkan pedangnya dengan lincah.
Mata Yin Jinxia melebar melihat permainan pedang Fei Chen dan kemampuannya yang melebihi dirinya. Yin Jinxia sangat yakin tingkat kemampuan Fei Chen dibawah dirinya namun sekarang di hadapannya semua kepercayaannya digoyahkan.
‘Fei... Chen... Kalau tidak salah itu adalah namanya...’
Tidak butuh waktu lama bagi Fei Chen membunuh dua puluh Manusia Buas menggunakan Pedang Gila.
‘Chen, dia menuju kearah yang berlawanan! Pastikan kau membunuhnya! ’ Pedang Raja Neraka bersuara merasakan mangsanya bergerak pergi.
Fei Chen mengerti mengapa darahnya terasa mendidih saat menggunakan Pedang Gila. Kurang lebih pedang pusaka miliknya ini memiliki rasa haus darah pada seorang pembunuh keji.
Tanpa berpikir dua kali Fei Chen langsung pergi meninggalkan Yin Jinxia yang hendak berterimakasih dan bertanya langsung padanya.
“Dia... Pergi...” Yin Jinxia menatap Fei Chen yang bergerak menuju keramaian.
Yin Jinxia melihat ada beberapa peserta Turnamen Harimau Yin yang sedang berjalan bersama. Dan yang paling mengejutkan Yin Jinxia adalah pria berumur dua puluhan tahun yang dikejar Fei Chen karena memiliki tubuh berwarna biru tua serta rambut berwarna putih.
Rombongan pendekar muda yang sedang saling memperkenalkan diri serta mengakrabkan diri itu terkejut akan kedatangan makhluk mengerikan.
“Makhluk itu...” Gadis manis yang berjalan di samping pemuda tampan terkejut, rasa terkejutnya menghilang karena melihat sosok orang yang paling dia kenal, “Chenchen?”
“Manusia Buas?” Pemuda berparas tampan yang menyadari kedatangan Manusia Buas langsung menarik pedangnya.
“Saudara Wei. Jangan bertindak sendirian! Menurut Patriark Long, Manusia Buas dengan ciri-ciri seperti ini memiliki kemampuan yang melebihi Pendekar Suci!” ucap pemuda lainnya yang bernama Lin She.
“Aku mengerti!” Pemuda berparas tampan yang tidak lain adalah Wei Hongyun langsung menerjang Manusia Buas yang dikejar Fei Chen.
Berniat memamerkan kemampuannya dihadapan Jia Li dan Yue Lian, justru Wei Hongyun berakhir memalukan karena dikalahkan secara telak dengan satu pukulan.
“Generasi muda aliran putih dan netral harus mati disini! Itulah perintah beliau... Itulah perintah beliau...” Manusia Buas tersebut hendak membunuh Wei Hongyun, namun Lin She menghadang begitu juga dengan Song Han.
“Lawanmu bukan mereka tetapi aku.” Sebuah aura pembunuh yang pekat terasa dikulit Manusia Buas dan membuatnya menoleh kebelakang.
“Kau... Bocah dari Lembah Pedang... Murid Feng Lao...” Manusia Buas tersebut menyeringai lebar dan tertawa sebelum menyerang Fei Chen.
“Kau mengenalku?” Fei Chen mengalirkan tenaga dalam pada bilah pedangnya.
“Mengoyak Langit!”
Manusia Buas itu terkejut karena aura pembunuh yang dilepaskan sangat tidak wajar layaknya Hewan Buas yang mengerikan.
Terlebih saat pedang Fei Chen melepaskan aura yang membuat tubuhnya bergidik, hanya dalam hitungan detik pedang Fei Chen berhadapan langsung dengan lehernya dan memotong lehernya.
‘Ini!’ Manusia Buas itu mati dalam sekejap sebelum memberikan perlawanan sengit pada Fei Chen.
“Sial, aku lupa menyiksanya dan menanyakan tujuannya!” Fei Chen mengumpat dan menatap tubuh Manusia Buas tersebut yang menghilang secara perlahan.
‘Bocah manusia, kau... ’ Pedang Gila merasakan sesuatu yang aneh dalam diri Fei Chen.
‘Ada apa?’ Fei Chen menaikan alisnya dan melihat Wei Hongyun, Lin She dan Song Han yang terkapar.
‘Tidak... Bukan apa-apa...’ Sekilas Pedang Gila bisa merasakan sisi gelap Fei Chen saat membunuh Manusia Buas.
Pedang Gila pun membatin, ‘Untuk menyembunyikan kesedihannya, dia membunuh sisi lemah yang merupakan bagian dari dalam dirinya. Jika suatu saat, dirinya tidak dapat mengendalikan bagian dirinya yang lain maka-’
‘Pedang Gila. Apa kau sedang memikirkan sesuatu?’ Fei Chen menyarungkan pedangnya secara perlahan sebelum memejamkan matanya.
‘Tidak, aku hanya merasa kagum pada perkembanganmu, bocah manusia.’
Perhatian Jia Li dan Yue Lian terarah pada Fei Chen. Berbeda dengan Jia Li yang ingin melihat reaksi Fei Chen saat dirinya bersama laki-laki lain, Yue Lian justru merasa ketakutan hingga membuat tubuhnya gemetar saat menyaksikan sendiri tatapan dingin Fei Chen yang tidak berkedip saat memotong leher Manusia Buas.
Bukan itu saja yang membuat Yue Lian takut, ekspresi kosong Fei Chen tepat setelah membunuh Manusia Buas membuat gadis kecil ini bergidik ngeri.
‘Apa benar dia... Fei Chen...’ Yue Lian menatap rumit Fei Chen yang membuka matanya secara perlahan sambil membantu Wei Hongyun, Lin She dan Song Han memulihkan tenaga mereka.
Setelah itu Fei Chen pergi menuju lokasi keberadaan Kucing Manis karena penasaran dengan keberadaan Manusia Buas di Lembah Naga.
“Chenchen...” Jia Li terkejut melihat Fei Chen yang sama sekali tidak menoleh ataupun menyapanya bahkan tidak menunjukkan rasa kecemburuan.
Yang Jia Li tidak tahu Fei Chen hanya memastikan dirinya baik-baik saja. Namun Jia Li menyadari perasaannya hanyalah sepihak.
“Adik Yue, aku pergi dulu.” Tanpa menunggu Yue Lian menjawab, Jia Li sudah pergi kembali ke penginapan.
“Kakak Jia...” Yue Lian masih rumit memikirkan perasaannya. Dia selalu mengira jika laki-laki yang dapat membuatnya kagum adalah Wei Hongyun, namun setelah melihat langsung tunangannya yang selalu dia tolak saat Dao Tao membicarakannya, Yue Lian memandang sosok Fei Chen penuh rasa takut sekaligus kekaguman.
Yue Lian sendiri tidak mengerti akan perasaannya. Matanya menatap kosong kepergian Fei Chen, rumit dirinya saat mengetahui tunangannya adalah seorang jenius mengerikan.
Disisi lain Fei Chen dan Kucing Manis berbincang. Keduanya terlihat seperti seorang majikan dengan peliharaannya yang sedang berjalan mengelilingi Lembah Naga, namun yang sebenarnya adalah keduanya membicarakan keberadaan anggota Sekte Iblis Buas yang menyusup di Lembah Naga.
‘Chen, aku akan pergi mencarikan informasi untukmu.’ Kucing Manis langsung pergi tanpa persetujuan Fei Chen.
“Bukankah dia yang mengatakan padaku tidak akan membantuku. Sungguh kucing yang tidak ada manisnya.” Fei Chen tersenyum tipis melihat Kucing Manis melompat ke atap bangunan dan bergerak cepat.