
PPFC 49 - Jia Li Menawan
Setelah memastikan dirinya lolos ke babak delapan besar, Fei Chen kembali ke penginapan bersama Tian Hu, Tian Zhou dan Jia Li. Ketiganya menyantap hidangan yang mereka beli di rumah makan, setelah itu Tian Zhou dan Tian Hu berbincang, sedangkan Fei Chen duduk di teras penginapan bersama Jia Li.
Fei Chen memangku Kucing Manis sambil menatap bulan, “Kenapa firasatku tidak enak...” Sambil bergumam pelan Fei Chen merasakan kegundahan.
Jia Li menatap Fei Chen, “Chenchen, apa kau akan bertemu tunanganmu itu?”
“Tunangan? Oh, dia. Tidak, aku tidak terlalu peduli akan hal itu.” Fei Chen sendiri tidak peduli tentang perjodohannya dengan Yue Lian.
Menurut Fei Chen semua ini karena keputusan sepihak Dao Tao. Baru saja dirinya membicarakan sosok Yue Lian dengan Jia Li, tiba-tiba Fei Chen dan Jia Li didatangi oleh seseorang yang memakai topeng.
“Chen‘er, apa kau berniat memutuskan pertunanganmu dengan Lian‘er?”
Fei Chen mengerutkan keningnya, “Suara ini tidak asing...”
Saat melepas topengnya barulah Fei Chen menyadari orang dihadapannya adalah Dao Tao.
Jia Li segera memberi hormat begitu juga dengan Fei Chen.
“Apa yang Kakek Dao lakukan disini?”
“Chen‘er, apa kau sudah bertemu dengan Lian‘er?” Dao Tao bertanya. Pria sepuh ini menyamar dengan menggunakan topeng dan meninggalkan tugas sektenya karena ingin mempertemukan Fei Chen dengan Yue Lian.
“Aku sudah bertemu dengannya.” Fei Chen menjawab dengan wajah tidak peduli.
“Bagaimana pendapatmu tentang Lian‘er?” Dao Tao kembali bertanya.
Fei Chen kembali menjawab, “Dia terlihat sangat menyukai seni pedang lebih dari siapapun.”
Dao Tao tersenyum, dia tidak menyadari jika Tian Hu tidak sengaja mendengar obrolannya dengan Fei Chen.
“Senior... Dao?” Tian Hu terkejut begitu juga dengan Tian Zhou karena kedatangan Dao Tao. Keduanya memberi hormat dan kembali terkejut karena kabar perjodohan Fei Chen dan Yue Lian ternyata benar.
“Saudara Tian. Jadi kau yang mengawal mereka bertiga disini?” Dao Tao mengenal kerendahan hati Tian Hu dan sudah mengenal pria itu selama puluhan tahun.
“Senior Dao, rasanya tidak sopan jika kami tidak menyambut anda. Silahkan masuk.” Tian Hu mempersilahkan Dao Tao untuk masuk kedalam penginapan yang mereka pesan.
Dao Tao menggeleng, “Kedatanganku kemari untuk memastikan pertemuan Chen‘er dan Lian‘er.”
Sebenarnya Dao Tao tidak ingin Tian Hu tahu jika dirinya kabur dari sekte dan pergi ke Lembah Naga karena keegoisannya sendiri. Dibalik kewibawaannya ternyata Dao Tao ingin merahasiakan tindakannya yang seenaknya ini.
“Aku akan pergi dulu.” Tiba-tiba Dao Tao menghilang dan menghilangkan hawa keberadaannya.
‘Bagaimana menurutmu, Kucing Manis? Kakek Dao terlihat mencurigakan...’ Fei Chen bertanya pada Kucing Manis melalui telepati.
‘Apa kau ingin mencari tahu?” Kucing Manis balik bertanya.
‘Tidak. Setelah ini aku akan pergi mengelilingi Lembah Naga.’ Fei Chen berdiri dan segera menuju kolam air panas untuk menghilangkan kepenatannya.
Tian Hu dan Tian Zhou kembali masuk kedalam penginapan, sedangkan Jia Li masih duduk di teras penginapan.
Beberapa saat kemudian Fei Chen kembali dan telah berpakaian rapi namun dia tidak menemukan Jia Li di teras penginapan. Terlihat Tian Zhou datang dan memberitahu Fei Chen tentang kepergian Jia Li bersama Wei Hongyun.
“Tadi aku melihat salah satu murid jenius Lembah Persik yang bernama Wei Hongyun datang kemari... Selain itu ada juga dua orang lainnya...”
Kurang lebih Fei Chen mengerti penjelasan Tian Zhou tentang ajakan Wei Hongyun pada Jia Li. Tetapi bukan hanya Wei Hongyun saja yang mengajak Jia Li ternyata Song Han dan Lin She juga berniat mengajak Jia Li menikmati keindahan malam Lembah Naga dalam waktu yang bersamaan.
“Saudara Fei, kau tahu jika Saudari Jia terkenal akan kecantikannya. Aku mengerti mengapa banyak laki-laki yang tertarik padanya.” Tian Zhou memegang dagunya dan tersenyum melihat Fei Chen yang terlihat sama sekali tidak peduli.
“Saudara Fei, apa kau tidak peduli akan hal ini?” Tian Zhou bertanya.
Fei Chen menaikan alisnya, “Hah? Ada apa?”
“Eh, tidak.” Tian Zhou tidak lagi berbicara karena menurutnya Fei Chen cemburu.
Padahal tidak seperti yang Tian Zhou pikirkan, Fei Chen sama sekali tidak peduli jika Jia Li memiliki perasaan pada orang lain dan bukan dirinya.
‘Chen, apa kau akan diam saja wanitamu diambil orang?’ Kucing Manis yang terlihat sedang malas-malasan sekarang terlihat sangat antusias.
‘Bocah manusia, kau lebih buruk dari sampah jika membiarkanmu wanitamu disentuh pria lain Cepat awasi wanitamu itu dan jangan biarkan hal yang tidak diinginkan terjadi.’ Pedang Gila menanggapi ucapan Kucing Manis karena sependapat.
‘Wanitaku, ya? Sebenarnya apa yang kalian bicarakan? Dan kenapa kau terlihat lebih antusias dari Pedang Gila, Kucing Manis?’ Fei Chen terlihat risih karena kali ini Kucing Manis dan Pedang Gila terlihat sangat antusias tentang hubungan dirinya dengan Jia Li.
Akhirnya Fei Chen memutuskan untuk mengawasi, alih-alih menemukan Jia Li yang pergi justru Fei Chen menemukan sesuatu yang mengejutkan.
“Siapa yang mengirim kalian kemari? Seharusnya tidak ada Manusia Buas seperti kalian disini!”
Fei Chen menaikan alisnya karena mengetahui sosok pemilik suara, “Bukankah dia... Tuan Putri Yin?”