Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 245 - Fei Chen vs Zmeya


PPFC 245 - Fei Chen vs Zmeya


Duarrr!!!


Duarrr!!!


Suara ledakan menggema saat Zmeya menarik pelatuknya dan menembakkan sejumlah peluru aura dari pistolnya kearah Fei Chen.


Fei Chen menangkis nya dan menghindari serangan Zmeya dengan mudah. Saat keduanya mempersingkat jarak, pertukaran serangan terjadi. Zmeya yang memiliki keahlian pertarungan jarak jauh itu dapat mengimbangi Fei Chen dalam pertarungan jarak dekat.


“Tubuhku sekeras baja dan kau tidak akan bisa memotongnya!” ujar Zmeya saat tebasan pedang Fei Chen berbenturan dengan pukulan tangannya secara langsung.


Fei Chen sendiri terus melayangkan serangan sehingga dia mengetahui Zmeya memiliki ilmu tangan kosong yang jauh diatasnya.


Gerakan Fei Chen dan Zmeya sangat cepat sehingga terlihat seperti cahaya yang saling berbenturan satu sama lain. Setelah menjauh, kedua cahaya itu terlihat seperti menyatu dan menimbulkan ledakan dahsyat.


Fei Chen tersenyum semakin lebar saat mengetahui Zmeya dapat mengimbangi pergerakannya, sedangkan Zmeya mengerutkan keningnya merasa heran karet rasa sakit dikedua tangannya mulai terasa.


‘Kedua tanganku yang menahan tebasannya terasa seperti terbakar... Apa dia sedang mengujiku?’ Zmeya membatin dan mulai menajamkan seluruh indera tubuhnya saat merasakan Qi dari tubuh Fei Chen memenuhi udara.


‘Apa dia memiliki hubungan dengan Ratu Neraka sehingga dirinya bisa sekuat ini?’ Zmeya menghindari tebasan Fei Chen dan melepaskan satu pukulan yang berbenturan dengan pedang Fei Chen.


Duarrr!!!


Ledakan dari pukulannya itu membuat Fei Chen terpental diudara begitu juga dengan Zmeya. Nampak keduanya bergerak diawan dengan kecepatan tinggi sebelum kembali melakukan pertukaran serangan.


Wushh!


Secepat kilat Fei Chen dan Zmeya bergerak. Benturan serangan mereka berdua menimbulkan gelombang kejut diudara serta ledakan menggema.


Tebasan pedang Fei Chen mengeluarkan kobaran api sedangkan pukulan tangan Zmeya yang sekeras baja menimbulkan ledakan.


Fei Chen terlihat masih kesulitan untuk menembus kulit Zmeya. Sejauh ini Fei Chen berusaha memberikan luka kepada Zmeya, namun seluruh tubuh Zmeya yang mengeras itu sulit untuk Fei Chen tembus.


‘Aura Zirah Naga Petir!’


Fei Chen menggunakan Aura Zirah Naga Petir dan melancarkan serangan dari berbagai arah pada Zmeya. Kali ini serangan Fei Chen lebih efektif saat api dan petir bergabung.


“Menarik! Jika aku kalah, maka kau setara dengan para Raja Iblis Agung, Raja Neraka!” Zmeya bukannya takut justru tertawa senang saat mengetahui Fei Chen belum menunjukkan kemampuan yang sesungguhnya.


‘Aku teringat perkataan Pedang Gila...’ Fei Chen membatin dan mengingat tentang sosok seseorang yang dimaksud oleh Kucing Manis dan Pedang Gila.


Kemampuan Zmeya sangat berbeda dari orang-orang yang selama ini dia hadapi. Terlebih senjata yang digunakan Zmeya sangatlah asing dimatanya.


“Kekerasan dan penyiksaan tidak akan berpengaruh padamu. Jadi aku akan langsung membunuhmu!” Setelah berkata demikian, pergerakan Fei Chen semakin cepat.


Berulang kali Fei Chen menghilang dan muncul kembali didekat Zmeya sambil melayangkan serangan.


“Membunuhku? Coba saja jika kau mampu!” Zmeya mengeluarkan Qi untuk pertama kalinya dan menyambut setiap tebasan pedang Fei Chen.


Kedua benturan tangan dan pedang itu menciptakan gelombang kejut yang membuat tanah bergetar sebelum hancur. Ditengah luapan pertukaran serangan dahsyat itu, Zmeya memanipulasi aura tubuhnya menciptakan seribu tombak besi yang berterbangan menyerang Fei Chen.


“Cih!”


Fei Chen menangkis salah satu pedang yang hampir menembus perutnya. Matanya sekarang tertuju pada semua pedang yang mengepungnya dari segala sisi.


“Jurus Pedang Raja Neraka Keempat - Menghunus Malam!”


Setelah menggunakan jurus pedangnya, Fei Chen kembali menggunakan jurus pedang lainnya dan berhasil menghancurkan seribu pedang besi ciptaan Zmeya.


Disisi lain Zmeya mempersingkat jarak dan kembali menggunakan pistol. Satu kali tembakan pistolnya membuat bukit berlubang.


Fei Chen dihujani ratusan peluru aura yang mematikan. Dengan gesit Fei Chen menghindar lalu melepaskan satu tebasan yang membuat Zmeya menjaga jarak.


“Apa kau tidak merasakan apapun?” Zmeya tiba-tiba menjaga jarak dari Fei Chen dan menyerang dari jarak jauh, “Jika demikian kau berada jauh dibawahku!”


Fei Chen mengerutkan keningnya saat merasakan dua energi dahsyat yang bertabrakan dan mengarah ke arah Lembah Sunyi.


Fei Chen menoleh kearah timur begitu juga dengan Zmeya. Mereka berdua menghindar saat bola api raksasa berwarna hitam dan merah menghancurkan daratan Lembah Sunyi dan mengarah kearah mereka.


“Tuan Machina?!” Zmeya menaikan alisnya dan mengetahui bola api raksasa berwarna merah adalah milik orang yang dia kenal.


“Machina katamu? Siapa dia?” Fei Chen menatap tajam Zmeya sebelum menyerang kembali pria tersebut.


“Dia adalah Tuanku!” Zmeya menjawab sambil tersenyum bangga.


Namun dengan brutal Zmeya menembakkan pistolnya ke sembarang arah dan menciptakan ledakan dahsyat layaknya bom.


Fei Chen menghindar dan mengalirkan Qi dalam jumlah besar, “Jurus Pedang Raja Neraka Kelima - Amarah Api Suci!”


Tebasannya ini membuat Zmeya bergerak dengan cepat untuk memperlebar jarak.


Fei Chen yang menggunakan Aura Zirah Naga Petir berhasil mengejar, “Berhenti melarikan diri!”


“Siapa yang melarikan diri?! Aku hanya memancing dirimu agar masuk kedalam jangkauan seranganku!” Zmeya tersenyum lebar sebelum sebuah kubah aura mengunci lokasi pergerakan Fei Chen.


“Berusahalah untuk tidak mati!” Zmeya menyeringai dan membuat Fei Chen melepaskan Aura Raja Neraka saat menyadari betapa bahayanya serangan yang akan dilepaskan Zmeya.


“Lilitan Perut Bumi!”


Luapan energi dahsyat yang dipenuhi Qi membentuk kubah dan dalam satu kali tarikan pistolnya kubah itu meledak.


Zmeya tertawa keras saat tidak merasakan hawa keberadaan Fei Chen.


“Tidak ada yang bisa lolos dari Lilitan Perut Bumi. Kau sudah dipastikan mati-”


“Mati katamu? Aku ada disini keparat!” Fei Chen menekan hawa keberadaannya semaksimal mungkin dan muncul di belakang Zmeya saat kepulan asap memenuhi Lembah Sunyi mulai berangsur-angsur menghilang.


“Kau!” Zmeya langsung mengarahkan pistolnya kearah Fei Chen.


“Terlambat!” Fei Chen sudah mengalirkan Qi pada Pedang Raja Neraka dan melepaskan energi pedang yang membara.


“Jurus Pedang Raja Neraka Kedelapan — Pembasmi Malam!”


Zmeya mengumpat dan merelakan tangan kanannya dipotong Fei Chen daripada harus kehilangan nyawanya.


‘Aku terlalu meremehkan orang ini!’ Zmeya mengumpat dalam hati dan menatap dingin Fei Chen yang terlihat kembali menyerangnya.


“Sepertinya tubuhmu sudah tidak terlalu keras.” Fei Chen tersenyum saat berhasil memotong tangan kanan Zmeya.


“Jangan sombong bocah!” Zmeya melompat jauh kebelakang sebelum mengeluarkan energi dahsyat yang meluap dari dalam tubuhnya.


Fei Chen bisa merasakan aura mematikan yang keluar dari tubuh Zmeya sama seperti Gao Lu Ma dan Sun Yelong.


“Wujud Iblis Sejati!”