Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 48 - Delapan Nama


PPFC 48 - Delapan Nama


“Wei Hongyun menang telak!”


“Dia benar-benar jenius yang berbakat!”


Setelah Jia Li bertanding, selanjutnya giliran Wei Hongyun yang menunjukkan aksinya dengan mengalahkan perwakilan salah satu sekte menengah.


“Chenchen, apa kau tidak mengatakan apapun?” Jia Li melirik Fei Chen berharap mendapatkan pujian karena telah memenangkan pertandingan.


“Ya, selanjutnya pertandingannya Saudara Zhou bukan? Lawannya adalah jenius dari Sekte Seribu Pedang. Ini akan sulit.” Fei Chen tidak peka dan dia menatap pertandingan selanjutnya.


Tian Zhou menggaruk kepalanya, “Qie Yang. Dia adalah anak dari Patriark Sekte Seribu Pedang. Aku tidak menahan diri dan aku akan memenangkan pertandingan ini.”


Tian Zhou terlihat penuh percaya diri melangkahkan kakinya menuju arena lapangan disusul Qie Yang.


“Kenapa kau cemberut?” Fei Chen melirik Jia Li yang mengembungkan pipinya.


Jia Li menghela nafas, “Lupakan saja.” Jawaban Jia Li ini menimbulkan sejumlah pertanyaan dibenak Fei Chen.


‘Bocah manusia bodoh! Gadis itu ingin mendapatkan pujian darimu! Kau ini tidak berguna sama sekali!’ Suara Pedang Gila terdengar kesal akan sikap Fei Chen.


‘Oh, memuji. Aku akan mencoba melakukannya nanti.’ Fei Chen mengalihkan pandangannya tidak melihat Jia Li.


‘Sekarang, kau harus memujinya sekarang,’ tegur Pedang Gila.


Fei Chen menggaruk pipinya yang sama sekali tidak gatal lalu mengatakan, “Lili, permainan pedangmu indah.”


“Hmm?” Jia Li heran mendengar perkataan Fei Chen.


“Coba ulangi lagi yang kau katakan barusan,“ lanjut Jia Li.


Fei Chen mengacak rambut Jia Li dan menatap mata gadis manis itu, “Aku hanya mengatakannya sekali. Jangan membuatku mengulanginya.”


Jia Li tersipu malu, jantungnya berdetak kencang karena Fei Chen menaruh perhatian padanya. Kedekatan keduanya menarik perhatian penonton disekitar mereka.


‘Menyebalkan...’ Fei Chen kembali memperhatikan pertandingan yang akan digelar, begitu juga dengan Jia Li.


Terjadi hal yang mencengangkan saat Liu Chuxing memulai aba-aba pertandingan. Di arena lapangan terlihat Tian Zhou dan Qie Yang bergerak secara bersamaan.


Keduanya menyerang dengan agresif sejak awal, hanya saja ilmu pedang Qie Yang lebih tinggi dari Tian Zhou begitu juga dengan kemampuannya.


“Kau melakukan hal yang sia-sia. Aku mendengar dari Xumao jika kau tidak berguna.” Qie Yang tersenyum lebar sambil terus menebaskan pedangnya yang diisi tenaga dalam.


Tian Zhou tidak menggubris perkataan Qie Yang. Dia sudah terbiasa dengan ejekan seperti ini dan terlihat sama sekali tidak peduli.


“Kau jangan merasa bangga dulu. Dirimu berumur tujuh belas tahun dan aku berumur lima belas tahun. Dari segi umur aku sudah kalah, tetapi aku tidak ingin kalah dengan alasan itu. Jika aku kalah, itu tandanya diriku belum cukup kuat.” Tian Zhou berkata di sela-sela serangan Qie Yang padanya.


“Selain itu kau terlalu membanggakan dirimu hingga lupa akan keberadaan teman satu sekteku yang usianya lebih muda darimu.” Tian Zhou menambahkan.


“Kau...” Mata Qie Yang mendelik tajam, “Akan kubungkam mulutmu itu!”


Qie Yang merasa diremehkan saat dirinya dibandingkan dengan Fei Chen oleh Tian Zhou. Permainan pedang Qie Yang semakin agresif dan tidak memberikan kesempatan pada Tian Zhou untuk menyerang balik.


‘Sial!’ Tian Zhou merapatkan giginya saat menyadari serangan yang dilepaskan Qie Yang.


“Kau! Baiklah, akan kutunjukkan perbedaan di antara kita!” Qie Yang terlihat tidak akan menahan diri saat melepaskan diri tenaga dalam berjumlah besar pada bilah pedangnya.


Tian Zhou sedari tadi sudah melakukan hal yang sama dengan Qie Yang tanpa disadari pemuda dari Sekte Seribu Pedang itu.


Terlihat pedang milik Tian Zhou dipenuhi api yang membara, sedangkan pedang milik Qie Yang memancarkan cahaya berwarna hitam.


Tian Zhou maju lebih dulu kedepan dan melepaskan serangan, “Terik Matahari Membakar Bumi!”


Qie Yang sempat terkejut saat dirinya mengayunkan pedangnya, “Gelombang Kuasa!”


Kedua pedang bersentuhan. Pada awalnya jurus keduanya terlihat seimbang namun saat kedua pedang itu semakin lama bersentuhan, suara ledakan tiba-tiba menggema bersamaan dengan pedang milik Tian Zhou yang terpelanting.


Qie Yang langsung mengayunkan pedangnya melukai tubuh Tian Zhou tepat setelah Tian Zhou melepaskan pedangnya.


Tian Zhou mencoba menghindar tetapi tebasan pedang Qie Yang berhasil mendarat di perutnya.


“Cukup!” Liu Chuxing melepaskan aura tubuhnya menekan pergerakan Qie Yang, “Pemenangnya sudah jelas bukan?”


Liu Chuxing tidak menyangka melihat sifat Qie Yang yang sangat berbeda dari rumor yang pernah didengar olehnya.


“Kau harus menahan dirimu untuk tidak melukai lawanmu secara fatal. Turnamen ini diikuti oleh pendekar aliran putih dan netral, bukan hitam.” Liu Chuxing menatap tajam Liu Chuxing yang menyarungkan pedangnya.


Liu Chuxing memasang ekspresi bersalah dan mendekati Tian Zhou yang memegang perutnya, “Maafkan aku. Aku tidak berniat melukaimu secara fatal, tetapi aku tidak bisa menghentikan ayunan tanganku.”


“Hah?” Tian Zhou berdiri dan melihat jelas jika Qie Yang sengaja berpura-pura merasa bersalah.


“Tidak perlu dipikirkan. Lagipula luka ini karena kelemahanku.” Tian Zhou mengambil pedangnya dan kembali ke bangku peserta.


Babak penyisihan Turnamen Harimau Yin berlangsung lebih singkat dari yang diperkirakan. Yang paling menarik perhatian penonton adalah pertandingan Yin Jinxia.


Sosok Tuan Putri Kaisar Yin ini berhasil membius penonton dengan permainan pedangnya yang indah. Yin Jinxia berhasil membuat lawannya bertekuk lutut tanpa menunjukkan kemampuannya yang sesungguhnya.


Selain Yin Jinxia, aksi Yue Lian juga membuat penonton kagum karena permainan pedang Yue Lian tidak kalah dengan Yin Jinxia.


Berikut delapan nama yang akan bertanding di babak delapan besar.


- Fei Chen


- Long Xiaoya


- Qie Yang


- Jia Li


- Lin She


- Wei Hongyun


- Yue Lian


- Yin Jinxia