
PPFC 200 - Pergerakan Fei Chen, Jia Li Dan Yin Jinxia.
Setelah meninggalkan Ibukota Huayin, Fei Chen bersama Jia Li dan Yin Jinxia langsung bergegas menuju Lembah Sunyi. Mereka bertiga terbang melintasi awan dan terus menapaki udara dengan kecepatan diatas rata-rata.
“Xiaxia, Paman Yin dan Bibi Guan ingin kau segera hamil karena mereka ingin memiliki cucu. Apa kau tidak ingin segera menyusul Kakak Xiuxiu?” Jia Li sesekali memulai obrolan dengan Yin Jinxia agar perjalanan tak terkesan membosankan.
Yin Jinxia memerah wajahnya mengingat permintaan orang tuanya agar segera mengandung anak Fei Chen dan memberikan cucu pada mereka.
“Aku ingin menikmati masa mudaku terlebih dahulu. Tetapi jika Chen‘gege ingn diriku hamil, maka aku... Siap...,” ucap Yin Jinxia malu-malu.
“Kita masih muda dan harus menjadi istri dari pria yang memiliki banyak wanita. Aku tidak menyangka akan seperti ini. Padahal dulu aku berharap bisa memiliki Chenchen seorang diri.” Jia Li membahas masa lalu dan perasaannya. Hal ini membuat Yin Jinxia semakin tertarik.
Fei Chen yang mendengar obrolan kedua istrinya hanya tersenyum. Dia tidak keberatan jika enam istrinya menyusul Su Xiulan. Selagi dia mampu memberikan nafkah pada istri dan anaknya maka itu bukan masalah yang berarti untuk dirinya.
Dengan segala kekayaan dan kekuasaan yang dia miliki, Fei Chen mutlak di kenal sebagai Kaisar Ma yang terkenal dengan julukan Penakluk Wanita semenjak menikahi tujuh wanita secara bersamaan.
Mengingat itu membuat Fei Chen menggelengkan kepalanya dan tidak terasa akhirnya mereka bertiga telah sampai di depan Lembah Sunyi.
Fei Chen berhenti tepat di depan sungai disusul Jia Li dan Yin Jinxia yang berdiri disampingnya. Mereka betiga terkejut dengan tebalnya kabut yang menyembunyikan lokasi Lentera Iblis Tunggal.
Memang kabut ini memberikan keuntungan pada Lentera Iblis Tunggal, namun jika kekacauan terjadi didalamnya maka lembah tersembunyi yang bernama Lembah Sunyi akan dipenuhi Guncangan Buas yang jauh lebih mengerikan dari Guncangan Buas di Kota Pertanian, Wujin.
“Lili, Xiaxia, dalam perjalanan kita mendengar bahwa Senior Murong dan Saudari Long belum kembali. Apa mereka berdua ada disini?” Fei Chen merasakan firasat buruk mengingat bagaimana angkuhnya Murong Liuyu yang terobsesi akan dendam.
Baik Jia Li ataupun Yin Jinxia mengingat bagaimana apa yang dialami Murong Liuyu dan Long Xiaoya akibat dari perpecahan beberapa tahun kebelakang ini.
“Aku menyadari jika Senior Murong memiliki pembawaan yang ambisius dan angkuh, tetapi dia orang yang baik. Aku yakin dia baik-baik saja Chenchen...” ucap Jia Li lalu tersenyum kecut mengingat sekarang dirinya berada diatas Murong Liuyu ataupun Long Xiaoya semenjak resmi menjadi istrinya Fei Chen.
“Aku sendiri merasakan firasat buruk tentang ini...” Jia Li menambahkan seraya memandang Fei Chen. Entah mengapa hatinya tidak merasa tenang karena takut kehilangan Fei Chen kembali.
“Chen‘gege, bagaimana jika kita berpencar? Aku akan ke arah utara.” Melihat betapa luasnya Lembah Sunyi membuat Yin Jinxia mengusulkan rencana ini.
Menurut informasi yang diberikan Da Yan, jika menyusuri seluruh Lembah Sunyi membutuhkan waktu hampir lima hari. Selain itu kabut yang berulang kali muncul dan menghilang menjadi penyebab utamanya.
Fei Chen mengangguk setuju. Kemampuan Yin Jinxia meningkat pesat setelah melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang dengan dirinya, namun Jia Li lebih kuat dari putri Kaisar Yin itu.
“Aku akan melepaskan segel yang kubuat di tubuh kalian. Saat segel itu terlepas, kemampuan kalian akan meningkat pesat karena menerima darahku dan... Aku tidak perlu menjelaskannya karena kalian mengetahuinya bukan?” Fei Chen menambahkan. Segera Jia Li dan Yin Jinxia seraya tersenyum cerah.
“Aku penasaran dengan kemampuanku yang sesungguhnya. Kita sama-sama memiliki Tulang Naga Langit berkat Chenchen. Mungkin saja aku diatasmu hihi?” Jia Li tersenyum sumringah dan menatap Yin Jinxia.
“Berkat Chen‘gege aku bisa mengendalikan Nadi Es. Mari kita lihat siapa yang meningkat pesat Lili.” Yin Jinxia tertantang dan langsung mendekati Fei Chen disusul Jia Li.
Fei Chen menyentuh perut keduanya dan menarik aura tubuh mereka lalu mengalirkan Qi pada tubuh kedua istrinya. Rangsangan hebat dari tangan Fei Chen membuat akar-akar Qi yang tersegel dalam tubuh mereka berdua terbuka.
“Dengan menggunakan metode ku ini, kalian tidak perlu merasakan sakit seperti yang ku alami. Hanya saja aku melatih keras tubuh kalian agar terus menguat dan dapat menerima darahku ini.” Fei Chen menjelaskan sambil menatap teduh Jia Li dan Yin Jinxia.
Kedua istrinya langsung duduk bersila dan melakukan meditasi untuk menerima darah pemberian Fei Chen pada tubuh mereka. Suara dentuman tulang retak menggema diiringi dengan aura yang begitu tenang dan hangat.
“Jadi ini yang namanya Qi? Bentuk yang lebih sempurna dari tenaga dalam...” Yin Jinxia menggumam setelah merasakan aliran darah dalam tubuhnya begitu lancar dan seluruh tubuhnya diselimuti kehangatan.
“Saatnya kita membuktikan pada mereka bagai istrinya Chenchen bertarung hihi...” Jia Li tersenyum sumringah setelah mengalami kondisi yang sama seperti Yin Jinxia.
“Aku akan kearah selatan.” Jia Li membunyikan lehernya dan tersenyum penuh percaya diri menatap Fei Chen.
“Baiklah, Lili kau ke selatan, Xiaxia ke utara dan aku ke menyusuri wilayah barat dan timur. Jaga diri kalian baik-baik.” Fei Chen langsung terjun ke sungai dan berlari diatas air menyusuri wilayah barat dan timur.
Jia Li dan Yin Jinxia tersenyum bangga karena Fei Chen percaya pada kekuatan mereka berdua.
“Aku menembus Pendekar Langit Tahap Awal setelah Chen‘gege membuka segel di tubuhku. Aku tidak akan mengecewakan harapannya...” Yin Jinxia tersenyum tipis lalu menepuk pundak Jia Li lembut.
“Lili, kita berpisah disini. Semoga keberuntungan menyertai kita.” Yin Jinxia tersenyum lembut sebelum bergerak menuju wilayah utara.
“Kau juga Xiaxia.” Jia Li sendiri menembus Pendekar Langit Tahap Menengah dan setingkat berada diatas Yin Jinxia. Bisa dibilang kedua gadis itu selalu meminta Fei Chen mengajari mereka berdua berlatih dan melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang sehingga kemampuan keduanya meningkat pesat berkat tubuh khusus yang mereka miliki.
Namun satu hal yang sulit Fei Chen jelaskan kepada Jia Li dan Yin Jinxia jika mereka akan sulit berkembang setelah mencapai Pendekar Dewa Tahap Awal. Tetapi kedua istrinya itu mengerti dan tidak menyesal.
Mengingat tubuh bawaan yang mereka miliki membantu proses penerobosan. Ada baik dan buruknya namun kedua gadis itu sudah siap dengan segala konsekuensinya karena mereka berdua telah memutuskan akan menjadi istri Fei Chen sepenuhnya dan membantu urusan pemerintahan bersama Ning Guang setelah mencapai Pendekar Dewa.