Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 188 - Hari Pernikahan


PPFC 188 - Hari Pernikahan


Hari berlalu cepat.


Akhirnya hari yang ditunggu semua orang tiba, khususnya masyarakat Kekaisaran Ma dan Kekaisaran Yin. Pernikahan megah ini dilangsungkan langsung di dua kota yakni Ibukota Huayin dan Ibukota Mafei.


Pernikahan ini berlangsung selama seharian penuh mengingat banyaknya tamu undangan. Pernikahan pertama dilakukan di Ibukota Mafei dan kedua dilangsungkan di Ibukota Huayin.


“Aku merasa iri melihat Chen‘er...” ucap Yin San saat melihat Fei Chen duduk bersanding dengan tujuh perempuan termasuk Su Xiulan.


“Kaisar, dulu dia seorang bocah tetapi lihatlah sekarang dia benar-benar sosok penguasa yang perkasa...” Long Jirou menanggapi sambil menikmati hidangan dengan arak.


“Dia mengatakan padaku semua tergantung Yaya... Padahal aku berharap hari ini bisa melihat cucuku disana juga...” Long Jirou menambahkan.


“Muridku memang hebat. Aku tidak sabar menanti pencapaian Chen‘er kembali...” sahut Feng Lao seraya menuangkan arak pada cangkir milik Dao Tao.


“Saudara Feng, muridmu itu sudah bertunangan dengan cucuku... Aku akan memintanya menikahi Lian‘er saat cucuku itu berusia tujuh belas tahun...” ujar Dao Tao.


Sementara Fang Huo yang melihat mereka hanya menghela nafas. Kembali dia mengingat bagaimana pertemuannya dengan Fei Chen. Tidak pernah dia sangka seorang bocah yang bertemu dengannya kini sudah dewasa dan menjadi orang terpandang.


‘Aku berharap Yu‘er ada disana juga...’


Para tamu undangan silih berganti memberikan ucapan selamat. Mereka semua mengagumi sosok Fei Chen yang sekarang duduk bersanding dengan Su Xiulan, Liu Xianlin, Jia Li, Ning Guang, Yin Jinxia, Ling Ye dan Qiao Mi.


Walaupun banyak yang mengaguminya, ada beberapa orang yang menatapnya iri sekaligus kesal. Sebut saja para pria yang memiliki istri ataupun lajang, mereka semua hanya bisa berandai-andai bisa menggantikan posisi Fei Chen dan berharap berhenti mendengar obrolan istri mereka yang rela menjadi simpanan Fei Chen.


Orang yang kesal dengan pernikahan ini adalah San Zhu karena telah mengetahui Su Xiulan hamil. Terlebih dia tidak mendapatkan perhatian Fei Chen selama tiga bulan lebih.


“Bocah sialan itu! Aku berniat memanfaatkannya justru dia memanfaatkanku!“ San Zhu mengoceh setelah meminum arak.


“Saudari San, jangan keras-keras bicaranya. Semua orang menatap kearah kita,” tegur Chi Sun saat mengetahui San Zhu terlihat kesal.


“Hei, Saudari Chi. Kita seumuran tetapi masih sendiri, apa kau tidak tertarik dengan bocah itu?” San Zhu tersenyum menyeringai menggoda Chi Sun.


“Bicaramu ngelantur...” Chi Sun mendorong tubuh San Zhu saat wanita itu memeluknya.


“Saat kita seperti ini, aku yakin Lentera Iblis Tunggal dan pendekar aliran hitam yang tersisa melakukan pergerakan...” Murong Liuyu meminun minuman dengan anggun dan tidak menatap kearah Fei Chen sama sekali.


“Senior Murong, tentang ajakanmu itu... Aku akan ikut.” Long Xiaoya menanggapi ucapan Murong Liuyu dan melirik Jia Li dan Yin Jinxia sesekali.


“Saudari Chi, antar aku ke kamar...”


Chi Sun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah San Zhu. Chi Sun menghampiri Luo Rou yang duduk bersama Hong Zi Ran dan Qie Shie.


“Saudari Luo, aku duluan.”


“Ah, sepertinya Saudari San sudah mabuk...” Luo Rou hanya tertawa lirih lalu kembali berbincang dengan Hong Zi Ran dan Qie Shie.


“Apa kau serius dengan ucapanmu itu Saudari Qie?”


“Untuk apa aku berbohong? Chen‘er yang berjanji akan menikahiku.”


Mereka bertiga membahas tentang Qie Shie yang pernah meminta Fei Chen menikahi janda Lentera Seribu Pedang itu.


“Dasar janda...” Hong Zi Ran menggumam pelan.


“Kau juga janda Zi Ran,” sahut Qie Shie sambil tertawa pelan.


Hong Zi Ran ikut tertawa dan mengalihkan obrolan karena merasa aneh membahas Qie Shie yang memiliki perasaan kepada Fei Chen.


‘Dimataku Chen‘er sama seperti Zhou‘er. Aku menganggapnya seperti anakku sendiri...’ Batin Luo Rou saat melirik Fei Chen yang terlihat begitu tampan hari ini.


“Chen‘er sudah kuanggap seperti anakku sendiri sama seperti Lili. Jika dirimu ingin menikah dengannya kau harus meminta restu dariku Saudari Qie.” Luo Rou tertawa lirih setelah mengatakan itu.


Qie Shie ikut tertawa dan menanggapi, “Kalau begitu apa kau mengizinkan aku menjadi istri anakmu itu Saudari Luo?”


“Tidak.”


Ketiganya bercanda sambil menikmati hidangan yang disajikan. Bukan hanya para pendekar Istana Naga Neraka Terdalam yang ada di Kekaisaran Yin saja yang menghadiri pernikahan ini, namun perwakilan Istana Naga Neraka Terdalam dari Kekaisaran Chu juga turut hadir bersama dengan Ayah dari Ling Ye, Permaisuri Jia Minji dan Mu Rong.


Setelah melewati acara yang panjang akhirnya pesta pernikahan telah selesai dan para tamu undangan telah kembali. Hari ini Fei Chen benar-benar kehabisan tenaga karena menggunakan Portal Teleportasi sebanyak lima kali.


“Ada kemajuan karena sekarang aku bisa menggunakan Portal Teleportasi sebanyak enam kali...” Fei Chen tersenyum saat kembali ke Istana Ma bersama tujuh wanita yang sekarang resmi menjadi istrinya.


Mengingat acara pernikahan telah selesai, Fei Chen menitipkan Ma Mingyan pada Xhin Li Wei karena dia ingin menikmati waktu bersama tujuh istrinya selama beberapa hari ke depan.