
PPFC 324 - Kebenaran Mencengangkan
Saat klon Fei Chen dibawa Sun Yelong, Deshe sudah membagi tubuhnya menjadi beberapa bagian berukuran kecil untuk melakukan penyusupan dan mencari informasi.
Tidak ada yang mengetahui Fei Chen yang dibantu Mao Ruyue bahkan para istrinya sekalipun. Berkat adanya Mao Ruyue, Fei Chen dapat melakukan penyamaran lebih panjang walaupun Sun Yelong mengira telah berhasil mengalahkan dirinya.
Dalam perjalanan menuju lokasi keberadaan Hirataka di Kota Hinogawa, Fei Chen mendengarkan penjelasan dari Deshe tentang beberapa tempat tambang senjata. Deshe menyarankan Fei Chen untuk merekrut banyak samurai dan ninja yang diperbudak dan dipekerjakan secara paksa disana.
Terlebih pengkhianatan Kosuke sudah lama dilakukan dan alasan mengapa penyerangan yang dilakukan rekan-rekan Hirataka selalu gagal karena ulah Kosuke..
Yang lebih mengejutkan Fei Chen adalah alasan Kosuke yang iri hati kepada Hirataka karena menikahi wanita bernama Ichiba. Menurut Deshe, Kosuke sudah berulang kali menyatakan perasaan kepada Ichiba namun Ichiba tetap memilih Hirataka.
Tanpa sepengetahuan Hirataka yang menitipkan Ichiba kepada Kosuke, ternyata Kosuke memanfaatkan perasaan Ichiba kepada Hirataka agar dapat mengendalikan wanita sepenuhnya.
Sudah hampir beberapa tahun ini Ichiba mendapatkan pekerjaan dari petinggi Organisasi Sakura Darah dan kelompok samurai bernama Gagak Hitam untuk melayani keinginan binatang mereka.
Fei Chen menghela nafas panjang mendengar penjelasan Deshe. Tentu saja hal ini akan membuat Hirataka sangat marah, namun Fei Chen tidak mempunyai urusan untuk ikut campur masalah pribadi Hirataka.
‘Tuanku, aku akan kesulitan menggunakan auraku karena telah membagi beberapa klon. Jadi bisakah ular putih ini menghisap aura tubuhmu?” Deshe bertanya karena menyadari pengintaian dan penyusupan adalah tugasnya.
Fei Chen tersenyum tipis, “Hisap sebanyak yang kau butuhkan Deshe. Kau tidak perlu khawatir. Sejauh ini kau selalu melakukan tugasmu dengan benar dan menurutku kau sangat memuaskan. Sepertinya kau sudah memiliki rencana tersendiri bukan?”
“Tuanku, ular putih ini tidak pantas dipuji tetapi terimakasih. Aku memiliki rencana untuk mengetahui struktur kelompok samurai bernama Gagak Hitam, Tuanku. Selain itu aku akan mencari informasi lebih dalam tentang Organisasi Sakura Darah.” Deshe terlihat begitu gembira saat Fei Chen memuji dirinya.
Fei Chen sendiri memiliki keinginan untuk membinasakan Organisasi Sakura Darah. Namun dia perlu mengetahui informasi lebih dalam mengenai organisasi tersebut dan Deshe akan membantunya.
“Kalau begitu sekarang hisaplah aura tubuhku, Deshe,” ucap Fei Chen memberikan perintah kepada Deshe untuk segera menghisap aura tubuhnya.
Deshe langsung mengikuti perintah Fei Chen dan menggigit leher pemuda tersebut. Perlahan Deshe merasakan sebuah energi besar yang meluap-luap dalam tubuhnya.
“Twankyu... Awura... Glep... Uhuk...” Deshe mencoba mengatakan sesuatu namun justru cara berbicaranya terdengar tidak jelas.
Fei Chen menggelengkan kepalanya, “Apa yang kau katakan Deshe? Kau sama sekali tidak jelas.”
Setelah merasa cukup Deshe melepaskan gigitannya pada leher Fei Chen. Ular putih mungil ini terlihat seperti tersenyum setelah mendapatkan kekuatan aura dari Fei Chen.
Fei Chen terus bergerak menuju Kota Hinogawa dan berhenti tepat saat melihat bayangan pertarungan seseorang. Menurut Deshe, pertarungan itu merupakan pertarungan Hirataka melawan Kosuke.
Lokasi pertarungan keduanya terbilang jauh dari pintu masuk Kota Hinogawa yang dikuasai Organisasi Sakura Darah. Tidak jauh dari lokasi pertempuran terlihat seorang wanita yang dipenuhi luka lebam dan dipegang tubuhnya oleh pria yang memegang katana.
“Hirataka! Kau sebagai Shinobi terhormat terlalu naif! Menitipkan istri secantik ini pada sahabat palsumu itu dan membiarkan kami menikmatinya! Apa kau sudah sadar jika semua yang kau lakukan sia-sia?!” teriak pria yang memegang katana.
“Berhenti melawan atau istrimu akan mati!” Pria itu mengancam.
Melihat Hirataka hendak mengangkat kedua tangannya, Fei Chen menciptakan dua pedang tak kasat mata menggunakan Hawa Iblis Sejati.
Dua pedang tak kasat mata itu memotong kedua tangan sang samurai yang menyandera istri Hirataka.