Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 138 - Hutan Kebuasan


PPFC 138 - Hutan Kebuasan


Selepas berpisah dengan Yin Jinxia, segera Fei Chen pergi menuju markas Sekte Iblis Buas yang ada di Hutan Kebuasan. Lokasi Hutan Kebuasan sendiri berada dekat dengan wilayah perbatasan antara Kekaisaran Yin, Kekaisaran Ma dan Kekaisaran Kai.


Berada di tiga perbatasan yang jarang bahkan tidak pernah dimasuki orang membuat Hutan Kebuasan menjadi sarang bagi Binatang Iblis. Selain cuaca yang dingin dan bersalju, Hutan Kebuasan juga merupakan tempat dengan wilayah yang ekstrem.


Setelah melewati perjalanan sekitar lima hari dari perbatasan Kekaisaran Yin dan Kekaisaran Ma, Fei Chen bersama Su Xiulan dan San Zhu sampai di wilayah Hutan Kebuasan.


“Sepertinya Gao Lu Ma tidak berada disini...” San Zhu menatap pepohonan berwarna putih yang membeku sambil melepaskan aura tubuhnya.


“Jadi apa kau perlu bantuanku? Tidak perlu segan menyuruhku Bocah Fei, aku sudah mengatakan padamu jika aku adalah bawahanmu bukan? Aku akan dengan senang hati mengikuti perintah darimu baik untuk membunuh ataupun memuaskanmu.” San Zhu sengaja berkata demikian karena ingin menggoda Su Xiulan.


“San Zhu sialan!” Su Xiulan melepaskan aura pembunuh berjumlah besar pada wanita yang memakai gaun merah muda itu, “Aku akan membunuhmu!”


“Aku ingin kalian berada diluar Hutan Kebuasan untuk memastikan jika tidak ada yang melarikan diri dari tempat ini.” Fei Chen menatap tajam pepohonan yang membeku sambil memusatkan aura tubuhnya pada tangan kanannya.


“Aku akan menghabisi mereka dengan tanganku sendiri.” Setelah berkata demikian Fei Chen menghilang dari hadapan Su Xiulan ataupun San Zhu.


Tidak sampai semenit suara ledakan menggema dan badai api mulai terlihat di hutan. Su Xiulan dan San Zhu saling menatap satu sama lain sebelum menggelengkan kepala mereka berdua.


“Aku akan menjadikan Bocah Fei sebagai muridku. Dia benar-benar membuatku tertarik.” San Zhu tidak mengetahui jika Su Xiulan adalah istri sekaligus Guru yang mengajarkan cara memurnikan tenaga dalam dan menguasai Qi pada Fei Chen.


“Apa katamu?! Aku tidak keberatan jika kau memiliki perasaan padanya, San Zhu. Tetapi kau harus ingat aku adalah yang pertama dan kau harus lebih sopan padaku, mengerti?!”


Su Xiulan dan San Zhu saling menatap sengit satu sama lain sebelum akhirnya suara tawa San Zhu terdengar.


“Dia tiga belas tahun lebih muda dariku. Aku akan memanfaatkannya sebaik mungkin dan kau jangan sampai kecolongan karena bisa saja aku akan menjadi yang pertama untuknya.”


“Jangan bermimpi! Aku tetap akan menjadi yang pertama untuknya!” Su Xiulan tegas menatap San Zhu.


Sementara Su Xiulan dan San Zhu berdebat, Fei Chen sudah memulai pergerakannya dengan terbuka tanpa menyembunyikan hawa keberadaannya sedikitpun.


“Siapa kau?!”


“Datang dan langsung menyerang! Apa kau tidak sadar sedang berada di wilayah siapa?!”


Fei Chen sendiri terkejut mengetahui kekuatan yang dimiliki pendekar Sekte Iblis Buas. Sekarang di hadapannya ada para penjaga hutan yang jumlahnya sekitar seratus orang lebih dan kemampuan mereka semua berada di tahap menengah Pendekar Suci.


“Hanya diam dan tidak menjawab! Sepertinya kau memang ingin mati!”


Sepuluh penjaga melompat keatas dan mengeluarkan semacam auman ke arah Fei Chen. Suara auman tersebut bisa saja langsung menghancurkan gendang telinga jika orang yang mendengarnya berada dibawah pendekar suci.


‘Auman?’ Fei Chen mengangkat alisnya dan mulai mengeluarkan Aura Raja Naga. Terlihat tidak menarik Pedang Raja Neraka langsung seperti biasanya.


“Pukulan Raja Naga!”


“Aura Zirah Naga Api!”


Ditengah cuaca ekstrem yang bersalju dan dingin, Fei Chen mengeluarkan aura yang membara dan berubah menjadi api yang menyebar disekitar tubuhnya.


“Kemampuannya setara dengan Tiga Iblis Buas! Dia berbahaya!”


“Beri tanda pada yang lain!”


Beberapa pendekar terlihat menotok beberapa bagian tubuhnya. Dalam hitungan detik mereka terlihat seperti Manusia Buas.


“Kami akan memperlihatkan padamu hasil dari uji coba yang beliau lakukan pada para sampah tidak berguna yang membuat kami bisa menjadi seperti ini!”


“Kita tunjukkan pada dia tentang arti sebuah kebuasan-”


Sebelum menyelesaikan perkataannya pendekar tersebut mati saat Fei Chen mencekik lehernya dan menghancurkannya secara tiba-tiba.


“Terus saja mengoceh dan aku akan membunuh kalian semua!“ Dengan api hitam Fei Chen membakar tubuh pendekar tersebut hingga tak berbekas.


Perubahan pendekar Sekte Iblis Buas yang menjadi Manusia Buas sama sekali tidak berarti dihadapan Fei Chen saat pemuda itu mulai kembali mengeluarkan Aura Raja Naga.


Telapak tangan Fei Chen dipenuhi aura naga yang besar sebelum pemuda itu kembali menghilang dari pandangan mereka semua.


Para pendekar panik saat mengetahui tidak dapat merasakan hawa keberadaan Fei Chen. Kebanyakan dari mereka mati tanpa mengetahui situasi yang terjadi.


Fei Chen bergerak dengan begitu cepat sebelum menghancurkan leher dan tangan para pendekar.


“Selembut Sinar Mentari Yang Menyinari Jagat Raya!”


Serangan tapak tangan Fei Chen mendominasi serangan dan membuat para penjaga tidak sempat bereaksi. Fei Chen membunuh semuanya dalam waktu yang tidak lama.


Setelah itu Fei Chen menekan Aura Raja Naga dan melepaskan Aura Raja Neraka sebelum memanipulasinya menjadi api hitam yang membakar seluruh mayat penjaga yang jumlahnya seratus lebih itu.


“Semakin banyak aku membunuh orang seperti mereka, semakin pekat Aura Raja Naga dan Aura Raja Neraka milikku... Tetapi perasaan apa ini? Aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku...”


Sebelum Fei Chen bergerak menuju tempat persembunyian Sekte Iblis Buas lebih dalam lagi, tubuhnya terjatuh dan mulutnya mengeluarkan cairan berwarna hitam dalam jumlah banyak.


‘Ini?!’ Segera Fei Chen menutup mulutnya saat mengetahui setengah badannya terasa seperti terbakar api.


Api seharusnya tidak berpengaruh terhadap tubuh Fei Chen, tetapi sekarang rasa sakit yang membakar setengah badannya ini membuat Fei Chen sadar jika Kutukan Raja Neraka mulai akftif.


Fei Chen tersenyum dingin, “Benar-benar diluar dugaan!” Setelah itu dia berdiri dan melepaskan pakaian atasnya sembari matanya melihat setengah badannya yang memiliki tanda Naga berwarna hitam dan tangan kirinya yang memiliki tanda api berwarna merah seperti darah yang menempel pada kulit.


.