
PPFC 285 - Lantai 3 Reruntuhan Dewi Iblis
“Kenapa didalam gua ini dipenuhi air terjun dan sungai?” Xi Taohua menatap pemandangan indah disekelilingnya.
Setelah memasuki gua, tiba-tiba pintu gua lenyap. Fei Chen, Xi Taohua dan Hua Ruyun justru berada di sebuah tempat yang tidak pernah mereka duga.
“Air terjun, sungai dan danau? Kenapa hanya ada pemandangan ini di lantai ketiga?” gumam Fei Chen dan dia merasa yakin jika dirinya akan berhadapan dengan Klon Air.
“Chen‘er bukankah disana itu pintu masuk menuju lantai berikutnya?” Xi Taohua menunjuk sebuah terowongan yang berada dibawah bukit dekat danau.
Fei Chen mengangguk, “Ya, itu adalah pintu masuk menuju lantai berikutnya Bibi Xi.”
“Dan disana ada Xuexue!” Hua Ruyun menunjuk tubuh Zhang Xue yang mengambang diatas air dibungkus gelembung.
“Xuexue mengambang? Sebaiknya kita pergi selamatkan Xuexue,” ajak Xi Taohua dan segera Hua Ruyun berlari menuju sungai disusul Xi Taohua.
Keduanya berlari layaknya seorang gadis muda dan membuat mata Fei Chen sedikit melebar saat tidak sengaja pandangannya jatuh ke gerakan bokong indah Xi Taohua dan Hua Ruyun.
“Kalian berdua...” Fei Chen hendak menegur namun saat tubuh keduanya masuk kedalam air sungai sesuatu yang mengejutkan terjadi.
Air sungai itu membuat pakaian Xi Taohua dan Hua Ruyun lenyap secara perlahan. Secara langsung Fei Chen melihat pemandangan indah dan membuatnya menggelengkan kepala karena Xi Taohua dan Hua Ruyun tidak menyadari apa yang terjadi.
‘Apa yang harus aku katakan pada mereka?’ Fei Chen menggelengkan kepalanya lagi dan melihat keduanya sampai ditempat Zhang Xue.
Xi Taohua melirik Hua Ruyun dan tersenyum mengejek, “Apa kau sengaja seperti itu karena ingin menggoda Chen‘er?”
Hua Ruyun kebingungan dan langsung menoleh kearah Xi Taohua. Wanita itu terkejut saat melihat lekuk tubuh Xi Taohua terpampang jelas dihadapannya.
“Kau... Kenapa kau berpenampilan seperti itu?!” Hua Ruyun memerah wajahnya saat melihat ujung gunung kembar Xi Taohua.
“Eh?” Segera Xi Taohua meraba badannya dan terkejut saat mengetahui dirinya dan Hua Ruyun sama-sama tanpa busana.
Baik Xi Taohua dan Hua Ruyun saling memandang satu sama lain sebelum menoleh kearah Fei Chen, lalu berteriak histeris sambil menceburkan tubuh mereka ke sungai.
“Kya! Chen‘er!”
Fei Chen menghela nafas dan bergumam, “Telat, aku sudah melihat semuanya...”
Setelah itu Fei Chen memejamkan mata dan merasakan hembusan angin yang berdesir di telinganya. Lalu tak lama sebuah aura langsung menerpa tubuhnya dan saat membuka mata Fei Chen menemukan hal yang mengejutkan.
Di sungai yang dangkal itu terlihat bayangan dirinya berjumlah dua muncul di hadapan Xi Taohua dan Hua Ruyun dengan busana kosong.
Nampak Xi Taohua dan Hua Ruyun merasa malu. Namun hal itu membuat Fei Chen marah saat pandangan matanya menatap tajam bentuk kebanggaan mereka.
“Sialan! Aku tidak sekecil itu!” Fei Chen menarik Pedang Raja Neraka dan langsung memotong kedua bayangan dirinya.
Xi Taohua dan Hua Ruyun saling berpandangan lalu tersenyum. Xi Taohua menggelengkan kepalanya karena sempat melihat bentuk kebanggaan milik Klon Air Fei Chen.
“Tidak masalah Chen‘er. Kau harus bangga dengan apa yang kau punya,” ucap Xi Taohua karena melihat Fei Chen kesal.
“Benar, kau tidak perlu malu Chen‘er. Apapun ukurannya kau harus bangga.” Kini giliran Hua Ruyun yang berbicara.
“Hah? Tidak... Milikku tidak sekecil itu...” Fei Chen tercengang saat melihat Xi Taohua dan Hua Ruyun tertawa.
“Cih! Terserah kalian!” Fei Chen berjalan mendekati terowongan dan hanya dalam beberapa langkah dia mendengar suara tawa Xi Taohua dan Hua Ruyun yang membicarakan kebanggaannya.
Hal itu membuat Fei Chen malu sendiri, namun muncul niat dirinya untuk menunjukkan betapa perkasa dirinya pada kedua wanita itu.
“Lihat saja. Semua akan ada waktunya.” Fei Chen berkata dan tersenyum tipis.
“Apa maksudmu Chen‘er?” sahut Xi Taohua.
“Tidak ada. Aku hanya terkejut saat melihat kalian berdua dengan santainya menunjukkan tubuh kalian padaku.” Fei Chen menjawab sinis dan membuat Xi Taohua serta Hua Ruyun malu sendiri.
"Kamu!” Keduanya berusaha berendam dan menutupi tubuhnya.
Fei Chen hanya menggelengkan kepalanya sebelum merasakan aura yang mendekat dari arah air terjun dan danau. Tak lama air didalam danau dan air terjun itu habis sebelum berubah menjadi Naga Air dan bayangan dirinya.
ROAR!!!
Saat Fei Chen melepaskan Qi, Naga Air meraung dan membuat Xi Taohua dan Hua Ruyun langsung terkulai lemas karena raungan kuatnya. Bahkan Fei Chen bisa merasakan sendiri jika Naga Air yang mencegatnya.
Naga Air itu terbang keatas dan menyemburkan air dari dalam mulutnya. Kemudian Klon Air Fei Chen bergerak dengan kecepatan tinggi melepaskan serangan secara bersamaan.
“Tidak buruk...” Fei Chen tersenyum lebar dan memotong semburan air yang memanjang itu. Kemudian dengan lincah Fei Chen memainkan pedangnya menyerang Klon Air.
Klon Air tidak dapat bertahan lama setelah melakukan pertukaran serangan dengan Fei Chen. Hanya dalam waktu singkat Fei Chen sudah membuat tubuh Klon Air lenyap.
Namun hal ini membuat Naga Air marah. Terlihat dari setiap serangannya yang semakin membabi-buta dan agresif.
Kesempatan ini Fei Chen gunakan untuk melepaskan satu serangan mematikan. Keduanya sempat bertarung hebat sebelum akhirnya Fei Chen terlihat lebih unggul dari Naga Air.
“Naga melawan Naga...” Fei Chen tersenyum tipis sambil mengalirkan Qi pada pedangnya.
Lalu dengan penuh tenaga Fei Chen mengayunkan pedangnya yang memancarkan cahaya berwarna ungu kehitaman.
“Naga Petir Mengarungi Langit!”
Sebuah tebasan pedang mematikan dan merupakan salah satu Teknik Pedang Langit dari Lembah Pedang berhasil mengalahkan Naga Air.
Hujan deras seolah-olah mengguyur seluruh lantai ketiga bagian terdalam dari Reruntuhan Dewi Iblis tepat setelah Fei Chen berhasil mengalahkan Naga Air.
“Cih!” Fei Chen berdecak kesal saat mengetahui dirinya diguyur hujan yang datang sesaat ini.
Xi Taohua dan Hua Ruyun saling berpandangan sebelum tersenyum. Keduanya membawa tubuh Zhang Xue ke tepi sungai sebelum mengganti pakaian mereka.
Fei Chen juga melakukan hal yang sama dengan Xi Taohua dan Hua Ruyun. Setelah jarak dirinya dengan kedua wanita itu jauh, segera Fei Chen membuka Ruang Raja dan mengambil pakaian ganti.
Setelah itu Fei Chen menemui Xi Taohua dan Hua Ruyun yang sudah membangunkan Zhang Xue. Melihat dirinya, Zhang Xue tersenyum mengejek.
“Imut.” Gerakan bibir Zhang Xue membuat Fei Chen menaikan alisnya terlebih disana Xi Taohua dan Hua Ruyun mengalihkan pandangannya ke arah lain.
“Imut? Apa maksudmu Senior Zhang?” Fei Chen menatap tajam Zhang Xue.
“Tidak ada. Hanya saja tidak perlu dipikirkan Patriark Fei.” Zhang Xue bangkit berdiri dan menepuk pundak Fei Chen.
“Apa ini sikapmu pada orang yang menyelamatkanmu?”
"Chen‘er apa kau marah? Kami bertiga hanya bercanda.” Xi Taohua langsung menengahi.
“Aku tidak marah. Hanya saja sepertinya kalian bertiga telah salah sangka.” Fei Chen tersenyum tipis.
“Apa maksudmu Chen‘er?” Xi Taohua dan Hua Ruyun bertanya.
“Salah sangka ya?” Zhang Xue menganggukkan kepalanya.
“Lupakan, jika kalian ingin kembali menjadi seorang pendekar dan melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang, maka saat itu aku akan membuat kalian menelan semua ekspetasi yang barusan kalian pikirkan.” Fei Chen berkata dengan nada dingin dan membalikkan badannya.
“Teknik Dunia Jiwa Yin Yang? Apa itu?” Zhang Xue bertanya pada Xi Taohua dan Hua Ruyun.
“Itu...” Xi Taohua merasa malu untuk menjelaskan.
“Xuexue, kita telah lumpuh menjadi seorang pendekar dan jika kau ingin kembali menjadi seorang pendekar dengan mengembalikan kelumpuhan titik-titik meridian serta benang tenaga dalammu. Kau harus melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang.” Hua Ruyun menjawab pertanyaan Zhang Xue sebisanya.
“Aku tahu itu. Jadi apa itu Teknik Dunia Jiwa Yin Yang?” Zhang Xue kembali bertanya.
“Itu...” Hua Ruyun kesulitan menjelaskan hingga mereka berempat sampai di depan pintu masuk menuju lantai berikutnya.
“Aku akan menjelaskannya padamu Senior Zhang. Jadi dengan baik-baik...” Fei Chen menanggapi sambil berjalan memasuki terowongan disusul Zhang Xue yang berjalan disampingnya.
Xi Taohua dan Hua Ruyun hanya bisa menahan malu saat mendengar penjelasan Fei Chen. Sama seperti mereka berdua, ekspresi wajah Zhang Xue seketika berubah total tepat setelah mendengarkan penjelasan Fei Chen.