
PPFC 338 - Suidan
Fei Chen tidak berhenti setelah membebaskan para tahanan budak. Dengan terus melanjutkan perburuannya, Fei Chen membuat keributan di Ladang Yasai dan hal ini memancing kemunculan Tatsukata yang terkejut melihat anggotanya dibunuh oleh Fei Chen.
“Onigari!” Tatsukata berteriak lantang saat mengetahui Fei Chen membunuh anggota Gagak Hitam dengan brutal.
Mengetahui bahwa Jaisetsu telah mati membuat Tatsukata berekspresi buruk. Kemampuan Jaisetsu sama seperti dirinya dan melihat bagaimana Fei Chen mengatasi semua samurai Gagak Hitam dengan mudah pertanda bahwa Fei Chen bukanlah lawan yang seharusnya dia hadapi.
‘Sial, aku tidak boleh mati disini! Aku harus melaporkan hal ini pada Kuroma!’ Tatsukata berniat pergi namun langkahnya terlambat saat mengenai Fei Chen sudah mempersingkat jarak.
“Berniat melarikan diri?” Fei Chen menghentikan pergerakan Tatsukata menggunakan aura pembunuh sambil mengarahkan pedangnya.
“Onigari! Gagak Hitam tidak pernah mencari masalah denganmu! Lantas kenapa kau menyerang kami?!” Tatsukata ketakutan karena aura pembunuh yang dilepaskan Fei Chen.
“Rupanya kau lebih pandai daripada orang yang aku bunuh barusan. Dia menyerangku tanpa berpikir panjang dan meremehkanku. Tetapi lihat dirimu ini, kau pantas untuk mati.” Melihat Fei Chen mendekat membuat Tatsukata menarik katana miliknya.
Perlawanan Tatsukata tidak terlalu berarti buat Fei Chen dan dalam hitungan menit tubuh Tatsukata berlumuran darah. Fei Chen memotong tubuh Tatsukata menjadi dua bagian sebelum membinasakan seluruh samurai Gagak Hitam yang menjadi bawahan Tatsukata dan Jaisetsu.
Hari itu juga Fei Chen merebut Ladang Yasai dari Gagak Hitam. Walaupun Gagak Hitam yang berada di Ladang Yasai telah binasa, namun kelompok Gagak Hitam yang diketuai Kuroma masih ada di Ibukota Honjo.
Setelah mendapat tiga ratus orang yang bergabung menjadi pasukan pemberontakan, Fei Chen kembali mendapatkan dukungan tujuh ratus orang yang baru saja dia bebaskan.
Dengan seribu orang yang bergabung membuat Fei Chen berniat terus melakukan penyamaran sebagai Onigari.
Setelah membebaskan para tahanan budak, Fei Chen tidak menyangka jika ada tangan kanan Kuroma yang datang ke Ladang Yasai untuk mengambil upeti.
“Tuan Onigari! Tuan Suidan telah datang!” Salah satu tahanan budak menjelaskan identitas Suidan kepada Fei Chen.
Suidan dikenal keji dalam membunuh dan tidak segan melukai tahanan budak yang tidak membayar upeti. Dan yang paling membuat Suidan ditakuti adalah kemampuannya untuk beregenerasi karena Suidan adalah orang yang dibawa Kuroma ke Sun Yelong untuk dijadikan prajurit binatang iblis.
Selain dapat mengubah wujudnya menjadi setengah manusia binatang iblis, Suidan memiliki kemampuan berpedang yang hebat dan regenerasi iblis miliknya juga patut diperhitungkan.
“Jadi kau Onigari? Ciri-ciri nya sama seperti yang ditulis Takamura. Aku Suidan, senang berkenalan denganmu.” Pria berbadan kekar itu tidak lain adalah Suidan.
Fei Chen mengerutkan keningnya dan mengeluarkan aura pembunuh, “Jadi kau Suidan? Maka ini lebih cepat.”
Fei Chen mengibaskan pedangnya hingga membuat suara gemuruh petir yang menggelegar. Saat Fei Chen hendak bergerak, Suidan mengangkat tangannya.
“Tunggu! Aku tidak berniat melawanmu! Aku adalah salah satu dari tiga Samurai Pelindung Kagura! Aku berpura-pura menyamar menjadi orang yang keji demi mendapatkan informasi dari dalam! Kumohon percayalah!” Nampak Suidan tidak berniat bertarung melawan Fei Chen.
Semua tahanan budak terkejut karena mengetahui identitas Suidan. Memang Samurai Pelindung Kagura pernah ada namun tidak ada yang namanya Suidan.
“Kalian tidak mengenalku ataupun dua Samurai lainnya karena kami bertiga melindungi Tuan Putri Emi dari bayangan.” Suidan berkata dan membuat para tahanan budak percaya.
Sedangkan Fei Chen tidak terlalu peduli dan mulai bergerak, “Siapa yang peduli dengan semua itu?! Samurai Pelindung Kagura? Dimataku kau terlihat sangat mencurigakan!”
Menyadari Fei Chen melepaskan serangan padanya, akhirnya Suidan tidak memiliki pilihan lain selain memberikan perlawanan.
‘Dia menghabisi setengah anggota Gagak Hitam sendirian? Aku harus berhati-hati dan membuatnya percaya padaku. Sial, Takamura mengatakan bahwa Onigari adalah rekan kita, tetapi lihat sekarang?!’ Suidan mengumpat dalam hati saat mengetahui betapa dahsyatnya serangan yang dilepaskan Fei Chen padanya. .
Tidak butuh waktu lama bagi Fei Chen untuk melumpuhkan Suidan. Fei Chen tidak membunuh Suidan dan melemparkan beberapa pertanyaan pada pria berbadan kekar tersebut.
Suidan memberitahu semua yang Fei Chen tanyakan bahkan secara terang-terangan Suidan ingin mengajak Fei Chen bekerjasama.
“Deshe, gigit lehernya.” Fei Chen memberikan perintah pada Deshe dan segera Deshe menggigit leher Suidan.
“Apa yang kau lakukan-” Suidan terkejut karena mengira lehernya akan merasakan sakit justru rasa sakit itu sama sekali tidak terasa.
“Jika kau berkhianat, kau akan lumpuh dan mati karena racun ular putih ini.” Fei Chen mengatakan itu dengan suara dingin sebelum akhirnya meminta Suidan menjelaskan situasi yang terjadi di Ibukota Honjo.