Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 304 - Kondisi Hirataka


PPFC 304 - Kondisi Hirataka


Fei Chen menemukan Hirataka yang terluka parah dengan luka tusukan serpihan es di perutnya serta luka bakar dibeberapa bagian tubuhnya. Namun yang membuat Fei Chen terkejut adalah penyembuhan yang dilakukan pemuda dengan setengah badan yang terbakar itu.


“Anda siapa?” Pemuda itu bertanya dan menjaga jarak saat melihat kedatangan Fei Chen.


“Tidak perlu takut, aku adalah teman orang yang kau sembuhkan itu.” Fei Chen menjawab dan mendekati Hirataka lalu memeriksa denyut nadinya.


Kondisi Hirataka sangat kritis dan membuat Fei Chen mengeluarkan Pil Embun Bening dan menyuruh Hirataka menelannya. Tak lupa Fei Chen mengalirkan tenaga dalam pada tubuh Hirataka dan mulai mencoba menyembuhkannya.


Setelah tubuh Hirataka berangsur-angsur membaik, Fei Chen mulai menyalurkan Qi hingga akhirnya Hirataka dapat menggerakkan anggota tubuhnya kembali.


“Tuan...” Hirataka menggumam pelan dan mencoba melihat lebih jelas sosok yang menyembuhkan dirinya.


“Tuan Chen?” Hirataka langsung memberikan hormat pada Fei Chen.


“Tuan Chen, maaf atas kelalaianku! Semua yang terjadi murni karena kesalahanku-”


Fei Chen memegang pundak Hirataka sebelum pria itu menyelesaikan perkataannya. Fei Chen menyuruh Hirataka untuk menjelaskan pemuda yang bersamanya di gua karena dirinya sudah mendengarkan penjelasan dari Deshe.


Akhirnya Hirataka menjelaskan identitas pemuda yang dia selamatkan. Pemuda itu bernama Xiao Gang dan merupakan penduduk Xuangang. Pemuda itu berhasil selamat karena Hirataka yang menyelamatkannya.


“Yang Mulia, maafkan atas kelancangan hamba. Sungguh hina diri hamba karena tidak mengenali anda Yang Mulia...” Xiao Gang meminta maaf dan menundukkan kepalanya pada Fei Chen.


‘Rupanya dia seumuran denganku...’ Fei Chen menatap pemuda bernama Xiao Gang tersebut.


“Xiao Gang ya? Apa pekerjaan orang tuamu di Xuangang?” Fei Chen bertanya.


Xiao Gang menjelaskan pada Fei Chen jika dirinya merupakan seorang yatim-piatu yang dipungut Organisasi Sakura Darah di Panti Sakura Darah. Disana dirinya diajarkan ilmu medis namun pemahamannya lemah, Xiao Gang juga mengenal sosok Hirataka.


“Seingatku ada bocah seperti dia... Tetapi aku tidak menyangka kau mengingatku, Junior Xiao.” Hirataka tersenyum lemas dan mencoba berdiri.


“Senior Hirataka, jangan memaksakan diri...” Xiao Gang membantu Hirataka berdiri dan berjalan.


“Lima bulan lagi kita akan berangkat ke Kekaisaran Kai. Hirataka, persiapkan dirimu. Tidak ada waktu untuk meratapi semua ini. Kita harus terus melangkah maju menanggung dosa dan penyesalan ini.” Fei Chen mengatakan itu pada Hirataka agar pria itu tidak merasa bersalah.


Xiao Gang menatap Hirataka dan Fei Chen secara bergantian, lalu mengutarakan niatnya untuk ikut dalam perjalanan menuju Kekaisaran Kai.


“Yang Mulia, Senior Hirataka, bisakah orang seperti hamba menjadi seorang pendekar? Izinkan hamba berlatih dan ikut ke Kekaisaran Kai.” Xiao Gang mengutarakan niatnya.


Fei Chen mengerutkan keningnya, “Menjadi seorang pendekar ya? Aku sarankan kau tidak untuk mengambil langkah itu. Tidak ada yang bisa dibanggakan selain membunuh dan melihat pertumpahan darah.”


“Itu tidak masalah Yang Mulia. Hamba ingin membalasku kematian orang-orang di Xuangang. Yang Mulia barusan mengatakan kita harus terus melangkah maju menanggung dosa dan penyesalan bukan? Jika hamba tidak berbuat apapun dan hidup menjadi orang biasa, maka itu sama saja hamba tidak melangkah maju dan sama seperti orang mati.” Xiao Gang menjawab dan membuat Fei Chen memikirkan.


Hirataka menatap Fei Chen yang terlihat sedang memikirkan jawaban sehingga dia angkat bicara lebih dulu.


“Tuan Chen, sepertinya Junior Xiao dapat membantu kita. Aku sama sekali tidak merasakan hawa ataupun aura jika dia merupakan seorang pendekar dan shinobi. Aku sempat mengira dia adalah mata-mata tetapi ternyata semua itu bukan.” Hirataka mencoba meyakinkan dan akhirnya Fei Chen menganggukkan kepalanya.


“Baiklah, Xiao Gang. Aku menyambutmu.” Fei Chen mengulurkan tangannya pada Xiao Gang.


“Yang Mulia ini...“ Xiao Gang merasa tidak sopan jika harus berjabat tangan dengan Fei Chen.


“Lakukanlah, kau tidak sopan jika tidak membalas jabatan tangan Tuan Chen.” Hirataka menyenggol badan Xiao Gang dan membuat pria itu menjabat tangan Fei Chen.


Baik Fei Chen, Hirataka ataupun Xiao Gang, ketiganya sama-sama merasa terpukul melihat mayat yang bergelimpangan setelah Fei Chen menghancurkan serpihan es yang membeku.


‘Ini sangat mengerikan...’ Hirataka membatin dan membuatnya mengingat pembantaian di Kekaisaran Kai.


“Mari kita bertiga berikan penguburan yang layak untuk mereka.” Fei Chen mengajak Hirataka dan Xiao Gang memberikan penguburan yang layak untuk orang-orang Xuangang.


Cukup lama Fei Chen memberikan penguburan pada jasad yang bergelimpangan bersama Hirataka dan Xiao Gang. Mereka bertiga seperti membuat makam luas yang dimana luasnya tersebut mencakup setengah wilayah kota.


Fei Chen duduk termenung diatas puing bangunan dan menggumam pelan, “Pembantaian selalu saja terjadi. Aku sudah melihatnya berulang kali. Demi mendapatkan kekuatan Iblis mereka melakukan semua ini. Aku sudah berjalan sejauh ini dan aku akan terus mengotori tanganku ini. Ya, karena seseorang harus melakukannya.”


Fei Chen menatap telapak tangannya lalu mengepalkan tangannya dengan erat. Melihat Fei Chen yang nampak syok membuat Hirataka merasa bersalah sedangkan Xiao Gang memperhatikan Fei Chen dengan seksama karena ini merupakan pengalaman pertamanya atau pertama kalinya melihat sikap Fei Chen.


“Yang Mulia, kita telah memberikan penguburan yang layak untuk mereka semua. Kita harus mempersiapkan diri lima bulan lagi. Dan hamba berjanji akan menjadi orang yang kuat dan dapat membuat anda mengingat hamba disepanjang hidup anda, Yang Mulia.” Xiao Gang berkata pada Fei Chen yang tengah duduk termenung.


“Xiao Gang... Jadi apa yang akan kau lakukan? Apa kau ingin aku mengajarimu?” Fei Chen bertanya untuk memastikan tujuan pemuda tersebut.


“Hamba sudah memikirkannya Yang Mulia. Hamba ingin Senior Hirataka mengajari hamba menjadi seorang Shinobi...” Xiao Gang menjawab dan meminta persetujuan Fei Chen agar Hirataka mengajarinya menjadi seorang Shinobi.


Fei Chen menatap Hirataka yang tidak keberatan bahkan pria itu menganggukkan kepalanya.


“Xiao Gang, semua itu tergantung keputusan Hirataka. Aku tidak bisa memberikan jawaban.” Fei Chen berdiri setelah berkata demikian.


“Kalau begitu, Hirataka, apa kau bersedia melatih Xiao Gang?”


“Bersedia, Tuan Chen. Aku bersedia melatih Junior Xiao. Aku akan memastikan dia berguna untuk anda.” Hirataka menjawab penuh kepercayaan diri.


“Berguna untukku ya?” Fei Chen tertawa lirih lalu menggelengkan kepalanya.


“Sepertinya kau sudah sehat kembali Hirataka...” Lalu Fei Chen menepuk pundak Hirataka dan mengajak pria itu untuk ke Ibukota Mafei terlebih dahulu, namun Hirataka menolaknya.


“Yang Mulia, aku akan berada di sekitar Xuangang bersama Junior Xiao. Kita akan berjumpa disini kembali lima bulan lagi. Jika ada informasi penting, aku akan mengabari anda menggunakan Deshe.” Hirataka menjawab lalu menatap Deshe berwujud kecil yang berada di kepala Fei Chen.


“Bagaimana Deshe?” Hirataka bertanya pada Deshe.


Setelah keduanya melakukan perjalanan dan pertarungan bersama, hubungan Hirataka dan Deshe menjadi dekat. Keduanya selalu membicarakan mengenai perkembangan Fei Chen ataupun kehebatan Fei Chen.


Deshe membagi tubuhnya menjadi dua dan tubuh klon dirinya bergerak menuju kepala Hirataka.


“Baiklah, aku tidak keberatan untuk kembali menemanimu Hirataka.”


“Baguslah. Kau sangat membantu Deshe.”


“Jangan memuji ku Hirataka. Pujianmu tidak membuatku senang.”


Fei Chen tersenyum lalu berpamitan pada Hirataka dan Xiao Gang karena dirinya akan kembali ke Ibukota Mafei.


“Kalau begitu aku pergi dulu Hirataka, Xiao Gang. Lima bulan lagi kita bertemu disini. Tetapi jika kalian memiiki waktu, datanglah ke Ibukota Mafei dalam beberapa minggu ini karena aku akan mengadakan pesta pernikahan disana.” Fei Chen membuka portal teleportasi setelah berkata demikian.


“Tuan Chen, kali ini anda benar-benar akan menjadi Kaisar Penakluk Wanita sepertinya.” Hirataka menghela nafas karena menebak jumlah istri yang akan Fei Chen nikahi lebih banyak dari sebelumnya.


“Ya, aku tidak keberatan dengan julukan itu.” Fei Chen menanggapi ucapan Hirataka lalu menghilang dari pandangan Hirataka ataupun Xiao Gang setelah berjalan melewati Portal Teleportasi.