Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 47 - Babak Penyisihan


PPFC 47 - Babak Penyisihan


Pertandingan selanjutnya mempertemukan Long Xiaoya dengan Ji Kangshan yang merupakan perwakilan dari keluarga Ji. Pertarungan keduanya didominasi oleh Ji Kangshan yang menyerang dengan permainan tombaknya.


‘Seperti biasa Ya‘er menghemat tenaganya dan tidak ingin melakukan gerakan yang percuma.’ Liu Chuxing tersenyum karena gaya pertarungan Long Xiaoya hampir sama seperti Fei Chen.


Setiap jarak Ji Kangshan semakin singkat dengan dirinya, Long Xiaoya melepaskan tenaga dalam membentuk perisai dan benteng tanah yang muncul dengan sendirinya melindungi tubuhnya dari serangan tajam tombak Ji Kangshan.


‘Aku tidak bisa menembus pertahanannya? Sejauh inikah perbedaan kami dari keluarga bangsawan dengan mereka?’ Ji Kangshan menggelengkan kepalanya sebelum mengalirkan tenaga dalam pada tombaknya dan mengeluarkan sejumlah jurus.


Yang awalnya Long Xiaoya sama sekali tidak bergeming dari tempatnya kini melompat kebelakang dan memanipulasi aura tubuhnya menjadi api.


“Harimau Api...” Long Xiaoya bergumam pelan saat seekor harimau berwarna merah dipenuhi api muncul disampingnya, “Serang dia.”


Semua penonton dikejutkan dengan bakat Long Xiaoya yang mahir memanipulasi aura tubuhnya. Gaya pertarungan Long Xiaoya sangatlah unik, gadis ini tidak menggunakan pedang sebagai senjatanya walaupun kemampuan berpedangnya diatas rata-rata tetapi gadis ini lebih suka memanipulasi aura sebagai senjata utamanya.


Harimau api melesat kedepan dan menerkam tubuh Ji Kangshan. Long Xiaoya mengakhiri kemenangannya dengan menciptakan sepuluh tombak api yang terbentuk dari tenaga dalam serta aura tubuhnya.


Ji Kangshan menelan ludah saat hawa panas sangat terasa membakar lehernya. Sekarang sepuluh tombak api persis berada didekat lehernya.


Akhirnya Ji Kangshan dinyatakan kalah setelah tidak memberikan perlawanan dan menyerah.


“Pemenangnya Long Xiaoya dari Lembah Naga!” Liu Chuxing mengumumkan Long Xiaoya sebagai pemenangnya sebelum memanggil nomor undi selanjutnya.


“Kenapa aku merasa kesal melihat gaya bertarungnya?” Jia Li yang berada dibangku penonton menggerutu.


“Dia mirip dengan Saudara Fei bukan?” Saat Tian Zhou mengatakan itu, Jia Li menatapnya tajam seolah-olah akan membunuhnya.


Fei Chen tidak berkomentar dan terus memperhatikan jalannya pertandingan. Pertandingan selanjutnya mempertemukan Qie Laoji melawan Lin She.


Pertarungan keduanya berlangsung sengit, pertukaran serangan dari dua pedang yang beradu membius penonton karena keduanya sama-sama menunjukkan kemampuan mereka dan tidak menyembunyikan sedikit keraguan untuk membunuh.


“Saudara Lin, kau memang kandidat juara seperti Saudaraku Yang dan Wei Hongyun dari Lembah Persik, tetapi kau tidak akan bisa mengalahkan mereka jika kemampuanmu seperti ini.” Qie Laoji mengalirkan tenaga dalam lebih besar dari sebelumnya sebelum melepaskan sejumlah tebasan yang memaksa Lin She kedalam posisi bertahan.


Awalnya Qie Laoji merasa dirinya telah mengunci pergerakan Lin She dan akan memenangkan pertandingan, namun kejadian yang mengejutkan terjadi saat Lin She mengeluarkan tenaga dalam lebih besar dari sebelumnya yang membuat bilah pedangnya memancarkan cahaya berwarna merah.


Dalam sekejap jalannya pertandingan berubah. Yang awalnya Qie Laoji mendominasi serangan kini sebaliknya.


Setiap tebasan Lin She yang mengandung unsur api itu membuat Qie Laoji dalam posisi yang kurang tidak menguntungkan. Setelah melakukan pertukaran jurus, Qie Laoji tidak memberikan perlawanan yang kuat dan Lin She memenangkan pertandingan setelah memberikan luka pada tangan dan badan Qie Laoji.


“Pemenangnya Lin She dari Lembah Naga!”


Babak penyisihan terus berlanjut hingga nomor undi Jia Li mempertemukan gadis manis itu dengan Song Han dari keluarga Song.


“Apa kalian berdua masih mengingat peraturannya?” Liu Chuxing menatap wajah Jia Li dan Song Han.


“Jadi ini cucu Harimau Bumi?”


“Aku pernah mendengar jika dia adalah primadona Lembah Pedang, tetapi setelah melihat kecantikannya dia benar-benar sama dengan Tuan Putri Yin. Sama-sama cantik.”


Bukan hanya penonton saja yang terkesima dengan kecantikan Jia Li, bahkan lawan gadis manis itu menatapnya penuh keindahan.


‘Dia sangat cantik...’ Song Han tersenyum penuh makna bersamaan dengan Liu Chuxing yang memulai aba-aba pertandingan.


“Dimulai!”


“Nona Jia, aku tidak akan menahan diri walaupun aku tidak tega melukaimu.” Song Han menarik pedangnya dan maju menyerang.


Jia Li tidak menjawab dan menyambut tebasan pedang Song Han menggunakan pedangnya.


Berbeda saat bersama Fei Chen, Jia Li sekarang hanya menunjukkan tatapan dingin dan ekspresi wajah tidak tertarik.


Dua pedang yang saling berayun bertemu, hembusan angin tercipta dan kedua pedang itu kembali bertemu setiap keduanya bersentuhan.


Song Han mulai mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya dan mempercepat tempo serangannya. Angin tajam dan hembusan angin yang kencang muncul dari tebasan pedangnya.


Jia Li yang menyadari serangan yang dilepaskan Song Han berbahaya dan mengandung tenaga dalam segera melakukan hal yang sama.


Jia Li dapat menghindari serangan Song Han berkat latihannya selama ini bersama Feng Lao dan Fei Chen.


Jia Li melakukan gerakan tipuan setelah menghindari serangan Song Han. Gerakan tipuannya itu berhasil mengecoh Song Han dan memberikan luka pada dada Song Han.


Selanjutnya Jia Li memainkan pedangnya dengan gemulai dan membuat penonton takjub. Permainan pedang Jia Li terlihat indah dan memukau.


Berkat latih tandingnya selama ini dengan Fei Chen, Jia Li mengincar tangan kanan Song Han yang memegang pedang.


Jia Li mulai mengalirkan tenaga dalam secukupnya pada bilah pedangnya sebelum melepaskan serangan langsung pada Song Han.


Keduanya kembali melakukan pertukaran serangan namun terlihat jelas jika Jia Li lebih mendominasi.


Song Han menyadari tenaga yang dilepaskan Jia Li sangat kuat dan membuat dirinya bergidik karena tangan kanannya yang menggenggam erat pedangnya mulai terasa kram.


Pertukaran serangan selanjutnya Jia Li berhasil melukai tangan kanan Song Han dan membuat pemuda itu melepaskan pedang yang ada digenggaman tangannya.


“Cukup! Pemenangnya Jia Li dari Lembah Pedang!”


Liu Chuxing mengumumkan Jia Li sebagai pemenang pertandingan.