
PPFC 362 - Pertarungan Di Kota Seifu
Di kediaman penguasa Kota Seifu.
Terlihat pria berambut merah sedang berbaring dan memeluk tubuh wanita yang bergoyang di atasnya.
“Bagaimana? Dia pandai bukan? Asal kalian berdua memberitahu lokasi Sayuri dan Futaba, maka kalian bisa mendapatkan pelayanan dari wanita ini!” Pria berambut itu adalah Jugo.
“Jugo, gantian. Aku akan mengatakan lokasi mereka berdua. Aku yakin Gagak Hitam sudah menemukannya.” Pria paruh baya yang bernama Agatsuma berdiri dihadapan sang wanita yang tidak lain adalah Eimi dan menjambak rambutnya.
Kemudian pria lainnya yang tidak lain adalah Hakkai tersenyum lebar.
“Kita menikmati tubuh wanita yang merupakan Tiga Penjaga Shogun! Ini luar biasa hahaha!” Hakkai tertawa mengejek saat tubuh Eimi di bolak-balikkan oleh Agatsuma.
Hati Eimi teriris karena dikhianati Jugo. Pada akhirnya dia hanya pasrah karena dibawah pengaruh obat perangsang.
‘Aku ingin mati...’ Batin Eimi menjerit.
Sementara itu Jugo tersenyum sinis saat melihat tatapan sedih Eimi kepada dirinya.
‘Itulah yang kalian harus dapatkan! Kalian juga berkhianat bukan?! Dasar perempuan!’ Jugo membatin dan tertawa sendiri seperti orang gila setelahnya.
Saat Agatsuma dan Hakkai sedang menikmati tubuh Eimi dan menyiksanya, teriakan para samurai terdengar samar sebelum akhirnya menggema.
Ledakan keras terdengar bersahut-sahutan sebelum akhirnya memperlihatkan hancurnya bagian depan bangunan kediaman penguasa Kota Seifu.
Agatsuma dan Hakkai tidak peduli. Mereka berdua ingin menuntaskan kebuasan mereka. Setelah tuntas, keduanya nampak terkejut saat melihat seluruh halaman kediaman yang hancur terlebih kabur darah mulai memenuhi kediaman.
“Apa yang terjadi?!” Segera Agatsuma memakai pakaian bawahnya begitu juga dengan Hakkai.
Sedangkan Jugo berdiri dan menjambak rambut Eimi sambil meremas dadanya.
“Cepat bangun dan sadar! Kau harus melawan mereka dan setelah itu pulihkan tenagamu untuk memuaskan para bawahan!” Jugo menatap rendah Eimi setelah berkata demikian.
“Kau tidak perlu melakukan itu Nyonya Eimi. Jugo! Semua bawahanmu telah mati!” Suara teriakan lantang menggema diiringi hembusan angin yang membuat kabur darah menghilang.
“Hah?! Siapa kau?! Sepertinya ada kecoak yang mencari masalah denganku!” Jugo yang kesal menjambak rambut Eimi semakin kencang dan kasar.
“Mereka siapa? Satu pria dan dua wanita?” Agastuma menatap tajam bayangan tiga orang yang muncul dihadapan mereka.
Hakkai memperhatikan dengan seksama lalu tersenyum menyeringai, “Dia... Tidak mungkin, dia adalah Onigari! Hahaha ini keberuntungan!”
“Aku dengar Onigari bergerak sendirian. Kenapa ada wanita bersamanya?” Agatsuma mengerutkan keningnya dan langsung menarik katana miliknya.
“Kalian berdua urus kedua tetua sialan itu. Aku akan mengurus pria disana,” ujar pria bertopeng yang tidak lain adalah Fei Chen.
San Zhu menanggapi, “Baik, sayangku. Aku akan membunuh mereka berdua.”
"Baik, Adik. Hati-hati, aku takut pertumpahan darah.” Futana sendiri langsung memejamkan mata karena takut melihat pertarungan.
“Tenang saja Kakak. Aku tidak akan membiarkan dua monyet itu menyentuhmu.” San Zhu langsung menghilang dari pandangan Futaha dan sudah menyerang Agastuma dan Hakkai.
Sedangkan Fei Chen bergerak cepat menuju Jugo dan langsung membebaskan Eimi dari cengkeraman tangan Jugo. Tubuh polos Eimi terjatuh dan Fei Chen peluk.
‘Perasaan ini... Fei Long? Tidak, dia Onigari...’ Eimi membatin dan meneteskan air mata tanpa sadar sebelum akhirnya merasa sangat malu karena dirinya benar-benar kotor dan menjijikkan.
Fei Chen menutupu tubuh Eimi dengan sebuah kain lalu meminta Eimi untuk menjauh. Setelah Eimi menjauh, Fei Chen melihat Futaba membantu Eimi dan terlihat jelas wanita itu bersimpati kepada atas yang menimpa Eimi.
‘Kau memiliki hati yang baik Nyonya Futaba.’ Fei Chen memuji kebaikan hati Futaba dalam hati.
“Keparat Onigari! Kau akhirnya menunjukkan diri! Baiklah, aku akan membunuhmu dan menghilangkan rasa takut Raido!” Jugo melepaskan aura pekat berwarna hitam sambil menarik katana miliknya.
Lalu Jugo menatap dingin Fei Chen yang juga mengeluarkan Pedang Sembilan Petir dari telapak tangannya.
“Kita lihat siapa yang akan terbunuh disini!” Fei Chen tersenyum dingin sebelum menanyakan kepada Jugo tentang alasannya mengkhianati Eimi.
“Kenapa kau peduli dengan semua itu? Aku rasa kita tidak saling mengenal!” Jugo menatap curiga Fei Chen.
“Kita pernah berkenalan. Aku adalah Fei Long.” Fei Chen sengaja memberitahu kebenarannya.
“Fei... Long... Katamu?” ucap Jugo terbata-bata.
“Ya, aku adalah Fei Long. Orang yang selama ini bersama kalian adalah bayanganku saja dan aku adalah tubuh aslinya.” Fei Chen menjelaskan.
Jugo mengepalkan tangannya lalu melayangkan tebasan yang mengeluarkan api panas.
Sedangkan Eimi yang mengetahui kebenaran ini menjadi malu karena mengetahui selama ini dirinya melakukan kegiatan panas dengan seorang klon.
“Fei Long!” Jugo melangkah maju lalu memberitahu Fei Chen tentang dirinya yang mengkhianati Eimi karena Futaba dan Sayuri.
Mengetahui hal ini membuat Fei Chen memegang leher Jugo dan mencekiknya lalu membawanya secara paksa ke Gunung Menangis melalui Portal Teleportasi.
Sesampainya di Gunung Menangis, kebetulan Sayuri sedang berada diluar Rumah Yin Yang dan sedang memetik bunga-bunga yang indah bertebaran disana.
Mendengar suara teriakan seseorang segera Sayuri menoleh dan alangkah terkejutnya saat melihat Onigari datang bersama pria yang membuat jantungnya berhenti untuk sesaat.
“Jugo...”
“Onigari!” Jugo melancarkan sejumlah tebasan yang ditahan Fei Chen.
Lalu Jugo menyadari hawa keberadaan seseorang dan segera menoleh. Matanya melebar saat melihat wanita berumur empat puluh tahun sedang memetik bunga.
“Sayuri... Kenapa kau ada disini?”