Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 319 - Mana Rekan Dan Musuh?


PPFC 319 - Mana Rekan Dan Musuh?


Tidak butuh waktu lama bagi Hirataka dan Xiao Gang menumpas para anggota Organisasi Sakura Darah. Kini pertarungan itu hanya menyisakan Hirataka melawan Nenji dan Xiao Gang melawan Inui.


Pertarungan antara Xiao Gang dan Inui nampak seimbang. Keduanya terlihat pertukaran serangan yang sengit dan energi yang dilepaskan Inui dari tusukan tombaknya berhasil membuat Xiao Gang terlempar.


Berulang kali tusukan tombak Inui mencoba menghunus badan Xiao Gang namun Xiao Gang masih dapat menghindar.


“Melompat kesana kemari seperti serangga!” Inui nampak geram karena serangannya tidak dapat mengenai Xiao Gang.


Xiao Gang hanya tersenyum menyeringai mendengar ucapan Inui padanya. Permainan pisau kecil Xiao Gang nampak mengagumkan karena berhasil menangkia tusukan tombak Inui.


“Sepertinya aku terlalu sulit menjadi lawanmu bukan?” Xiao Gang berkata sambil menghindari ayunan tombak yang mengincar lehernya.


Lalu dengan gerakan tipuan, Xiao Gang melemparkan lima pisau kecil yang kang menancap dibagian badan Inui. Erangan kesakitan Inui terdengar saat Xiao Gang melompat dan menendang perut pria tersebut.


“Sialan! Kau benar-benar melakukannya!” Inui menunjukkan kemarahannya dan tersadar bahwa seluruh anggotanya telah binasa.


“Apa yang kalian harapkan dengan semua ini?” Inui tertawa sinis karena menurutnya tindakan yang dilakukan Kosuke, Uzui dan Tenkai hanya sia-sia. Dihadapan kekuatan mutlan dan tak terkalahkan maka semua rencana dan pengorbanan mereka yang lakukan akan percuma.


“Rumor tentang pemberontakan itu ternyata benar. Orang-orang dari Negeri Api memang merepotkan. Seharusnya kalian tenang seperti orang-orang dari Negeri Air yang menerima nasib mereka.” Inui melepaskan energi pekat dari tombaknya dan menyerang brutal Xiao Gang.


‘Serangannya berubah?’ Xiao Gang nampak kesulitan melawan balik Inui. Terlihat dari gerakannya yang melambat setelah menahan hebat serangan Inui dan melepaskan serangan balik.


Inui tersenyum lebar, “Percuma saja! Kau tidak akan bisa mengalahkan diriku ini!” Serangan yang akan dilepaskan Inui adalah tusukan yang langsung mengincar jantung Xiao Gang.


Namun sebelum tusukan tombaknya menyentuh tubuh Xiao Gang, sebuah tendangan mengenai kepala Inui yang dilakukan oleh Kosuke.


“Apa yang kau lakukan? Kau mengganggu pertarunganku?” Xiao Gang menjaga jarak dari Kosuke dan terlihat kesal.


Sedangkan Inui menatap Kosuke penuh kemarahan, “Kosuke keparat! Kau menunjukkan sifat aslimu pecundang!”


“Hahaha! Pecundang katamu?! Aku bukanlah penjilat yang dengan mudahnya tunduk pada kekuasaan Sun Yelong! Aku berbeda dengan kalian!” Kosuke menyerang Inui dalam dan berhasil mendaratkan ujung tombaknya menembuz perut Inui.


“Ugh... Keparat!” Inui mengayunkan tombaknya dan Kosuke juga melakukan hal yang sama.


“Apa kau marah padaku?” Kosuke menyadari bahwa Xiao Gang memiliki kedekatan dengan Hirataka.


Xiao Gang hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Kosuke. Keduanya nampak bersitegang untuk sesaat sebelum Kosuke memberitahu bahwa hal yang barusan dia lakukan merupakan cara terbaik.


“Cara seperti itu tidaklah keren dan menurutku seperti seorang pecundang.” Xiao Gang tidak menyukai aksi Kosuke yang menyerang Inui dari belakang saat keduanya tengah bertarung sengit.


Kosuke tertawa dan menggelengkan kepalanya, “Kau masih muda. Kelak kau akan mengetahuinya bahwa kemenangan dan yang bertahan hidup adalah pemenang sejatinya.”


Setelah berkata demikian Kosuke menonton pertarungan Hirataka melawan Nenji bersama anggotanya yang lain. Pertarungan itu mendekati babak akhir karena Hirataka lebih unggul memberikan perlawanan kepada Nenji.


“Hirataka... Kau juga berkhianat rupanya?! Jadi kejadian di Kekaisaran Ma itu benar?” Nenji memuntahkan darah segar dari mulutnya setelah bertanya demikian.


Hirataka hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Nenji. Tanpa keraguan Hirataka mengayunkan pedangnya memotong kepala Nenji dan mengakhiri hidup lawannya tersebut.


“Karena hal semacam ini kita tidak mengetahui mana yang seorang rekan dan musuh. Kejadian pahit saling membunuh dan menuduh sudah membuatku jera. Aku akan mewujudkan keinginan beliau untuk membebaskan Kekaisaran Kai dari cengkeraman orang-orang itu. Untuk itu aku tidak segan mengotori tanganku ini.” Hirataka tidak meratapi kematian Nenji dan langsung berjalan menuju tempat keberadaan Kosuke, Uzui dan Tenkai.


“Apa kau menemukan orang-orang yang bersedia menolong kita?” Kosuke bertanya setelah berjabat tangan dengan Hirataka.


“Seperti yang kau lihat, Kosuke. Aku menemukan beberapa rekan yang siap membantu kita. Dia adalah salah satunya.“ Hirataka menjawab dan menunjuk Xiao Gang.


“Orang-orang yang akan bertarung bersama kita sangat sedikit.” Hirataka tersenyum kecut dan membuat Kosuke mencengkeram erat bahu kawan lamanya itu.


“Dengan orang yang seadanya kita akan menyerang Sun Yelong bertepatan dengan digelarnya Festival Naga Api? Sedikit orang maka akan lebih baik, asalkan Sun Yelong mati maka itu akan menjadi kemenangan untuk kita.” Kosuke berkata dengan suara tenang.


“Ya, kita akan mengumpulkan rekan kita sebanyak-banyaknya di Negeri Api, Negeri Air dan Negeri Es. Untuk itu kita pun harus menerima bantuan orang-orang yang dinas budak.” Hirataka menjelaskan bahwa orang-orang yang dijadikan siap membantu rencananya.


Mendengar itu Kosuke menyambut kedatangan Fei Chen yang menyamar sebagai budak dan orang-orang yang berada dibelakangnya.


“Aku melihat keberanianmu melawan para Shinobi Sakura Darah. Kau luar biasa.” Kosuke memuji Fei Chen.


“Aku hanya terbawa suasana saja karena melihat kesempatan kemenangan kalian yang besar.” Fei Chen menyambut jabatan tangan Kosuke sebelum disambut anggota pemberontakan.


“Sebaiknya kita bergegas menuju Pelabuhan Hizen. Dalam beberapa hari ini pengawasan akan dilakukan olehku jadi Pelabuhan Hizen akan aman. Kita bisa menggunakan tempat itu sebagai markas sementara.” Kosuke mengajak semua orang yang menaiki kapal penjemputan budak untuk berlayar menuju Pelabuhan Hizen yang berada di Negeri Api, Kekaisaran Kai.