Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 271 - Kondisi Kekaisaran Yang


PPFC 271 - Kondisi Kekaisaran Yang


Sekitar lima jam Fei Chen berada di Hutan Iblis Awan bersama Deshe. Fei Chen menapaki seluruh isi Hutan Iblis Awan dan hanya menemukan beberapa Binatang Iblis yang tidak terlalu berbahaya.


“Sangat berbeda dengan namanya...” gumam Fei Chen setelah mengetahui bahwa Hutan Iblis Awan layaknya labirin sehingga memilki nama yang terkesan mengerikan.


“Jadi apa kita akan langsung menuju kota terdekat Tuanku?” tanya Deshe yang bertugas sebagai penunjuk jalan.


Fei Chen mengangguk dan menyuruh Deshe untuk bergerak cepat. Keduanya keluar dari Hutan Iblis Awan menuju Kota Pingyang.


Dalam perjalanan menuju Kota Pingyang, Fei Chen bertemu dengan Hirataka. Fei Chen menanyakan kondisi Qiao Ling dan Ju Ling Shui.


“Maaf Tuan Chen, kedua wanita itu sempat kuawasi tetapi saat mengetahui mereka berdua bukanlah istrimu, aku pergi meninggalkan mereka.” Jawaban Hirataka membuat Fei Chen mengusap wajahnya.


“Ya, mereka bukanlah istriku. Tetapi aku bisa mengatakan padamu jika delapan orang tetua wanita itu adalah calon istriku,” ucap Fei Chen santai.


“Sungguh hebat anda, Tuan Chen. Harta, tahta dan wanita... Semuanya jatuh ke tanganmu. Semoga kejayaan selalu menyertaimu.” Hirataka menanggapi ucapan Fei Chen dengan wajah bangga.


“Maksudku...” Fei Chen menjadi bingung harus berbicara apa.


“Hirataka, kita masih memiliki waktu sebelum Festival Naga Api bukan?” Fei Chen mengalihkan pembicaraan dan ingin memberikan tugas baru pada Hirataka.


“Rencana awalku ini tergantung bagaimana dengan orang-orang yang kubawa dalam penyusupan. Deshe dan kau adalah yang teratas. Aku tidak akan membawa istriku, tetapi sepertinya akan sulit karena beberapa dari mereka akan memaksa untuk ikut. Jadi Hirataka, aku ingin kau tetap menyamar sebagai anggota Organisasi Sakura Darah dan membantu akses penyusupan.”


Mendengar permintaan Fei Chen membuat Hirataka tercengang. Sebelumnya tidak pernah terpikirkan olehnya melakukan hal ini. Hirataka berpikir setelah dirinya mengabdi pada Fei Chen, dia menantang keras ide ini tetapi karena ini permintaan Fei Chen membuat Hirataka tidak berpikir dua kali dan langsung menyanggupi.


“Hamba tidak akan mengecewakan kepercayaan anda, Tuanku.” Hirataka memberi hormat pada Fei Chen lalu menatap Deshe lama.


“Lima bulan lagi Festival Naga Api akan dilakukan. Tetapi kita tidak mengetahui apa di balik rencana Sun Yelong, bisa saja semua itu tertunda bahkan lebih cepat. Jadi anda harus bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi, Tuan Chen,” ucap Hirataka.


“Sebelum pergi, bisakah anda memberi perintah pada Deshe untuk membagi klonnya agar bertindak sebagai pembawa pesan, Tuan Chen?” pinta Hirataka melanjutkan.


Mendengar permintaan Hirataka membuat Fei Chen tersenyum tipis. Tanpa berpikir dua kali Fei Chen langsung memerintahkan Deshe membagi klonnya menjadi beberapa bagian yang bertindak sebagai pembawa pesan sekaligus membantu Hirataka.


“Apa lima klon cukup?” tanya Deshe dan dijawab anggukkan kepala oleh Hirataka.


“Lebih dari cukup,” ujar Hirataka.


Setelah itu Hirataka memberitahu semua yang terjadi di Pingyang ataupun Ibukota Yangdian. Lalu setelah menjelaskan Hirataka berpamitan pada Fei Chen sebelum pergi melewati Portal Teleportasi milik Fei Chen menuju Xuangang.


Selepas kepergian Hirataka, Fei Chen kembali melanjutkan perjalanan menuju Pingyang bersama Deshe.


“Deshe, jika benar apa yang Hirataka katakan maka di Yangping, aku akan berurusan dengan anggota Tujuh Bunga Iblis,” ucap Fei Chen dan Deshe mengatakan bahwa semuanya akan berjalan sempurna.


Fei Chen menghela nafas, “Masalahnya bukan disitu, Deshe. Yang aku khawatirkan adalah kondisi Senior Qiao Ling dan Seniornya Ju Ling Shui. Dari yang aku dengar, kemampuan anggota Tujuh Bunga Iblis adalah racun. Dan aku membenci racun...”


Nampak ekspresi kesal diwajah Fei Chen setelah berkata demikian. Tentu saja hal itu menarik perhatian Deshe.


“Membenci racun? Tuanku membenci racun? Aku sungguh tidak percaya...” Deshe sendiri merasa aneh jika Fei Chen jujur dalam ucapannya.


“Tuanku, kau tidak berbohong kan?” tanya Deshe untuk memastikan.


Fei Chen menatap Deshe dan bertanya balik, “Apa aku terlihat seperti orang yang sedang berbohong?”


“Yang benar saja!” Deshe justru kaget.


“Racun tidak berpengaruh pada tubuhmu Tuanku. Jadi aku berpikir kau sedang membual atau berbohong...” Deshe melanjutkan.


Fei Chen menggelengkan kepalanya lalu menghela nafas kembali, “Bisa dibilang saat berhubungan dengan racun, aku selalu beruntung.”


“Beruntung? Beruntung karena apa Tuanku?” Deshe bertanya sedangkan Fei Chen tersenyum tipis penuh misteri.


“Beruntung... Beruntung karena mengenal lebih dekat seorang wanita,” jawab Fei Chen singkat.


‘Mengenal seorang wanita? Apa maksudnya?’ Deshe tidak paham akan ucapan Fei Chen.


Fei Chen sendiri berharap situasi di Kota Yangping tidak separah yang dia pikirkan mengingat perkataan Hirataka. Namun setelah melihat sendiri bagaimana desa-desa yang dia kunjungi dalam perjalanan saat menuju Kota Yangping, Fei Chen sadar jika ekonomi Kekaisaran Yang sangat memprihatinkan.


“Jadi ucapan Hirataka benar, hanya beberapa kota saja yang memiliki benteng pertahanan kota yang kuat. Mereka menjadikan orang-orang bawah sebagai contoh jika kehidupan di negeri ini adalah hukum rimba, sedangkan orang-orang yang ingin hidup aman harus membayar mahal di dalam kota...” Fei Chen menggumam saat melihat bagaimana desa yang dia kunjungi baru saja diserang Binatang Iblis.


Fei Chen diberitahu Hirataka jika Kaisar Yang Ergou memiliki kemampuan untuk memberikan racun pada Binatang Iblis sehingga Binatang Iblis tunduk padanya. Kemampuannya itu juga dimiliki dua orang anggota Tujuh Bunga Iblis.


Selama bertahun-tahun Kaisar Yang Ergou membentuk lima kota pertahanan termasuk Ibukota Yangdian sebagai wilayah aman. Sedangkan kota-kota kecil dan desa menjadi contoh penyerangan yang dilakukan olehnya sendiri.


Mengendalikan Binatang Iblis dengan racun untuk menakuti penduduknya bahkan membinasakannya, Kaisar Yang Ergou melakukan semua itu karena perintah Bao Hong Zheng yang merupakan salah satu dari Lima Jari Iblis Mao Gang.


Fei Chen tidak akan segan dan berpikir dua kali membunuh setiap pendekar ataupun pasukan Kekaisaran Yang dia temui dalam perjalanan. Bahkan Binatang Iblis yang mereka kendalikan tak luput dari ayunan pedangnya.


“Tuanku, aku mengira kondisi seperti ini adalah hal yang biasa, tetapi aku tidak menyangka reaksimu akan seperti ini...” Deshe bisa melihat amarah diwajah Fei Chen.


“Deshe, aku marah karena orang yang mengendalikan mereka semua... Memanipulasi semua orang menganggap semua ini hanyalah hiburan semata.” Fei Chen berkata dengan suara tenang sebelum meninggi.


“Aku tidak bisa memaafkan perbuatannya ini! Mao Gang!”