
PPFC 212 - Kabut Berdarah
“Tiga lawan satu ya? Tidak buruk juga, tetapi aku akan memastikan kematian dua gadis ini yang telah membunuh adik bodohku!”
Tidak ada senyuman diwajah Sun Ma, yang ada hanyalah tatapan dingin yang terarah pada Jia Li dan Yin Jinxia.
“Chenchen, aku ingin menanyakan sesuatu padamu tetapi aku harus melawan orang itu! Serahkan dia pada kami!” ucap Jia Li sebelum bergerak menuju Sun Ma.
Yin Jinxia hanya menatap Fei Chen dalam sebelum mengikuti Jia Li. Kedua gadis itu melakukan serangan cepat dan bertenaga membuat Sun Ma langsung menjaga jarak.
“Pesta dimulai! Ini menarik karena disini juga ada kemunculan sosok baru! Mari kita lihat bagaimana dirimu bertahan hidup melawan bawahan Mao Gang!” Sun Ma tiba-tiba tersenyum menyeringai sebelum menarik pedangnya.
Jia Li dan Yin Jinxia terkejut saat merasakan sebuah aura yang begitu pekat dari tubuh Sun Ma. Keduanya berniat menjaga jarak namun gerakan lincah Sun Ma menembus pertahanan es Yin Jinxia.
Saat Jia Li dan Yin Jinxia terdesak, hembusan angin dan badai hitam tiba-tiba muncul memporak-porandakan markas Lentera Iblis Tunggal.
Suara auman Binatang Iblis menggema seisi Lembah Sunyi. Yang lebih mengejutkan adalah kehadiran hawa keberadaan yang begitu kuat dari pintu masuk Lembah Sunyi.
Tidak butuh waktu lama bagi sosok itu tiba dan langsung mengarahkan pukulannya pada Fei Chen.
“Kau mampu menangkisnya?” ucap sosok itu yang tidak lain adalah Raja Iblis Gao Lu Ma.
“Karena kehadiranmu! Rencanaku untuk menjadi sosok Raja Iblis sejati gagal!” Raja Iblis Buas Gao Lu Ma muncul secara tiba-tiba dan membuat suasana di Lembah Sunyi semakin mencekam.
Fei Chen melirik Jia Li dan Yin Jinxia untuk memastikan. Dia tersenyum tipis karena melihat kedua istrinya itu mengangguk dan akan menghadapi Sun Ma.
“Baiklah, aku tidak akan menahan diri!” Fei Chen melepaskan segenap kemampuannya dan tiba-tiba langit terbelah bersamaan dengan petir berwarna ungu yang menyambar tubuhnya.
“Masih terlalu cepat dirimu untuk menyandang gelar Raja Iblis, bocah!” Gao Lu Ma menatap dingin Fei Chen yang memiliki potensi untuk menjadi Lima Raja Iblis Agung.
“Aku tidak tertarik dengan julukan itu dan kekacauan yang telah kalian buat akan kuakhiri,” ucap Fei Chen sambil membuka telapak tangannya.
Saat Pedang Raja Neraka muncul, Fei Chen langsung melepaskan Qi dalam jumlah besar, sedangkan Gao Lu Ma menjentikkan jarinya.
ROOOAAARRR!!!
‘Ini tidak baik! Pedang yang dia pegang adalah Pedang Sembilan Petir!’ batin Sun Ma saat melihat kemampuan Fei Chen dan asal menebak tentang pedang yang digenggam oleh Fei Chen. Segera dia menjauh saat merasakan hawa membunuh yang datang dari segala arah.
Sun Ma langsung melompat keatas dan menjauh dengan kecepatan tinggi karena mengetahui pertarungan antara Gao Lu Ma dan Fei Chen akan membuat kehancuran.
“Selagi Ying Xie melemah! Tiga benua yang menjadi wilayah kekuasaannya dipenuhi kekacauan! Dan selama puluhan tahun kekacauan itu, kau muncul Raja Iblis bocah! ” Gao Lu Ma menunjuk Fei Chen dan seketika tubuh Fei Chen terkena serangan gigitan mulut singa.
“Kau mengganggu rencana yang kubangun bertahun-tahun!” Gao Lu Ma melanjutkan.
Fei Chen tersentak saat dirinya tidak dapat menghindari serangan Gao Lu Ma. Yang lebih mengejutkan adalah bagaimana Gao Lu Ma memanipulasi aura tubuhnya.
“Mengamuklah! Anak-anak kesayanganku!” Gao Lu Ma tersenyum lebar bersamaan dengan kemunculan Binatang Iblis yang jumlahnya hampir mencapai dua ribu.
“Seperti yang diharapkan dari seorang Raja Iblis Buas!” Fei Chen menarik nafas panjang sambil mengalirkan Qi pada pedangnya.
“Jurus Kedelapan Pedang Raja Neraka...”
“Pembasmi Malam!”
Seketika lima ratus Binatang Iblis mati dengan tubuh yang terpotong-potong. Aksi Fei Chen ini membuat Gao Lu Ma terdiam karena mengetahui kemampuan pemuda itu lebih dari rumor yang beredar.
Tanpa mengatakan sepatah kata pun Gao Lu Ma kembali menjentikkan jarinya dan membuat seluruh Binatang Iblis yang menghuni Lembah Sunyi menyerang Fei Chen.
Hari itu kabut yang menutupi Lembah Sunyi menjadi warna merah layaknya kabut berdarah. Didalam kabut itu terlihat Fei Chen yang berdiri diatas tumpukan mayat Binatang Iblis dengan tatapan dingin yang hanya menatap ke satu arah.
“Kau membunuh mereka semua...” ucap Gao Lu Ma terkesima melihat bagaimana cara bertarung Fei Chen.
“Ya, kau juga adalah orang terkuat yang pernah kuhadapi selama ini!” jawab Fei Chen sambil mengibaskan pedangnya dan langsung bergerak menuju Gao Lu Ma dengan kecepatan tinggi, begitu juga sebaliknya.
“Sekuat apapun dirimu! Kau akan kupastikan mati ditanganku!” ucap Gao Lu Ma.
Saat tangan dan pedang milik mereka berdua bersentuhan, hembusan angin yang menciptakan badai mulai menghancurkan tempat lokasi pertarungan mereka.
Petir dilangit saling bersahut-sahutan diiringi gelapnya awan yang mencekam seolah-olah pertarungan keduanya adalah malapetaka.