
PPFC 181 - Tubuh Langit Surgawi
“Tu-Tuan Muda Fei, apa Adik Xiuxiu baik-baik saja? Aku mau menjenguknya dan mengucapkan selamat padanya...” Setelah berkata demikian Ning Guang segera kembali bersikap angkuh dan mendominasi.
“Istriku baru saja tidur. Sepertinya dia kelelahan,” jawab Fei Chen.
Lalu Fei Chen melangkahkan kakinya menuju ruang singgasana namun sebelum sampai disana, Yin San dan Guan Ling menyapanya.
“Chen‘er, selamat atas kehamilan istrimu.” Guan Ling tersenyum ramah pada Fei Chen lalu mendekati pemuda itu dan berbisik pelan, “Tolong jaga Xiaxia ya. Pastikan dia segera menyusul istri pertamamu.”
“Kami akan kembali ke Kekaisaran Yin,” ucap Guan Ling.
“Aku akan mengantar.”
Fei Chen langsung membuka segel Portal Teleportasi yang langsung berhubungan dengan pintu masuk Istana Yin.
“Chen‘er, kau tidak pernah berhenti membuatku terkejut.” Yin San langsung masuk dan menghilang. Seketika Guan Ling panik.
“Suamiku? Chen‘er, kau-”
“Bibi, Paman San sudah duluan. Tidak ada yang perlu ditakutkan, kemarilah...” Fei Chen menuntun Guan Ling memasuki portal dan alangkah terkejutnya wanita beranak satu itu saat mengetahui dirinya sudah berada di Istana Yin.
Yin San dan Guan Ling hendak mengatakan sesuatu kepada Fei Chen jika mereka berdua akan menyebarkan kabar pernikahan politik Kaisar Ma dengan putrinya, namun portal teleportasi sudah menghilang.
“Tuan Muda Fei, apa kau mencari Yanyan? Jika mencarinya dia sedang berada di taman melihat Tuan Putri Yin berlatih.”
Fei Chen menoleh ke arah sumber suara dan menemukan Ning Guang yang mendekatinya. Keduanya saling berpandangan sebelum Ning Guang mengingat kenakalan Fei Chen pada dirinya dan itu membuatnya menjaga jarak.
“Permaisuri, apa kau sedang menggodaku?” Fei Chen mendekat dan Ning Guang mundur hingga akhirnya tubuh wanita paruh baya itu menabrak dinding.
“Tunggu! Apa yang kau lakukan Tuan Muda Fei?! Aku ini wanita yang harus kau hormati! Aku lebih tua darimu! Sadarlah!” Ning Guang menatap dingin Fei Chen dan membuat pemuda itu tersenyum hangat.
“Bukankah sudah waktunya kau mengembalikan Kalung Ketenangan itu Permaisuri? Itu adalah kalung peninggalan mendiang Ibuku. Aku mohon padamu jangan membuatku mengulangi hal kemarin.” Fei Chen serius mengatakan itu dan membuat Ning Guang mendorong tubuh pemuda itu hingga keduanya berjarak.
“Dengar baik-baik Tuan Muda Fei, kalung itu akan menyelamatkanmu dan itu tugasku untuk menyimpannya karena kalung itu memiliki kecocokan dengan kondisi tubuhku.”
Ning Guang menatap Fei Chen lama sebelum menjelaskan bahwa dirinya memiliki kondisi khusus. Ning Guang memiliki Badan Perawan Suci seperti Jia Li, dimana pria yang merenggut kesuciannya akan memberikan banyak keuntungan pada lawan jenisnya.
Fei Chen mengetahui jika di dunia ini ada beberapa perempuan yang memiliki Badan Perawan Suci. Fei Chen memejamkan mata mencoba mengingat ingatan Raja Neraka dan Dewa Naga, saat itu dia mengetahui ada tujuh perempuan yang memiliki Badan Perawan Suci.
Ning Guang menatap Fei Chen dalam dan membuat lawan bicaranya itu luluh. Senyuman tipis menghiasi wajah Ning Guang sebelum kembali menceritakan tentang sebuah tubuh khusus yang dimilikinya sejak lahir yakni Tubuh Langit Surgawi.
Fei Chen merasa bersalah saat kemarin mengira Ning Guang sengaja menggoda dirinya, terlebih dia mempermainkan wanita yang lebih pantas menjadi Ibunya itu.
“Kau mengetahui Segel Langit yang merupakan salah satu Sembilan Pusaka Dewa bukan?” Ning Guang bertanya karena mengira Fei Chen mengetahuinya.
Fei Chen tentu mengetahui Segel Langit dari ingatan Dewa Naga dan Raja Neraka. Dia mengira setiap Pusaka Dewa hanyalah pedang, golok dan cincin. Namun dalam kasus Segel Langit, Pusaka Dewa ini merupakan sebuah ingatan.
Dimana cara untuk mendapatkan Segel Langit hanya dengan melakukan hubungan badan dengan pemilik Tubuh Langit Surgawi. Mengetahui hal ini Fei Chen langsung memerah wajahnya begitu juga dengan Ning Guang.
“Tuan Muda Fei, buat hatiku ini percaya padamu jika dirimulah yang pantas mendapatkan hati dan tubuhku ini. Aku berharap kau bisa menjadi suamiku walaupun kau lebih pantas menjadi anakku.” Tatapan penuh harap Ning Guang membuat detak jantung Fei Chen berpacu cepat.
“Aku ingin orang yang mewarisi Segel Langit yang dijaga mendiang Ibuku dan leluhurnya jatuh ke tangan orang yang tepat...”
Fei Chen berjalan mendekat dan hendak memeluk Ning Guang, namun tak lama Ma Mingyan muncul dari arah pintu dan berlari kearahnya.
“Chen‘gege! Chen‘gege! Guru Su dimana?”
Ning Guang berbisik pelan sebelum pergi, “Jika suasana sepi, aku menunggumu dikamarku.”
Fei Chen mengangguk sambil mencubit gemas pipi Ma Mingyan yang meminta untuk diantarkan melihat kondisi Su Xiulan.
Mengetahui Su Xiulan hamil membuat Ma Mingyan kegirangan. Ma Mingyan yang berumur lima belas tahun namun sangat kekanak-kanakan itu membuat Fei Chen bingung.
“Chen‘gege, dua tahun lagi aku sudah dewasa. Dulu Ayahanda pernah bercerita jika aku boleh menikah saat usiaku berumur tujuh belas tahun. Jadi tunggu aku dua tahun lagi Chen‘gege...” ucap Ma Mingyan malu-malu.
“Aku menantikan itu Yan‘er.” Fei Chen tersenyum hangat dan membuat Ma Mingyan langsung berlari menuju ke kamarnya.
Ma Mingyan sulit mengekspresikan perasaannya karena perasaan kepada Fei Chen yang sangat kuat. Pada akhirnya dia yang selalu merenung dan diam berubah menjadi anak manja dan berenergi karena ingin mencari perhatian dari Fei Chen.
Disisi lain Fei Chen berjalan keluar Istana Ma menuju taman sambil melamunkan tentang Pedang Sembilan Petir dan Segel Langit.
____
Jangan baca doang.
Support penulis dengan cara memberikan poin/koin sebagai bentuk dukungan penuh kalian kepada penulis. Kalaupun tidak memberikan memberikan poin/koin, kalian bisa support penulis dengan cara lain seperti memfollow akun penulis, memberikan like, hadiah dan komentar serta membagikan karya ini kepada teman kalian. Apresiasi kalian sangat berarti untuk penulis agar semangat update disetiap chapternya.