
PPFC 206 - Keriuhan Guncangan Buas
Fei Chen sendiri bisa merasakan aura yang membuatnya bergidik adalah aura semacam Aura Raja Neraka. Namun aura tersebut berangsur-angsur menghilang membuat Fei Chen kembali melanjutkan perjalanannya.
Mengingat bahwa Long Xiaoya dalam kondisi memprihatinkan membuat Fei Chen teringat akan Murong Liuyu. Pemuda itu menebak jika kondisi Murong Liuyu sama seperti Long Xiaoya.
‘Semoga saja tidak terjadi hal yang tidak diinginkan...’ Fei Chen membatin dan terus menyusuri wilayah timur Lembah Sunyi.
Keriuhan karena suara auman Binatang Iblis saling bersahutan dan menggema. Fei Chen menyadari jika Guncangan Buas yang terjadi di Lembah Sunyi ini berskala besar.
Fei Chen membuka telapak tangannya dan seketika Pedang Raja Neraka muncul dari dalam telapak tangannya. Lalu dia menggenggam pedang tersebut dan langsung menebas gerombolan Banteng Langit Petir.
Setelah mendapatkan Tubuh Dewa Pedang karena Teknik Dunia Jiwa Yin Yang antara dirinya dengan Jia Li, Fei Chen mempelajari ilmu Dewa Pedang dan membuatnya menguasai Jiwa Pedang.
Tidak perlu membawa atau menaruh Pedang Raja Neraka pada pinggangnya karena sekarang Pedang Raja Neraka seolah-olah menyatu dengan tubuhnya dan menjadi bagian dirinya.
“Dengan badannya yang besar, mereka bergerak cepat dan terbang. Cih, benar-benar menyebalkan!” Fei Chen menyambut serudukan Banteng Langit Petir lalu mengalirkan Qi pada pedangnya dan memotong tubuh Banteng Langit Petir tersebut menjadi dua bagian.
“Semua Guncangan Buas ini terjadi disekitarku. Sebenarnya apa yang terjadi?” Fei Chen tidak mengetahui jika kedua istrinya telah membunuh Shu Houshan yang merupakan dalang dibalik orang yang membuat tubuh Long Xiaoya teracuni dan memancing amarah Binatang Iblis yang membuat Guncangan Buas terjadi.
Saat Fei Chen sedang melayang di udara, semua gerombolan Banteng Langit Petir terbang dengan semburan bola-bola petir yang mengarah padanya.
“Bisa diam sebentar?” Fei Chen menoleh sekitarnya dan melihat dirinya ditatap tajam oleh gerombolan Banteng Langit Petir yang berniat membunuhnya.
Hanya dengan satu kali tebasannya yang membuat gemuruh petir menggelegar disertai api berwarna hitam, Fei Chen menghabisi seluruh Banteng Langit Petir dalam sekejap.
Diatas udara hanya menyisakan Fei Chen yang berdiri melayang di udara dengan tubuh-tubuh Banteng Langit Petir yang berjatuhan kebawah.
Fei Chen melakukan hal yang sama seperti Jia Li yakni mengambil Permata Iblis Banteng Langit Petir, namun dia tidak mengambil dagingnya karena telah terbakar api hitam.
Lalu Fei Chen kembali melanjutkan perjalanan dan kembali bertemu dengan segerombolan Binatang Iblis. Seperti sebelumnya Fei Chen tidak menemukan kesulitan saat mengatasi Binatang Iblis tersebut.
Hingga akhirnya gerombolan Serigala Dua Elemen mengepungnya dari berbagai arah. Bermacam-macam gerombolan Binatang Iblis membentuk Guncangan Buas dan itu membuat Fei Chen menggunakan Aura Raja Penakluk untuk membuat amukan Binatang Iblis berhenti.
Fei Chen memperhatikan keadaan disekitarnya yang dimana sekarang dirinya dikelilingi Binatang Iblis yang tunduk padanya. Fei Chen menatap dingin mereka seolah-olah memberikan perintah pada mereka untuk kembali ke habitat Masing-masing tanpa harus membuat kekacauan.
Suara langkah kakinya sama sekali tak bersuara walaupun telah bergerak dengan kecepatan tinggi. Fei Chen terus bergerak menyusuri aliran sungai dan akhirnya dia melihat tebing yang tinggi.
Fei Chen memeriksa kondisi sekitarnya sebelum akhirnya dia melompat ke tebing langsung menajamkan seluruh inderanya karena kabut mulai menutupi tebing.
Bersamaan dengan kabut yang menutupi tebing, Fei Chen samar-samar merasakan aura seorang pendekar serta hawa keberadaan sebelum lenyap karena tebalnya kabut.
Grrrr...
Mengingat Guncangan Buas yang terjadi secara menyeluruh, lokasi yang didatangi Fei Chen sekarang juga telah terjadi Guncangan Buas.
Sekitar seratus Serigala Emas mengelilingi dirinya yang tengah memejamkan matanya.
‘Aku bisa merasakannya. Serigala Emas ya? Kalian semua telah berada dalam jangkauanku.’
Dalam satu kali tarikan nafasnya, Fei Chen mengolah Seni Nafas Raja Neraka dan memusatkan Qi pada bilah pedangnya.
“Aliran Raja Neraka — Skala Besar...”
Bersamaan dengan Fei Chen mengayunkan pedangnya seketika tubuh seratus Serigala Emas terpotong menjadi dua bagian. Bukan hanya tubuh Serigala Emas saja yang terpotong, namun pepohonan dan semua yang berada dalam jangkauan tebasan pedang ikut terpotong.
“Aura manusia?” Fei Chen bisa merasakan dirinya juga membunuh manusia. Kabut penghalang ini membuatnya tidak mengetahui siapa saja yang telah dia bunuh.
Tiba-tiba muncul dalam pikirannya jika dirinya salah sasaran dan membunuh orang terdekatnya.
“Lili, Xia‘er! Tidak, itu tidak mungkin!“ Fei Chen menggelengkan kepalanya dan menunggu kabut yang menghalangi jarak pandangannya ikut menghilang.
“Aku akan memastikannya!” Kembali Fei Chen bergerak tanpa mengambil Permata Iblis Serigala Emas karena khawatir dengan orang yang dia bunuh.
___
Terimakasih untuk pemilik akun @Mr Aw dan @ Cakrawala atas bentuk apresiasi kalian kepada penulis dengan memberikan tips. Sering-sering aja ngasih hadiah hati, pisau, kursi pijat atau piala ke author biar authornya semakin semangat update wkwk.