
PPFC 94 - Gunung Cakrawala Hitam
“Seni Nafas Naga Api...” Fei Chen dengan tenang menghindari dua pukulan Golok Kembar padanya.
Lalu telapak tangannya dipenuhi tenaga dalam yang besar sebelum akhirnya melepaskan tapak tangan yang dipenuhi aura berwarna emas.
“Selembut Sinar Mentari Yang Menyinari Jagat Raya!”
Perut kedua pria yang disebut Golok Kembar itu terbakar bahkan hampir berlubang. Fei Chen melanjutkan serangannya dengan mengambil salah satu jantung pria yang menggunakan golok berwarna merah.
“Cakar Naga Api!”
Pemandangan saat Fei Chen menghancurkan jantung pria tersebut membuat semua orang tercengang. Lalu Fei Chen menghabisi pria lainnya sebelum dia melepaskan Aura Raja Neraka lebih besar dari sebelumnya.
“Jadi apa yang ingin kalian lakukan?” Fei Chen menatap dingin anggota Gunung Golok Kembar yang bekerja dibawah arahan Golok Kembar.
“Aku akan membunuh mereka semua!” Pemuda yang bernama She Peng itu berdiri dan menggunakan sisa kekuatannya untuk membunuh sebanyak yang bisa dia lakukan.
Fei Chen hanya diam menonton tanpa membantu. Pada akhirnya She Peng berhasil membunuh semuanya mengingat kemampuan mereka dibawah Golok Kembar.
“Namamu?” Fei Chen mendekati She Peng yang berlumuran darah.
“Namaku She Peng.”
“She Peng... Bisa jelaskan padaku mengenai apa yang terjadi di dunia persilatan Kekaisaran Jia?” Fei Chen bertanya sambil mengeluarkan sejumlah pil pemulih tenaga dalam kepada She Peng.
“Kau bisa menjelaskannya sambil menyerap khasiatnya. Aku akan mengurus mayat mereka.”
Setelah memberikan pil pemulih tenaga dalam kepada She Peng, Fei Chen mengeluarkan aura tubuhnya dan memanipulasinya menjadi api hitam yang menyebar ditangan kanannya.
“Kau...” She Peng sulit untuk mengatakan sesuatu melihat kemampuan Fei Chen bahkan pil yang diberikan pemuda itu kepada dirinya.
Fei Chen menggunakan Teknik Api Hitam milik Raja Neraka dan membakar seluruh mayat yang terbunuh olehnya dan She Peng.
“Api Penyucian!”
Melihat bagaimana seluruh mayat lenyap tak berbekas dibakar api hitam yang berkobar itu membuat She Peng menjaga jarak karena kemampuan Fei Chen jauh diatas dirinya.
‘Dia berbahaya!’ Perkataan She Peng benar apa adanya. Fei Chen sangatlah berbahaya jika menjadi musuh, namun dia sangat berbeda saat menjadi teman.
“Saudara She, sepertinya kau telah selesai. Maaf aku tidak akan bertanya mengenai hal yang barusan kutanyakan.” Fei Chen mengira pertanyaan darinya telah menyinggung She Peng sehingga pemuda itu terdiam.
She Peng tersadar dan segera menepuk pipinya, “Tidak, aku akan menceritakannya padamu. Sebelum itu siapa namamu?”
“Saudara Fei, sebelumya terimakasih karena telah menyelamatkanku.” She Peng menambahkan jika dirinya sekarang dalam perjalanan kembali ke Gunung Cakrawala Hitam.
“Aku akan menjelaskan secara singkat tentang dunia persilatan Kekaisaran Jia yang telah berubah sepenuhnya...”
She Peng mengatakan jika setelah kudeta yang dilakukan pria bernama Cai Gunglai yang sekarang mengubah namanya menjadi Jia Gunglai itu, kondisi Kekaisaran Jia berubah drastis.
Banyak penduduk awam atau rakyat biasa mengira jika Kaisar Jia Song memiliki hubungan dengan Gunung Cakrawala Hitam, namun yang sebenarnya adalah ayah dari She Peng yang bernama She Kong berteman baik dengan Kaisar Jia Song.
Sahabat She Kong yang tidak lain adalah Cai Gunglai ternyata memiliki ambisi untuk menguasai dunia persilatan Kekaisaran Jia ataupun mendapatkan kursi tahta Kaisar.
“Bedebah itu menyukai Ibuku termasuk permaisuri Jia Minyue. Dia adalah manusia terburuk...” She Peng mengepalkan tangannya dengan sangat erat.
Cai Gunglai menyuruh anggotanya untuk membunuh penduduk biasa mengatasnamakan Kaisar Jia Song sehingga memicu kemarahan penduduk.
Disaat yang bersamaan pembantaian besar-besaran terjadi, Cai Gunglai muncul membunuh Kaisar Jia Song. Pria itu bekerjasama dengan Patriark Gunung Golok Kembar yang bernama Feng Xuanzhang.
Baik Cai Gunglai ataupun Feng Xuanzhang telah bekerjasama sejak lama. Rencana keduanya berhasil. Berbeda dengan Cai Gunglai yang tertarik dengan tahta, Feng Xuanzhang hanya menginginkan wanita bangsawan dan Cai Gunglai memberikannya.
Selain telah mengkambinghitamkan Gunung Cakrawala Hitam, Cai Gunglai dan Feng Xuanzhang juga berhasil membunuh She Kong. Dibawah kepemimpinan Cai Gunglai, Kekaisaran Jia semakin makmur, namun itu tidak berlangsung lama.
Setelah mendapatkan hati penduduknya, Cai Gunglai mulai memberlakukan wajib militer pada setiap laki-laki dari usia tujuh belas tahun sampai empat puluh tahun.
Situasi dunia persilatan Kekaisaran Jia telah berubah sepenuhnya karena Cai Gunglai dan aliran putih telah melakukan perburuan pada setiap sekte aliran hitam.
Kini aliran hitam hanya menyisakan Gunung Cakrawala Hitam, sedangkan di aliran putih hanya ada Gunung Golok Kembar.
“Sungguh ironis bukan? Tetapi hal ini juga yang membuat aliran putih, netral dan hitam masing-masing menyisakan satu sekte.” She Peng menambahkan jika aliran netral di Kekaisaran Jia adalah sekte terkuat yang pernah ada bahkan Cai Gunglai tidak berani mengusiknya.
Nama sekte aliran netral tersebut adalah Gunung Petir. Selain sulit ditemukan tempat persembunyiannya, Gunung Petir tidak terlibat dalam masalah aliran hitam dan netral ataupun politik Kekaisaran Jia.
“Aku sadar jika suatu saat sekteku akan mendapatkan balasan karena bagaimanapun kami telah membunuh banyak manusia, tetapi tetap saja tindakan mereka tidak bisa dimaafkan...” She Peng putus asa setelah mengetahui nasib Ibunya.
Setelah kematian She Kong lima tahun yang lalu, Ibunya ditangkap oleh Cai Gunglai dan Feng Xuanzhang.
Putih belum tentu bersih dan hitam belum tentu kotor itulah situasi yang terjadi di dunia persilatan Kekaisaran Jia sekarang. Fei Chen memetik sebuah pelajaran dari cerita She Peng.
“Saudara Fei, aku akan kembali ke sekteku. Mungkin kita akan berpisah disini.” She Peng berniat kembali ke Gunung Cakrawala Hitam secepatnya.
“Baiklah, aku akan melanjutkan perjalananku...” Fei Chen juga akan bergegas menuju langsung pusat kota Kekaisaran Jia yakni Jiayang.
Akhirnya keduanya berpisah, She Peng pergi menuju Gunung Cakrawala Hitam sedangkan Fei Chen pergi menuju Ibukota Jiayang.