
PPFC 115 - Kaisar Harem
[
[Jia Minji, Ratu Jia, Umur 40 Tahun] [Sumber : Pinterest]
Setelah dapat menggerakkan tubuhnya Fei Chen diajak Jia Minji ke Istana Jia dan sekarang dia berada di Istana Jia tepatnya didalam ruang makan. Berbeda dengan Jia Minji yang membuat acara makan bersama dengan Fei Chen dan orang-orang yang terlibat dalam pertempuran, pasukan militer Kekaisaran membersihkan jenazah diluar sana.
Terlihat disana ada Ling Han, Ling Ling Shan dan Ling Ye dari Istana Mawar Biru dan keluarga Ling. Disebelah Ling Ye ada Fen Liuya, Zhou Yinru, Qiu Niu dan Fen Liuya.
“Terimakasih kepada kalian semua yang terlibat dalam pembunuhan Cai Gunglai. Dengan ini maka mending kakakku akan tenang di alam sana...” Jia Minji tersenyum ramah dan bergumam pelan, “Dia adalah kakak angkat yang baik...”
“Aku juga meminta maaf yang sebesar-besarnya pada keluarga Ling, keluarga Fen dan Gunung Cakrawala Hitam. Semua orang yang menjadi korban kejamnya kepemimpinan sialan itu...” Jia Minji menundukkan kepalanya.
‘Ratu Jia ini memiliki mulut yang kasar...’ Fei Chen membatin dan memakan hidangan dengan tenang sambil mendengarkan semua pembicaraan yang dilakukan mereka.
Akhirnya semuanya sepakat untuk bekerjasama membangun kembali Kekaisaran Jia dari awal bahkan Jia Minji berniat membangun hubungan baik dengan aliran netral yang selama ini tidak terlibat dalam urusan politik ataupun dunia persilatan Kekaisaran Jia yakni Gunung Petir.
“Dan aku ingin kalian semua menangkap pembunuh suami Nyonya Zhou...” Jia Minji mengatakan itu didepan semua orang.
“Ratu, anda tidak perlu mencari orangnya. Akulah orang yang membunuh pria itu.” Fen Liuya berdiri dan mengangkat tangannya.
Jawaban Fen Liuya membuat wanita paruh baya yang tidak lain adalah istri dari Zhou Yinru terkejut.
“Liuya? Kau sedang tidak bercanda bukan? Kenapa kau membunuh suamiku? Apa salahnya?“ Zhou Yinru bertanya dan membuat Fen Liuya menghela nafas panjang.
“Yinru, aku akan memberitahumu secara langsung disini... Suamimu itu telah memperkosaku dan membantu kaisar sebelumnya bahkan keburukannya lebih banyak dari yang aku ucapkan ini...” Fen Liuya memeluk lengannya sendiri dan memalingkan wajahnya tidak menatap Zhou Yinru.
Zhou Yinru terkejut dan memeluk Fen Liuya.
“Liuya, maafkan aku...”
“Yinru?”
Keduanya menangis dan itu membuat Fei Chen mendecakkan lidahnya karena terjebak dalam situasi haru.
Beberapa saat kemudian Ling Han menyinggung soal Kaisar selanjutnya dan anak kandung dari Jia Song yang dilindungi Ling Shan di Benua Tujuh Bintang.
“Aku sudah mendengar semuanya dari Ling Shan jika anak Kakak Minyue masih hidup. Berdasarkan peraturan pemerintahan ini dibawah kendaliku setelah pria sialan itu mati. Aku sudah memutuskan...” Mata Jia Minji tertuju pada Fei Chen membuat pemuda itu tersedak karena merasakan firasat tidak enak.
“Aku menunjuk penyelamat kita, Pendekar Fei Chen sebagai suamiku sekaligus Kaisar sementara hingga Jia Li datang.”
“Mohon maaf Ratu, Chen‘gege adalah kekasihku. Merebut kekasih orang adalah tindakan yang tidak baik.” Ling Ye tersenyum penuh intimidasi pada Jia Minji.
Jia Minji berdiri dan duduk disamping Fei Chen sambil menyilangkan salah satu kakinya, “Kekasihmu? Itu tidak masalah, karena sebentar lagi kekasihmu itu menjadi suamiku.”
“Ye‘er?” Fei Chen terkejut melihat reaksi Ling Ye. Tetapi dia kehilangan nafsu makannya saat itu juga saat Ling Ye dan Jia Minji adu mulut di sampingnya.
“Gadis muda, apa kau berniat melawanku?” Jia Minji tersenyum manis pada Ling Ye dan membuat gadis itu mendecakkan lidahnya.
“Siapa takut? Aku tidak akan kalah oleh seorang janda sepertimu!”
‘Suasananya benar-benar mengerikan...’ Ling Shan tidak dapat berkomentar bahkan Ling Han baru pertama kali melihat anak gadisnya bersikap demikian karena seorang pria.
Jia Minji tertawa lirih sambil menutupi mulutnya, “Gadis muda, kau harus berhati-hati dengan perkataanmu itu karena... Janda lebih menggoda daripada perawan...”
Fei Chen kembali tersedak dan itu membuat kedua perempuan yang sedang berdebat menawarkan minum padanya.
“Pendekar Fei Chen, minumlah...” Jia Minji dengan lembut berkata dan disusul oleh Ling Ye.
“Chen‘gege, sekarang kau harus menjawabnya... Pilih aku atau dia...” Ling Ye dengan ekspresi cemberut berkata.
‘Hah? Apa-apaan situasi ini?’ Fei Chen menerima dua gelas dari kedua perempuan itu dan mengusap wajahnya secara kasar.
“Berhenti mengatakan hal yang bodoh... Aku bukanlah-” Fei Chen hendak mengatakan yang sebenarnya tetapi dia melihat ekspresi serius Ling Ye.
‘Awalnya aku hanya pura-pura tetapi aku benar-benar jatuh hati padamu, Tuan Muda Chen...’ Ling Ye tidak peduli dengan semua orang yang menatapnya. Yang dia pedulikan adalah perasaan yang pertama kali dia rasakan dalam hidupnya.
“Ratu, maaf tetapi Ye‘er adalah ke...” Fei Chen kesulitan untuk mengatakan jika Ling Ye adalah kekasihnya.
“Ke?” Jia Minji mengangkat alisnya dan itu membuat Fei Chen memegang tangan Ling Ye.
“Jangan membuatku mengatakannya Ratu...”
Melihat tangan Fei Chen yang menggenggam tangan Ling Ye membuat Jia Minji berdiri dan tersenyum manis.
“Tidak masalah, sudah semestinya seorang pendekar sekaligus Kaisar yang hebat memiliki banyak istri. Nona Muda Ling, aku mengizinkanmu menjadi istri kedua Pendekar Fei Chen.”
“Hah?” Fei Chen dan Ling Ye sama-sama terkejut.
‘Ada yang tidak beres dengan otak wanita ini...’
Tindakan Fei Chen itu membuat Qiu Niu dan Fen Liuya sedikit cemburu, namun keduanya lebih memilih diam karena sadar diri akan usia mereka.