
PPFC 214 - Segel Langit
Fei Chen menajamkan seluruh indera dalam dirinya dan menatap tajam Gao Lu Ma. Dia mengetahui jika jurus yang baru saja digunakan Gao Lu Ma menggunakan banyak Qi yang menguras energi penggunanya.
Phoenix Es dan Phoenix Api menyerang dari dua arah secara bersamaan, Fei Chen menangkis kedua cakaran kedua serangan tersebut sebelum mengalihkan pertahanannya pada Naga Giok dan Ular Bumi.
Saat ini di hadapan Fei Chen terlihat lima hewan yang seharusnya sudah punah dari peradaban karena kekacauan yang dibuat para Dewa namun kelima hewan itu muncul dihadapannya.
“Naga Giok, Kera Langit, Ular Bumi, Phoenix Es dan Phoenix Api. Ini adalah jurus pamungkasku, bocah! Sudah kukatakan sebelumnya kau masih terlalu dini menampakkan diri!” ujar Gao Lu Ma sambil tersenyum menyeringai.
Sementara itu Fei Chen tersenyum tipis, “Kita sudah bertarung sejauh ini! Jangan pikir kau akan melihat hari esok Gao Lu Ma! Kau akan berakhir hari ini!”
Gao Lu Ma tersentak kaget mendengar ucapan Fei Chen. Pemuda itu terlihat seperti merencanakan sesuatu yang membuat dirinya tidak bisa tenang.
Fei Chen mengingat dengan jelas bagaimana Segel Langit yang dia dapatkan setelah melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang dengan Ning Guang.
“Pantas saja Raja Neraka menginginkan orang yang mewarisi tekadnya memiliki banyak wanita. Sembilan Pusaka Dewa, semua itu konyol!”
Amukan Naga Giok dan Kera Langit dihentikan Fei Chen dengan mudah, kemudian lilitan Ular Bumi pada tubuhnya juga dapat dia lepaskan.
“Setiap pemilik kekuatan Sembilan Kekacauan Surgawi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Aku akui kau mampu memanipulasi dan mengendalikan hewan buas ataupun Binatang Iblis. Tetapi kau harus ingat, aku mampu menjinakkan kelima anak kesayanganmu ini.” Fei Chen tersenyum lebar saat aura disekitar tubuhnya berubah.
Gao Lu Ma menjaga jarak karena menyadari aura yang dilepaskan Fei Chen berbeda dari sebelumnya.
“Bunuh bocah itu!” Gao Lu Ma berteriak dan membuat kelima hewan itu menyerang Fei Chen secara bersamaan.
“Aura Raja Penakluk!” Tatapan dingin Fei Chen membuat Naga Giok, Kera Langit, Ular Bumi, Phoenix Api dan Phoenix Es langsung bertekuk lutut. Kelima hewan ini terlihat seperti bersujud.
“Bagus, perintah dariku adalah hal yang mutlak,” ucap Fei Chen sambil berjalan melewati kelima hewan tersebut.
“Tidak mungkin...” Gao Lu Ma masih tidak percaya dengan apa yang barusan dia lihat. Mengingat dirinya bersusah payah mengendalikan kelima hewan peliharaan Raja Iblis Mao Gang tersebut membuat dirinya syok.
Kepercayaan diri Fei Chen menghancurkan kepercayaan diri Gao Lu Ma. Sebelum Gao Lu Ma bertindak lebih jauh, Fei Chen langsung menggunakan Segel Langit dan mencengkeram perut Gao Lu Ma lalu menarik seluruh energi kehidupannya dan menyegelnya.
‘Hmmm... Apa yang terjadi? Cincin Samudra Hitam pecah? Tunggu jangan bilang!’ Fei Chen membatin karena merasakan ada kejanggalan dengan Cincin Samudra Hitam yang seharusnya menjadi malapetaka karena menyimpan kemampuan Raja Iblis Buas.
“Argh!” Gao Lu Ma meronta kesakitan sebelum mulutnya terbuka lebar dan muncul tangan berwarna hitam.
Mulut Gao Lu Ma robek begitu juga dengan tubuhnya yang hancur bersamaan dengan kemunculan sosok pria berbadan kekar dengan tatapan penuh kebengisan.
“Terimakasih Mao Gang... Kau telah menumbalkan bawahan terbaikmu untuk membangkitkanku. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Kali ini aku akan memastikan kematian Ratu Neraka dan Dewi Kematian!”
“Bagaimana dengan Lili dan Xia‘er?” Fei Chen menoleh jauh ke atas melihat Jia Li dan Yin Jinxia yang berhasil membuat Sun Ma kehilangan kedua tangannya.
Sun Ma terlihat kesulitan beregenerasi karena Yin Jinxia menggunakan Es Abadi.
ROOOAAARRR!!!
Saat Fei Chen mengamati kedua istrinya bertarung, Manusia Buas setinggi tujuh meter melayangkan pukulan padanya. Namun Fei Chen tetap tenang bahkan tidak bergeming sedikitpun dan hanya menatap pertarungan yang dilakukan kedua istrinya.
“Kera Langit, hancurkan dia sampai tidak bersisa!” ucap Fei Chen dan beberapa detik kemudian Kera Langit langsung memukul dadanya dan menahan pukulan Manusia Buas.
Dengan buas Kera Langit membunuh Manusia Buas setinggi tujuh meter. Fei Chen menghela nafas panjang dan mengeluarkan sejumlah pil untuk memulihkan Qi dalam tubuhnya.
“Kakak! Cepatlah!” Namun tiba-tiba dia mendengar Sun Ma berteriak keras.
“Hah?!” Fei Chen mengerutkan keningnya dan menatap keatas. Dirinya kembali dikejutkan dengan kelima hewan yang telah dia jinakkan gemetar ketakutan.
“Apa yang terjadi-” Mata Fei Chen melebar dan belum sempat menyelesaikan perkataannya karena langit diatas sana seolah-olah terbelah menjadi dua.
Dan yang paling membuatnya terkejut adalah kemunculan Naga berwarna hitam dengan petir berwarna ungu yang mengelilingi tubuhnya.
“Dia...” Fei Chen menelan ludah mengingat sekarang dirinya sudah dalam kondisi tidak memungkinkan untuk bertarung lagi.
“Hiks! Gaaah! Kurasa aku bisa membangun kembali Menara Naga Kuno demi membangkitkan beliau! Gara-gara bocah itu! Kami harus mengadakan perjamuan Lima Raia Iblis Agung!”
Suara orang mabuk terdengar dari Naga berwarna hitam tersebut. Kemunculan Raja Naga Iblis Sun Yelong jelas menjadi ancaman terlebih Sun Ma memiliki hubungan langsung dengan Sun Yelong.
“Sepertinya Sun Zhuo telah mati! Bonekaku hanya tersisa kau Sun Ma! Jadi mana bocah yang berhasil mendapatkan Pedang Sembilan Petir?!”
Sun Ma langsung menunjuk Fei Chen yang dibawah sana.
“Waaahik!” Suara cegukan dari Raja Naga Iblis Sin Yelong terdengar.
“Naga Giok?”
Fei Chen mendecakkan lidahnya dan hanya memiliki satu cara terakhir untuk menghadapi situasi yang tidak diharapkan ini.
“Benar-benar situasi yang sangat buruk!”