Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 312 - Lembah Persik Tersembunyi


PPFC 312 - Lembah Persik Tersembunyi


Hanya dalam beberapa ini perkembangan Istana Naga Neraka Terdalam semakin terlihat. Fei Chen memantau perkembangan di Kekaisaran Ma, Kekaisaran Yin, Kekaisaran Yang, Kekaisaran Chu dan Kekaisaran Jia secara bergantian.


Selama beberapa hari ini Fei Chen menetap di Kekaisaran Chu atau lebih tepatnya di Paviliun Bunga Persik bersama sembilan istri sahnya. Setelah melewati beberapa ritual Fei Chen bersama Qiao Mi, Zhang Xue dan Xi Taohua pergi menuju aula leluhur Istana Bunga Persik.


Lokasi aula leluhur Istana Bunga Persik berada didalam Lembah Persik Tersembunyi. Perjalanan itu membuat Qiao Mi harus kembali ke Kekaisaran Chu karena kandungannya dan Fei Chen meminta Deshe dan Fengxue menjaga istrinya yang sedang hamil itu.


Sebelum pergi Qiao Mi sudah menjelaskan kepada Fei Chen tentang tata krama memasuki aula leluhur Istana Bunga Persik.


“Sekarang kau sudah bisa mencabut pedang itu Chen‘er. Kau sangat ganas selama beberapa malam ini.” Xi Taohua tersenyum menggoda saat berdiri disamping Fei Chen.


“Benar-benar malam yang panjang dan melelahkan...” sahut Zhang Xue.


“Mau bagaimana lagi. Aku tidak bisa menahan diri saat kalian secara bergantian ingin menjalankan tugas sebagai istriku.” Fei Chen tersenyum dan berjalan mendekati aula leluhur Istana Bunga Persik.


Sebelum melangkah lebih jauh Fei Chen melepaskan Qi dalam tubuhnya. Sembilan Jiwa Persik menyatu dengan tubuhnya dan Fei Chen mulai merasakan disetiap sel-sel dalam tubuhnya tersengat aliran listrik.


‘Aku bisa merasakannya...’ Fei Chen membatin dan mulai mendekati aula leluhur Istana Bunga Persik.


Lalu pandangan mata Fei Chen jatuh pada sebuah pedang yang tertancap. Pedang berwarna hitam dengan sarung pedang berwarna ungu itu membuat Fei Chen bergetar saat menatapnya.


‘Perasaan apa ini? Aku tidak bisa menghentikan getaran dalam tubuhku...’ Semakin mendekat, semakin bergidik tubuhnya.


Fei Chen menatap lama Pedang Sembilan Petir sebelum menggenggam gagangnya. Dengan penuh tekad Fei Chen mengalirkan aura tubuhnya pada Pedang Sembilan Petir.


DUAR!!!


Sembilan cahaya berwarna ungu menyambar tubuh Fei Chen disusul dengan cuaca disekitar Lembah Persik Tersembunyi yang berubah gelap. Langit menghitam dan suara petir yang bersahutan mulai terdengar jelas ditelinga.


Fei Chen menoleh kebelakang dan menatap kedua istrinya yang memandang dirinya. Nampak Xi Taohua dan Zhang Xue menatapnya tanpa berkedip saat menyaksikan fenomena alam yang berubah saat Fei Chen menarik Pedang Sembilan Petir.


JEDARRR!!!


Saat Fei Chen menarik Pedang Sembilan Petir sepenuhnya, langit diatas sana terlihat terbelah dan sosok Naga Petir menyambar tubuh Fei Chen hingga menghancurkan aula leluhur Istana Bunga Persik.


Xi Taohua dan Zhang Xue menatap cemas asap hitam yang membuat mereka tidak dapat melihat Fei Chen.


“Tenang saja, istriku. Daripada itu kenapa kalian selalu saja memanggilku Chen‘er? Aku lebih suka Gege...” Suara Fei Chen terdengar bersamaan dengan asap hitam yang menghilang.


Tubuh Fei Chen diselimuti petir putih dan nampak pemuda itu tersenyum hangat pada kedua wanita dewasa tersebut.


“Chen‘er... Panggilan itu terdengar lebih hangat dan kau juga selalu memanggilku Bibi Xi!” Xi Taohua tersenyum dan langsung memeluk tubuh Fei Chen.


“Syukurlah Chen‘er, suamiku!” Zhang Xue ikut memeluk tubuh Fei Chen.


Fei Chen membalas pelukan kedua istrinya dan memejamkan mata, “Istriku, sekarang bukan waktunya untuk berpelukan. Apa kalian tidak merasakannya?”


Xi Taohua dan Zhang Xue segera melepas pelukan mereka. Xi Taohua menyapu pandangan matanya ke sekelilingnya begitu juga dengan Zhang Xue.


“Chen‘er...” Xi Taohua merasakan ribuan hawa membunuh yang mendekat.


“Jadi rumor tentang penghuni Lembah Persik Tersembunyi benar. Sepertinya kemunculan mereka karena kau telah berhasil menarik Pedang Sembilan Petir, suamiku.” Zhang Xue mendekat pada Fei Chen dan merasakan hal yang sama dengan Xi Taohua.


Fei Chen membunyikan lehernya dan tersenyum lebar, “Kalian berdua tetap disini. Aku ingin olahraga sebentar.”


“Hihihi olahraga ya? Selama beberapa hari kau sudah melakukan olahraga bersama kami.” Xi Taohua menggoda Fei Chen.


“Sepertinya kau akan pemanasan suami setelah itu baru melaksanakan olahraga bersama kami,” sahut Zhang Xue setelah mengetahui keperkasaan Fei Chen.


“Ekpresi kalian saat mengira diriku imut itu aku masih mengingatnya.” Fei Chen meledak Xi Taohua dan Zhang Xue sebelum melepaskan aura tubuhnya.


“Hentikan! Jangan membahas itu lagi!” Zhang Xue merasa sangat malu begitu juga dengan Xi Taohua.


Fei Chen hanya tersenyum sebelum memandang seribu Gorila Petir dan seribu Harimau Petir yang sudah datang sampai di aula leluhur Istana Bunga Persik.


“Waktunya pemanasan....”