Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 352 - Menjadi Bawahan Jugo


PPFC 352 - Menjadi Bawahan Jugo


Pagi hari berikutnya Fei Chen melanjutkan perjalanan menuju Negeri Air. Tempat yang pertama kali dia kunjungi adalah Pelabuhan Mizuha. Sebuah pelabuhan yang ramai ini dipenuhi para nelayan. Fei Chen mengetahui jika Negeri Air banyak orang yang bekerja sebagai nelayan, namun mereka tidak sejahtera.


Sama halnya dengan Ladang Yasai yangyang sangat ironis kondisi pada pekerjanya, para nelayan di Pelabuhan Mizuha juga demikian. Fei Chen sendiri memperhatikan semua ini dari atas langit mengingat sekarang identitasnya sebagai Onigari.


Selain itu dia selalu mengingat pesan Su Xiulan dan yang lain jika dirinya memiliki paras yang merepotkan. Sehingga Fei Chen tidak terlalu menyukai keramaian.


“Aura ini...” Saat Fei Chen sibuk memperhatikan para nelayan, dia merasakan dua aura yang kekuatannya sama seperti San Zhu.


‘Kakak Zhu di Kota Hamu bukan? Dia membuatku khawatir.’ Fei Chen mengumpat dalam hati dan menekan aura tubuhnya agar kedua orang itu tidak merasakan hawa keberadaannya.


Sebenarnya Fei Chen ingin menggunakan Deshe untuk mengetahui identitas kedua orang itu, namun kekuatan Deshe melemah setelah menyusuri Menara Naga Kuno.


Fei Chen tidak mengetahui jika beberapa klon Deshe juga telah menghilang, bahkan Fei Chen kesulitan untuk memanggil Deshe yang asli dimana sekarang ular itu sedang memulihkan kekuatannya.


‘Yulong, bagai keadaan Deshe?’ Melalui telepati Fei Chen bertanya.


‘Tuanku, mohon maaf tetapi kondisi Deshe sangat buruk. Dia begitu ketakutan dan menggunakan seluruh kekuatannya untuk melarikan diri setelah melihat sosok Naga yang membeku di Pulau Onigawara.’ Melalui telepati Yulong menjelaskan.


Yulong mengatakan bahwa sekarang hanya tersisa satu klon Deshe yang telah menemukan informasi menarik di Pulau Onigawara. Informasi yang dibawa Deshe tidak lain adalah keberadaan tiga orang kuat yang menjadi pelayan Sun Yelong.


Kemampuan ketiga orang itu mendekati Raja Iblis Agung. Fei Chen yang mendengar ini memejamkan matanya dan berpikir untuk memancing ketiga orang itu agar tidak mengurangi jumlah korban di pihaknya.


Akhirnya setelah mendengar penjelasan Yulong yang telah diberitahu Deshe tentang apa yang terjadi di Pulau Onigawara, Fei Chen turun dengan kecepatan tinggi ke Pelabuhan Mizuha dan melepaskan topengnya.


Fei Chen menggunakan penutup wajah lalu berjalan mengelilingi Pelabuhan Mizuha. Biarpun sudah memakai penutup wajah, kehadiran Fei Chen membuat semua orang menjauhinya.


Fei Chen tidak sengaja bertemu dengan dua orang yang memiliki kemampuan tinggi. Kedua orang itu adalah Jugo Kagura dan Eimi Mizuha. Fei Chen yang tidak mengetahui identitas keduanya nampak tenang saat Jugo menghampiri dirinya.


“Kau terlihat sangat mencurigakan? Apa kau Onigari?” Jugo langsung melepaskan aura tubuhnya hingga api merah menyebar kearah Fei Chen.


Dengan santai Fei Chen tidak menghindari api tersebut dan hanya memberikan jawaban.


“Onigari? Aku bukan Onigari, aku hanya seorang pendekar dari Kekaisaran Ma yang ingin membebaskan penguasaku. Aku mendengar dia ditangkap di Onigawara. Jadi aku sedang dalam perjalanan menuju kesana.” Fei Chen menjawab dengan tenangnya.


Tubuh Jugo menghilang dalam sekejap dan sudah berada didepan Fei Chen. Tebasan cepat dan tajam mengarah langsung pada leher Fei Chen.


Senyuman tipis menghiasi wajah Fei Chen saat mengetahui kemampuan Jugo yang diluar dugaannya. Dalam keadaan setengah kayang Fei Chen menghindari tebasan tersebut lalu Fei Chen menghembuskan nafas api dari mulutnya.


“Reflek yang luar biasa. Biasanya orang akan mati setelah aku menggunakan tebasan itu. Nampaknya kau berbeda, katakan padaku siapa namamu?” Jugo mengibaskan katana miliknya dan menyarungkannya kembali.


“Namaku... Aku adalah Fei Long...” Fei Chen menjawab dengan asal dan tidak sengaja dia menggunakan nama anaknya.


“Fei Long... Fei? Tunggu apa kau masih berhubungan dengan Kaisar Ma yang dipenjarakan oleh Sun Yelong?” Jugo bertanya serius karena dia ingin menjadikan Fei Chen sebagai salah satu pelindung Shogun Raido mengingat kemampuannya.


Fei Chen pun tersenyum dan berkata, “Ya, aku masih bersaudara dengan penguasa. Bukankah sudah jelas itu menjadi alasanku ke Negeri ini karena ingin menyelamatkannya saudaraku itu.”


“Aku mengerti. Fei Long, bagaimana jika kau ikut denganku. Aku akan berbicara dengan Raido agar menjadikanmu sebagai salah satu dari kami. Kemampuanmu hebat dan akan percuma jika kau hidup untuk mengabdikan diri pada Kaisar Ma.” Sebuah tawaran tidak terduga datang dari Jugo dan Fei Chen tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.


“Aku tertarik. Tetapi aku ingin mengajukan satu syarat. Jika kau tidak mengabulkannya, maka kita hentikan pembicaraan ini.” Fei Chen ingin Jugo meminta pada Shogun Raido agar tidak membuatnya melepas penutup wajahnya.


“Jika kalian menerimaku yang menggunakan penutup wajah dan tidak memintaku melepasnya, aku akan bersedia bergabung dengan kalian. Tetapi kalian harus ingat aku kemari untuk menyelamatkan saudaraku, jadi aku ingin meminta Shogun Raido membujuk Sun Yelong agar tidak membunuh Fei Chen.” Fei Chen mengutarakan syaratnya pada Jugo.


“Baiklah, aku akan membicarakannya dengan Raido.”


Sementara itu Eimi menatap serius Fei Chen, ‘Orang yang menarik sampai membuat Jugo tertarik. Sepertinya aku bisa mengajaknya tidur.’


Eimi berjalan mendekat Fei Chen dan berbisik lembut ditelinganya, “Ngomong-ngomong nama pria itu adalah Jugo Kagura dan aku adalah Eimi Mizuha. Kami tidak menyebutkan nama kami karena tidak ingin orang-orang mengetahuinya. Jika ada waktu sepi untuk kita berdua, aku harap kau menerima ajakanku untuk kencan.”


“Hah?” Fei Chen mengerutkan keningnya karena diajak kencan Eimi.


‘Jadi ini dua orang yang dimaksud Hadetaka, sisanya Hayabusa...” Fei Chen membatin dan memiliki rencana lain untuk mengorek informasi.


Jika Deshe masih trauma dan ketakutan maka dia akan membagi kekuatannya selama beberapa waktu untuk menciptakan klon.


‘Baiklah, sepertinya ini akan menarik.’ Fei Chen tertawa dalam hatinya karena bisa mengelabui Jugo dan Eimi.