Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 249 - Bertemu Emi Kagura


PPFC 249 - Bertemu Emi Kagura


Suara keributan dan teriakan samurai Organisasi Sakura Darah menggema. Fei Chen tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menghabisi anggota Organisasi Sakura Sakura Darah tersisa.


Gemuruh petir dan tebasan yang dipenuhi petir itu sudah membunuh lusinan nyawa dan terus berlanjut hingga akhirnya ratusan nyawa samurai Organisasi Sakura Darah mati ditangan Fei Chen.


Sebelum situasi semakin ramai, Fei Chen melenyapkan tanda-tanda pembunuhannya menggunakan api hitam, lalu dia pergi meninggalkan Rumah Hiburan Temari menuju kediamannya Hadetaka untuk menjemput Ichiba.


Ada beberapa pasang mata yang melihat pertarungan dilakukan Fei Chen. Ada Hinatsuru yang melihat bagaimana Fei Chen dengan agresif membunuh para samurai Organisasi Sakura Darah dan Ameko yang sedang mencari keberadaan Fei Chen sekilas melihat pemuda itu.


“Bibi! Apa Bibi baik-baik saja? Orang tadi yang Bibi layani? Bukankah dia Onigari?” Hinatsuru langsung berlari kearah Ameko.


Nampak Ameko sudah merias diri secantik mungkin agar Fei Chen puas, namun Fei Chen sudah pergi meninggalkannya. Sejuta kekesalan menumpuk dibenak Ameko karena merasa Fei Chen tidak tertarik padanya.


Sejauh ini Ameko selalu menjadi perhatian pria. Tidak ada yang pernah menolak ketika dia suruh dan selalu tertarik pada tubuh indahnya. Namun Fei Chen berbeda, Ameko merasa Fei Chen berbeda dengan pria yang sudah dia temui selama ini.


“Hinatsuru, Bibi baik-baik saja. Apa orang itu memakai topeng?” Ameko bertanya untuk memastikan.


Hinatsuru mengangguk, “Syukurlah jika Bibi baik-baik saja. Bibi, orang itu memakai topeng dan ciri-cirinya sama persis yang sekarang menjadi heboh.”


“Maksudmu dia adalah Onigari yang sesungguhnya?” Ameko kembali bertanya.


“Iya Bibi.” Hinatsuru sendiri takut jika Ameko mengalami kejadian buruk setelah melayani Fei Chen.


‘Pemuda itu sangat tampan. Ini pertama kalinya aku memandang pria dengan perasaan terpana dan berdebar. Sejak aku kehilangan mahkotaku karena diperkosa Guruku, aku menjadi seperti ini...’ Ameko menghela nafas dan membatin.


Lalu Ameko berjalan keluar Rumah Hiburan Temari untuk memastikan bayangan Fei Chen, namun pemuda itu sudah tidak ada. Hinatsuru mengikuti Ameko dari belakang dan memegang tangan Ameko.


“Bibi, bagaimana jika kita mengakhiri semua ini?” Hinatsuru merasa bahwa Ameko tidak ingin menjalani kehidupan yang seperti sekarang ini.


“Mengakhiri semuanya? Apa kau mengajak Bibi bunuh diri?” Ameko menatap Hinatsuru tajam.


Hinatsuru menggelengkan kepalanya. Dia tidak ingin bunuh diri. Pikiran itu tidak pernah terbesit didalam kepalanya dan Hinatsuru sendiri ingin Ameko ataupun Emi menemukan kebahagiaannya.


“Bibi, aku ingin Bibi Ameko dan Ibu menemukan kebahagiaannya. Aku harap Bibi bisa menemukan pria yang mencintai Bibi dengan tulus apa adanya dan membuat Bibi bahagia.” Hinatsuru mengatakan isi hatinya tentang rasa kasihannya pada Ameko dan Emi.


Ameko pun tersenyum dan merasa terharu mendengar ucapan Hinatsuru. Selama ini Ameko tidak pernah terbesit memikirkan semua itu, dia sudah kecewa dikhianati pria yang menyelamatkan hidupnya dan mengajarinya bertarung seperti samurai untuk bertahan hidup.


Namun pria itu merenggut mahkotanya dengan keji dan membuat Ameko menderita setelah memperlakukannya layaknya budak. Sejak itu Ameko tidak mempercayai pria dan tenggelam dalam keindahan duniawi yang tidak pernah membuat Ameko puas.


“Terimakasih Hinatsuru.”


Setelah mengetahui bahwa Organisasi Sakura Darah telah lenyap, Ameko dan Hinatsuru pergi meninggalkan Rumah Hiburan Temari. Keduanya berjalan menuju sebuah rumah yang ada dipinggir kota.


Disisi lain Fei Chen dan Ichiba sudah berada di tempat kediaman Emi Kagura. Terlihat Takamura menyapa Fei Chen dan mengobrol dengannya.


“Tuan Onigari, salah satu syarat yang kau ajukan bahwa kami bertiga benar-benar seorang rekanmu adalah dengan mempertemukan dirimu dengan pewaris sah keluarga Kagura. Tuan Putri juga mengajukan syarat agar kau melepaskan topengmu dihadapan dirinya.” Takamura mengatakan syarat yang diajukan Emi Kagura.


Fei Chen tidak keberatan. Dia percaya diri jika berhadapan dengan wanita dari yang muda sampai yang paruh baya.


“Aku tidak keberatan Takamura,” kata Fei Chen.


“Kalau begitu mari kita masuk.”


Takamura membuka pintu dan mempersilahkan Fei Chen dan Ichiba masuk.