Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 124 - Balas Dendam


PPFC 124 - Balas Dendam


Hong Yun terkejut saat dia menemukan sebuah pedang berwarna hitam legam terbang menyerangnya, kemudian dia melihat Fei Chen telah berdiri dihadapannya.


“Satu jari menyentuh mereka, aku akan membunuhmu!”


Hong Yun segera memberi tanda pada pendekar yang melamun menyaksikan aksi Fei Chen yang terjadi secara tiba-tiba itu.


Sekitar lima puluh pendekar menyerang Fei Chen secara bersamaan. Fei Chen menyuruh Liu Xianlin dan Xhin Li Wei memejamkan matanya sebelum menarik Pedang Raja Neraka dan memainkan pedangnya.


Dengan Qi yang telah dikuasainya, Fei Chen melepaskan semacam aura yang membuat setiap tebasan pedangnya mengeluarkan api.


Tidak butuh waktu lama bagi Fei Chen memotong tubuh lima puluh pendekar dengan rapi. Cara Fei Chen membunuh membuat ketiga Tetua Aliran Pedang Iblis waspada.


“Jadi kau yang telah membunuh anakku?! Pemuda bermarga Fei!” Hong Yun melepaskan aura pembunuh dan menatap Fei Chen penuh kebencian.


“Kau telah membunuh banyak kerabatku! Aku tidak akan berhenti sebelum memusnahkan orang seperti kalian!”


Kedua pedang bersentuhan. Api dan petir menyatu menciptakan ledakan. Fei Chen tersenyum dingin dan melepaskan sejumlah tebasan yang dipenuhi api membara sedangkan Hong Yun juga memainkan pedangnya secara agresif.


“Malam ini akan kupastikan kalian semua mati!” Fei Chen menarik nafas panjang dan mengalirkan Qi kedalam bilah pedangnya.


“Jurus Pedang Raja Neraka Pertama...”


Fei Chen menghindari tebasan pedang Hong Yun yang dipenuhi petir lalu dia memusatkan serangannya pada kedua tangan Hong Yun.


“Tarian Api Neraka!”


Permainan pedang Fei Chen terkesan brutal saat memotong kedua tangan Hong Yun. Tidak segan-segan Fei Chen mengayunkan pedangnya dari atas kebawah memotong tubuh Hong Yun menjadi dua bagian.


Tidak ada yang berani mendekati Fei Chen saat tubuh Hong Yun terbakar oleh api hitam. Pemuda itu mendominasi pertarungan dan amarah yang telah terpendam selama dua belas tahun terlepas sepenuhnya.


“Jadi selanjutnya siapa?!” Fei Chen menoleh kearah dua tetua yang sudah menarik pedangnya.


“Jangan diam saja! Kepung pemuda itu dan kita bunuh dia bersama-sama!” Ma Zhangsun berseru lantang dan membuat semua pendekar yang ada di aula utama Istana Ma berteriak.


Teriakan itu membuat semua pendekar yang berjaga disekitar Istana Ma masuk kedalam aula utama dan memeriksa situasi.


Melihat bagaimana Fei Chen tersenyum dingin dan menikmati pertarungan membuat Liu Xianlin dan Xhin Li Wei ketakutan.


Fu Cao dan Ma Ce melepaskan aura pembunuh mereka bersamaan dengan ratusan anggota pendekar Aliran Pedang Iblis yang mengepung Fei Chen dari berbagai arah.


Tujuan keduanya adalah Liu Xianlin dan Xhin Li Wei mengingat Fei Chen disibukkan oleh ratusan anggota pendekar Aliran Pedang Iblis.


“Aliran Pertama Pedang Iblis - Jeritan Haus Darah!”


Baik Fu Cao ataupun Ma Ce tidak ragu-ragu saat hendak menyerang Liu Xianlin dan Xhin Li Wei menggunakan nafsu membunuh. Semua itu demi keselamatan mereka karena mengantisipasi serangan balik Fei Chen.


Dan apa yang dikhawatirkan keduanya benar-benar terjadi bahkan mereka berdua tidak pernah membayangkan jika Fei Chen dapat menghabisi ratusan pendekar Aliran Pedang Iblis dalam sekejap.


Anggota tubuh bergelimpangan serta darah bercipratan saat pemuda itu membunuh dengan pedangnya tanpa ragu sedikitpun. Tidak ada ekspresi penyesalan diwajah Fei Chen yang ada hanya senyuman dingin saat membunuh setiap pendekar Aliran Pedang Iblis.


“Tarian Api Neraka!”


Fu Cao dan Ma Ce langsung mengambil jarak saat tebasan keduanya ditangkis Fei Chen. Berniat menjadikan Liu Xianlin dan Xhin Li Wei menjadi sandera hanyalah impian belaka.


Tidak mudah bagi keduanya untuk memojokkan Fei Chen. Akhirnya Fu Cao mengambil inisiatif untuk memaksa Fei Chen melebarkan pertahanannya.


Sejumlah serangan dari jarak jauh berterbangan kearah Fei Chen. Tindakan Fu Cao efektik karena membuat Istana Ma hancur hampir setengahnya.


Hawa keberadaan Fei Chen menghilang beserta Liu Xianlin dan Xhin Li Wei. Fu Cao dan Ma Ce mengejar Fei Chen yang membawa kedua wanita itu menjauh dari Istana Ma.


Ma Zhangsun dan Guan Ji Ma juga melakukan hal yang sama. Namun apa yang mereka temukan diluar Istana Ma adalah sesuatu yang mengejutkan. Sepanjang jalan menuju rumah hiburan dipenuhi darah dan tubuh pendekar Aliran Pedang Iblis yang telah binasa.


“Xiulan, dimana mereka berdua?”


Baik Fu Cao, Ma Ce, Ma Zhangsun dan Guan Ji Ma melihat Fei Chen yang berbicara dengan wanita berambut putih. Empat orang tersebut langsung mengetahui jika kemampuan wanita berambut putih melebihi Fei Chen dan tentunya Situ Qi dan San Zhu.


“Suamiku, mereka berdua sedang makan di restoran dekat gerbang.” Su Xiulan memberi isyarat pada Liu Xianlin dan Xhin Li Wei agar mendekat.


“Bawa mereka berdua kesana. Aku akan mengurus empat orang yang tersisa.”


Fei Chen tersenyum tipis kepada Su Xiulan sebelum memudarkan senyuman itu saat kedua bola matanya menatap Fu Cao, Ma Ce, Ma Zhangsun dan Guan Ji Ma.


“Jadi kalian berempat ingin mati bagaimana?!”