
PPFC 339 - Informasi Dari Deshe
Setelah mengetahui bahwa Shogun Raido menggelar pertemuan, Fei Chen menunggu informasi dari para klon Deshe yang menyebar ke segala penjuru Kekaisaran Kai. Beberapa tempat penting sudah Fei Chen tandai dengan segel teleportasi, sedangkan sekarang Fei Chen memprioritaskan merekrut banyak anggota pasukan pemberontak setelah mendengar penjelasan Suidan.
Fei Chen tidak mempercayai Suidan, namun pria berbadan kekar itu telah memberitahu lokasi keberadaan putri Daimyo Negeri Api yang mereka bertiga layani.
Setelah meninggalkan Ladang Yasai, Fei Chen berniat melanjutkan perjalanannya menuju Tambang Senjata Ryuo dan Tambang Senjata Kaminari. Namun sebelum itu Fei Chen ingin membawa Ichiba ke tempat yang aman.
“Nyonya, bagaimana jika kau menetap di Istana Ma? Aku bisa menjamin keselematanmu disana.” Fei Chen menawarkan pertolongan namun Ichiba dengan dingin menjawab.
“Apa kau sedang mencari perhatian denganku?”
Ichiba masih belum mempercayai Fei Chen, terlebih paras Fei Chen yang rupawan itu merupakan suatu masalah dan Ichiba yakin Fei Chen gemar bermain wanita.
“Nyonya, anda terlalu berprasangka buruk.” Fei Chen sudah terbiasa meladeni sikap judes Ichiba.
“Jika aku menjadi beban untukmu, tinggalkan saja aku. Aku tidak memintamu untuk menjagaku dan kau juga jangan salah paham.” Ichiba menyinggung surat yang ditulis Hirataka.
Fei Chen mulai kesal namun dia memilih diam karena tidak ingin berdebat lagi. Hingga akhirnya Ichiba hanya diam dan mengikuti kemana Fei Chen pergi.
Bahkan saat melihat Fei Chen melakukan pembunuhan, Ichiba hanya menonton dan mememperhatikan Fei Chen yang menghabisi setiap pembunuh suruhan Shogun Raido.
Hingga saat Fei Chen dan Ichiba sampai di sebuah desa, Fei Chen dan Ichiba dikejutkan dengan lukisan buronan wajah Ichiba. Disana tertulis jika Ichiba merupakan istri Yoshimitsu yang melarikan diri.
Wajah Ichiba memucat dan tubuhnya bergetar, Fei Chen menarik lembut tangan Ichiba lalu membawanya pergi. Diatas punggung Fengxue nampak Ichiba diam dan tubuhnya gemetaran.
‘Aku mengerti mengapa dia bisa sampai seperti ini... Tetapi sepertinya dia memiliki kecantikan yang membuat para keparat itu sulit melepaskannya.’ Fei Chen membatin dan memperhatikan wajah dan tubuh Ichiba.
Melihat dirinya ditatap Fei Chen penuh kekaguman membuat Ichiba langsung menampar wajah pemuda yang lebih pantas menjadi anaknya itu.
“Kau pasti berpikir kotor padaku?!” teriak Ichiba dan membuat Fei Chen melongo tidak percaya karena diirnya baru saja mendapatkan tamparan.
“Aku ditampar?” Fei Chen tidak habis pikir jika Ichiba akan melakukan hal ini padanya.
Ichiba mencerna perkataan Fei Chen dan benar apa adanya. Jika Fei Chen menginginkan dirinya, Fei Chen akan melakukannya dengan mudah. Namun Fei Chen tidak melakukannya dan terlihat seperti tidak menginginkan.
‘Syukurlah jika dia tidak tertarik padaku... Tunggu, tapi kenapa aku merasa kesal?’ Ichiba menghela nafas dan bergejolak batinnya.
Sementara itu Fei Chen berdiri diatas punggung Fengxue dan berbicara melalui telepati dengan Deshe.
‘Tuanku, kuasai Tambang Ryuo dan Tambang Kaminari, setelah itu pergilah ke Kota Hamu jika Tuan mencari keberadaan calon istri Tuan.’ Deshe memberitahu lokasi San Zhu yang berada di Negeri Air.
Fei Chen sungguh tidak percaya jika San Zhu tersesat ke Negeri Air. Walaupun terkesan tidak peduli, namun Fei Chen khawatir jika San Zhu melakukan hal bodoh karena bagaimanapun San Zhu adalah kekasihnya.
‘Apa yang dia lakukan?’ Fei Chen bertanya melalui telepati.
‘Itu... Dia memeras uang dari para pria yang ingin menggunakan jasanya, lalu mencicipi makanan disana.’ Deshe menjelaskan jika Fei Chen tidak perlu terlalu khawatir karena tidak ada satupun orang yang menyentuh tubuh San Zhu.
Mendengar itu Fei Chen bernafas lega. Setelah itu Fei Chen mendengarkan penjelasan Deshe jika pria bernama Suidan dapat dipercaya karena di Kota Hinogawa terdapat keturunan Daimyo Negeri Api yang bernama Emi Kagura.
Deshe juga menjelaskan situasi yang ada di Kota Myoko, Kota Hamu, Ibukota Honjo serta dua kota yang ada di Negeri Air yakni Kota Hamu dan Kota Seifu.
Informasi yang Fei Chen dapatkan dari Deshe mempermudah rencana Fei Chen untuk melakukan pergerakan.
Menurut Deshe situasi di Negeri Air berbeda dengan Negeri Api yang dimana orang-orangnya secara terang-terangan melakukan pemberontakan. Di Negeri Air justru situasinya berhasil diamankan karena kemunculan Rei Bersaudara atau lebih dikenal dengan Iblis Kembar Air.
Deshe lebih menyarankan Fei Chen untuk ke Negeri Es ketimbang Negeri Air untuk merekrut anggota pasukan pemberontakan.
‘Jadi Negeri Es adalah wilayah paling sulit diakses karena hampir sama seperti Lembah Sunyi.’ Fei Chen menjadi penasaran.
Sudah hampir puluhan tahun Sun Yelong berkuasa, namun Sun Yelong belum menemukan lokasi tempat persembunyian Keluarga Fuyumi yang menjadi penguasa Negeri Es.
Walaupun Sun Yelong dan Shogun Raido telah membunuh Daimyo Negeri Es yakni Fuyumi Akashi, tetapi penerus Fuyumi Akashi masih hidup sampai sekarang.
‘Tuanku, aku akan menyelusuri Menara Naga Kuno. Kalau begitu ular yang hebat ini pamit undur diri.’ Deshe berpamitan melalui telepati dan Fei Chen menganggukkan kepalanya.