
PPFC 157 - Gua Pedang
[Hong Zi Ran, Tubuh Dewi Kesuburan, Umur 39 Tahun] [Sumber : Pinterest]
Berita tentang musnahnya Sekte Seribu Pedang telah sampai ke telinga istri Qie Xuexuan yakni Qie Shie. Setelah membebaskan Hong Zi Ran, Qie Shie meminta maaf kepada Hong Zi Ran atas perbuatan suaminya.
Hong Zi Ran memang dijadikan sandera namun beruntung wanita itu tidak mengalami kekeras fisik. Hong Zi Ran sendiri sedang syok dan menghadapi tekanan berat setelah mengetahui Tian Zhou mati.
“Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Semua ini bukan salahmu, Shie. Aku sendiri tidak pernah menyangka Kakakku ingin menjadikanku sebagai budak dari Gao Lu Ma!” Hong Zi Ran terlihat kurus dan lemas.
“Zi Ran...” Wanita yang seumuran dengan Hong Zi Ran memegang pundak yang terlihat begitu lemah itu. Wanita itu bernama Qie Shie dan merupakan istri mendiang Qie Xuexuan.
Saat Qie Shie hendak menghibur Hong Zi Ran, salah satu wanita datang memasuki paviliun dan memberitahu Qie Shie bahwa Sekte Seribu Pedang kedatangan pemuda bernama Fei Chen.
Mendengar nama itu membuat Qie Shie memegang pisau, sedangkan Hong Zi Ran menatap kosong Qie Shie yang langsung berlari keluar paviliun.
“Dasar pembunuh!” Qie Shie mengincar perut Fei Chen dan berhasil menusuknya.
Disisi lain Hong Zi Ran menatap dalam Fei Chen mencoba mengingat pemuda tersebut.
“Chen‘er?”
“Bibi Hong?”
Fei Chen memegang pisau milik Qie Shie dan melemparnya, “Maaf Nyonya...” Luka diperut Fei Chen sama sekali tidak fatal bahkan hanya goresan saja.
Melihat pisau yang dia genggam patah membuat Qie Shie syok.
“Kenapa kau membunuh suamiku?!”
Fei Chen berhenti melangkah saat menyadari tatapan penuh kebencian dari wanita yang ada disekitar Sekte Seribu Pedang.
“Dia adalah musuhku jadi aku membunuhnya.” Fei Chen kembali berjalan dan memandang Hong Zi Ran yang terlihat tertekan.
“Chen‘er, jadi ini benar dirimu?” Hong Zi Ran menangis dan memeluk tubuh Fei Chen.
Sedangkan Qie Shie mengepalkan tangannya erat. Sebagian hatinya telah mati karena Qie Xuexuan tidak lagi peduli padanya semenjak mengenal Manusia Buas, disisi lain dirinya masih tidak terima jika Sekte Seribu Pedang binasa.
Melihat Hong Zi Ran menangis dipelukan Fei Chen membuat Qie Shie membuat wanita itu memilih untuk memberikan ruang pada keduanya.
‘Bocah ini berbahaya...’ San Zhu menelan ludah karena heran melihat gadis bahkan seorang janda sekalipun akan jatuh kedalam pelukan Fei Chen.
Setelah Hong Zi Ran tenang, Fei Chen bertanya pada Qie Shie lokasi keberadaan Gua Pedang. Mendengar nama tersebut Qie Shie terkejut karena Gua Pedang hanya diketahui oleh Qie Xuexuan.
“Bagaimana bisa kau mengetahui nama itu?” Bertanya Qie Shie untuk memastikan.
“Aku mengetahuinya dari Lili. Gadis bernama Jia Li.” Fei Chen menatap serius Qie Shie.
‘Jia Li? Bukankah Jia Li telah diselamatkan pendekar Istana Mawar Biru? Ini aneh...’ Karena merasa penasaran Qie Shie akhirnya memutuskan memberitahu lokasi keberadaan Gua Pedang kepada Fei Chen.
Konon Gua Pedang adalah tempat yang dipenuhi aura dan digunakan untuk mengasah jiwa pedang pendekar. Namun tidak ada yang bisa bertahan selama sehari didalam Gua Pedang karena aura mengerikan yang ada didalam gua.
Bahkan Qie Xuexuan sendiri tidak sanggup berlatih di Gua Pedang. Secara sukarela Qie Shie menceritakan kepada Fei Chen sebelum mengucapkan terimakasih karena telah mengakhiri kekacauan yang dibuat Sekte Seribu Pedang.
“Nyonya apa kau memiliki dendam padaku?” Fei Chen bertanya karena merasakan tatapan kebencian dimata Qie Shie walaupun tidak sepenuhnya.
“Sejujurnya aku memiliki dendam terhadapmu. Sekte yang diwariskan padaku ini berakhir digenerasiku. Aku tidak memungkiri jika semua ini adalah salah suamiku tetapi tetap saja semua ini adalah salahmu.”
Mendengar ucapan sumpah serapah Qie Shie padanya hanya membuat Fei Chen menghela nafas panjang.
“Pada akhirnya aku yang salah...” Fei Chen hanya tertawa pelan sebelum memasuki Gua Pedang meninggalkan Qie Shie yang membisu.
“Tunggu!” Qie Shie tidak menyangka Fei Chen akan melewati Gua Pedang tanpa menunggu penjelasannya, “Bocah itu! Semoga saja dia mati!”
Sementara itu di dalam Gua Pedang terlihat Fei Chen tengah menyusuri kedalaman gua yang terasa aneh. Aura didalam gua sangat pekat dan membuatnya merasakan sesak nafas untuk sesaat.
Namun beberapa saat kemudian Fei Chen mulai terbiasa dengan aura pekat didalam gua. Tidak butuh waktu lama baginya untuk menemukan keberadaan Jia Li yang sedang sedang duduk bermeditasi.
“Lili...”
Jia Li membuka matanya secara bertahap dan tersenyum, “Chenchen...”
Sekarang Jia Li terlihat seperti seorang Dewi yang begitu cantik dimata Fei Chen. Senyumannya yang mengembang serta perubahan tubuhnya terlihat begitu jelas.
“Kemarilah Chenchen, aku merindukanmu...”
Fei Chen melihat Jia Li yang menyeka air matanya dan segera menuju tempat gadis itu berada.