
PPFC 268 - Dua Hati Kembar
“Dia sangat berisik dan tidak bisa diam saat aku menceritakan tentang saudaranya, Fei Long...”
“Minum yang banyak Yuechan‘er, jangan sampai Ayahhandamu ini mengambil bagianmu...”
Melihat Su Xiulan memberikan minum pada Fei Yuechan membuat Fei Chen terdiam. Fei Chen bermain dengan Fei Yuechan dan membuat bayi mungil cantiknya itu kesenangan.
Fei Yuechan tersenyum untuk sesaat saat Fei Chen membuat wajah lucu dan kembali meminum susu Ibunya. Su Xiulan sendiri merasa aneh karena Fei Yuechan tidak pernah seperti ini sebelumnya.
“Suami, biasanya dia akan tertidur setelah aku memberinya susu. Tetapi sekarang sudah tiga jam lebih... Bukankah ini aneh?” Su Xiulan merasa seperti Qi dalam tubuhnya dikuras.
Fei Chen mengamati tubuh Fei Yuechan dan memeriksa denyut nadinya. Tidak ada yang salah dan kondisi Fei Yuechan sehat, namun saat Fei Chen memeriksa lebih jauh dia menemukan sesuatu yang mengejutkan.
“Istriku...” Suara Fei Chen terdengar sendu.
“Kenapa kau bersuara lirih? Aku tahu kau sedang menikmati malam bersama wanita lain. Tidak perlu merasa bersalah, yang penting kau bertanggung jawab. Aku percaya padamu murid nakalku,” sahut Su Xiulan dengan senyuman menggoda.
Fei Chen tersedak karena sampai sekarang pun Su Xiulan tetap seperti mengawasi dirinya. Wanita yang menjadi Guru sekaligus istrinya ini telah mengajarkan banyak hal termasuk kegiatan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang.
“Kau baru saja melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang dengan... Emmm... Dasar bocah nakal...” Kembali Su Xiulan mengeledek untuk menghilangkan kejenuhan memberikan susu pada Fei Yuechan.
“Jadi apa yang ingin kau katakan padaku?” tanya Su Xiulan serius.
“Itu... Aku akan menikahi mereka semua-”
“Bukan itu.” Su Xiulan memotong ucapan Fei Chen dan menghela nafas panjang, “Setelah kau memeriksa denyut nadi Yuechan‘er... Kau menemukan sesuatu bukan? Aku sudah mencobanya tetapi sepertinya ini berkaitan denganmu sehingga diriku tidak dapat mengetahuinya.”
Fei Chen mengangguk dan menjelaskan mengapa sekarang Fei Yuechan menghisap susu yang diberikan Su Xiulan penuh semangat. Alasan itu berkaitan dengan Fei Long.
Jika di Dunia Matahari Fei Long kehausan dan belum menemukan sosok Ibu pengganti maka energinya akan terkuras habis dan yang paling fatal akan menyebabkan kematian. Namun kejadian langka itu terputuskan dengan kehadiran Fei Yuechan yang entah bagaimana memberikan energi kepada Fei Long di Dunia Matahari.
“Kedua anak kita ini kembar. Mereka bersatu dan tidak terpisahkan, seharusnya seperti itu. Bahkan setelah terpisah sekalipun keduanya tetap saling menolong satu sama lain. Ini keajaiban Xiu‘er,” ucap Fei Chen menjelaskan dan membuat Su Xiulan tersenyum bahagia.
“Jika seperti itu... Aku merasa sangat bahagia...” Su Xiulan mengelus wajah Fei Yuechan yang menghisap penuh semangat.
Bahkan Su Xiulan tetap memberikan susu kepada Fei Yuechan hingga matahari terbit. Susu yang terus mengalir itu adalah Energi Qi dalam tubuh Su Xiulan.
Fei Chen sendiri menemani istrinya itu bercerita dan menanggapi santai candaan serta ledekan Su Xiulan padanya.
“Apa kau ingat saat dirimu salah menanggapi ceritaku tentang seorang Kaisar yang memiliki empat puluh permaisuri berserta selirnya? Mengingat itu, membuatku berpikir bahwa kau serius akan melakukannya.” Su Xiulan tertawa lemas setelah akhirnya Fei Yuechan tertidur pulas dengan senyuman cerah.
“Jika diingat kembali aku pernah mengatakan itu.” Fei Chen tersenyum kecut.
“Aku tidak menyangka kau sudah menjalin banyak hubungan dengan wanita lain. Kutukanmu telah patah dan bukankah semuanya lebih dari sebelas?” Su Xiulan berdiri dan berniat untuk membasuh wajahnya.
“Xiu‘er, apa kau tidak cemburu?” Fei Chen bertanya untuk memastikan.
Su Xiulan yang mendengar pertanyaan itu justru tertawa jahat.
“Cemburu? Dengar, murid nakalku. Wanita yang pertama kali membuatmu dewasa dan mengandung anakmu adalah aku. Jadi untuk apa aku cemburu? Justru aku merasa kasihan pada yang lain karena sekuat apapun mereka berusaha, aku tetap menjadi yang pertama.”
Fei Chen menggelengkan kepalanya melihat sikap Su Xiulan.
“Ah, aku ngantuk. Sudah seharian tidak tidur. Aku merasa Qi dalam tubuhku habis. Aku tidur duluan Suami...” Su Xiulan yang hendak membasuh wajahnya justru membatalkan niatnya dan memilih berbaring di samping Fei Yuechan.
“Tidurlah Xiu‘er...” Fei Chen mengusap kepala Su Xiulan dan tersenyum hangat.
Sekitar tiga jam Fei Chen memperhatikan Fei Yuechan yang tertidur begitu juga dengan Su Xiulan. Saat Fei Chen hendak keluar kamar, tiba-tiba Su Xiulan bersuara.
“Su... Suami... Aku ingin...”
“Hah?” Fei Chen menoleh dan menemukan Su Xiulan tersipu malu.
“Xiu‘er, istirahatlah. Kau baru saja tidur sayang.” Fei Chen menenangkan Su Xiulan.
Namun tindakannya itu membuat Su Xiulan cemberut. Sekarang sikap Su Xiulan berbeda dari biasanya bahkan Fei Chen berpikir jika wanita dihadapannya adalah orang yang berbeda. Terasa menakutkan namun juga menggemaskan.
“Apa kau... Sudah... Sudah bosan denganku, Suami?” tanya Su Xiulan judes namun terbata-bata.
“Kenapa kau terbata-bata?” Bukannya menjawab Fei Chen justru balik bertanya karena nada Su Xiulan terdengar aneh.
Su Xiulan semakin cemberut dan mengembangkan pipinya karena sikap tidak peduli Fei Chen.
“Pergilah!”
Fei Chen menghela nafas panjang dan duduk di tepi ranjang sambil memeluk tubuh Su Xiulan.
“Baiklah, baiklah. Aku akan melakukannya. Tetapi kenapa kau minta itu secara mendadak-”
"Jangan memelukku!” Su Xiulan tiba-tiba mendorong tubuh Fei Chen hingga tersungkur ke lantai.
‘Aneh? Kenapa dia bisa sekuat ini?’ Fei Chen membatin mengingat kondisi lemah Su Xiulan.
Perbuatan Su Xiulan membuat Fei Yuechan menangis. Bahkan saat Fei Yuechan menangis, sekarang Su Xiulan kebingungan harus bersikap seperti apa untuk menenangkan. Akhirnya Fei Chen menenangkan Fei Yuechan setelah menangis beberapa menit.
“Cup... Cup... Ayahmu disini bayi mungilku...” Setelah Fei Yuechan kembali tertidur. Fei Chen menajamkan matanya menatap Su Xiulan yang memalingkan wajahnya.
‘Tidak salah lagi... Apa dia Mao Ruyue? Tetapi sikapnya ini apa-apaan? Baiklah, aku juga akan pura-pura tidak sadar.’ Fei Chen membatin dan tersenyum tipis.
Pelukan hangat Fei Chen ditubuh Su Xiulan lebih erat dari sebelumnya, Fei Chen membawa tubuh Su Xiulan menuju lantai yang beralaskan kain tebal.
Lalu dengan sigap Fei Chen menindihnya.
“Xiu‘er, aku juga ingin...”
Kecupan lembut di bibir Su Xiulan telah Fei Chen lancarkan. Fei Chen merasakan perbedaan dan dia sangat yakin jika sekarang Mao Ruyue yang mengendalikan tubuh Su Xiulan.
Perlawanan Su Xiulan lemah bahkan seperti seorang gadis lugu. Terlebih saat Fei Chen meraba tubuhnya, Su Xiulan menggigit lidah Fei Chen. Beruntung Fei Chen cekatan hingga lidahnya tidak terluka.
“Kamu aneh Xiu‘er... Bukankah biasanya kamu mahir melakukan ini?” tanya Fei Chen pura-pura.
“Lakukan... Lakukan dengan lembut... Aku... Aku akan mengalahkanmu dalam pertarungan ini!”
“Hah? Apa maksudmu? Pertarungan?” Fei Chen jadi semakin yakin setelah mendengar jawaban tidak jelas Su Xiulan.
“Lupakan! Apa kau tidak bisa menghargai perasaan wanita!”
Tanpa menunggu lebih lama Fei Chen mulai kembali menjamah keindahan tubuh Su Xiulan dan mendominasi kegiatan ini.