
PPFC 216 - Aku Tidak Akan Melakukan Hal Yang Tidak Aku Suka
“Sangat parah Xiaxia. Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?” Jia Li menghela nafas panjang setelah memeriksa kondisi tubuh Fei Chen.
“Iya sangat parah Lili. Tetapi berkat Chen‘gege kita bisa selamat...” Yin Jinxia menjawab dan berpikir untuk menjadi lebih kuat mengingat bagaimana kekuatan musuh yang akan dihadapi Fei Chen.
“Kita kembali ke Gunung Menangis. Sebelum itu bisa kalian ambil semua sumber daya milik Lentera Iblis Tunggal?” Fei Chen menatap Jia Li dan Yin Jinxia sebelum akhirnya dia memberi perintah pada Phoenix Api untuk membakar tubuhnya.
“Setidaknya dengan ini aku bisa memulihkan kondisiku lebih cepat...” guman Fei Chen yang sekarang berbaring diatas punggung Phoenix Api.
Sejauh mata memandang Fei Chen hanya menemukan kekacauan. Akhirnya dia memutuskan untuk mengirimkan anggota Istana Naga Neraka Terdalam memeriksa Lembah Sunyi yang telah hancur ini.
Melihat bagaimana banyaknya mayat Binatang Iblis, Fei Chen ingin anggota Istana Naga Neraka Terdalam mengambil Permata Iblis dan menyerap khasiatnya.
Fei Chen memiliki banyak sumber daya, hanya dia membagikan sumber daya tersebut kepada orang terdekatnya, istri ataupun mertuanya seperti Yin San contohnya.
Tempat yang telah berhasil Fei Chen bangun untuk membudidayakan sumber daya adalah Wujin di Kekaisaran Ma. Dia sendiri berniat akan membangun wilayah lain di Kekaisaran Yin karena bagaimanapun Yin San adalah sosok mertuanya.
“Chen‘gege, semua ini adalah milikku. Kau tidak keberatan bukan?” Yin Jinxia berkata setelah menaruh beberapa pil dan sumber daya.
“Aku tidak keberatan, Xia‘er. Selama semua itu membantu perkembanganmu maka itu sudah cukup bagiku,” jawab Fei Chen.
“Aku berniat membagikan ini pada murid Istana Naga Neraka Terdalam, suamiku,” ujar Yin Jinxia sambil merapikan pakaian atas Fei Chen.
“Hmm...” Fei Chen menanggapi dengan senyuman.
Tak lama Jia Li datang dan membuka portal teleportasi menuju Gunung Menangis. Jia Li membawa Fei Chen dan Yin Jinxia termasuk kelima hewan yang berhasil Fei Chen jinakkan.
Sesampainya di Gunung Menangis Jia Li kehabisan tenaga. Kehadiran Fei Chen yang membawa kedua istrinya disambut oleh kedua dayang yang menjaga Murong Liuyu dan Long Xiaoya.
‘Aku memang telah menerima kondisinya. Tetapi Chen‘gege terlihat menikmati kutukannya, bahkan dia sangat menyukai wanita.’ Yin Jinxia membatin sambil memapah Fei Chen menuju Danau Phoenix.
“Chenchen, jangan bilang kau melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang dengan Yaya dan Senior Liuyu.” Jia Li menatap Fei Chen tajam dan berkata secara blak-blakan.
Fei Chen tersenyum lemah, “Aku tidak membantah.”
‘Dia mengakuinya!’ Yin Jinxia dalam hati terkejut walau sudah menebaknya.
“Aku akan memeriksa kondisi Yaya dan Senior Liuyu.” Jia Li menghentakkan kakinya keras menuju Rumah Yin Yang.
Dua dayang yang menuntun Jia Li memberitahu tentang kondisi Murong Liuyu yang tidak bisa berjalan. Sementara Long Xiaoya terbaring lemas karena baru terbangun setelah terkena Racun Laba-Laba Hitam.
“Chen‘gege...” Panggil Yin Jinxia setelah Fei Chen merendamkan tubuhnya di Danau Pengobatan.
“Ada apa Xia‘er?” jawab Fei Chen sambil menoleh kebelakang.
“Kau membuat Senior Liuyu tidak bisa berjalan dan berbaring diranjang seharian. Bukankah kau berhutang penjelasan padaku?!” ujar Yin Jinxia dengan geram.
“Aku akan memberitahumu Xia‘er. Tunggu aku selesai mandi...” Fei Chen hanya menanggapi santai dan menenggelamkan badannya.
Setelah selesai mandi Fei Chen memberitahu apa yang menimpa Long Xiaoya dan Murong Liuyu. Mengetahui kebenarannya langsung dari Fei Chen membuat Yin Jinxia bernafas lega.
“Aku bersyukur karena Chen‘gege akan bertanggung jawab. Aku selalu mengira Chen‘gege akan pergi setelah mendapatkan apa yang diinginkan,” ujar Yin Jinxia sambil memijat punggung Fei Chen.
“Aku tidak akan melakukan hal yang tidak aku suka.” Fei Chen berdiri lalu berjalan menuju ruangan Long Xiaoya untuk menjelaskan kondisi tubuh gadis tersebut.