Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 119 - Sisi Gelap Su Xiulan


PPFC 119 - Sisi Gelap Su Xiulan


Fei Chen memberitahu isi surat yang ditulis Ma Zhangsun untuk Hen Dong. Kurang lebih isinya adalah menyuruh Hen Dong ke Ibukota Mafei membawa Xhin Li Wei karena Ma Zhangsun tertarik pada wanita itu sekaligus membawa Ling Xiyao dan Ma Mingyan.


“Aku tidak akan membawa siapapun ke Ibukota Mafei kecuali...” Fei Chen menatap Su Xiulan yang tersenyum padanya.


“Kecuali? Suami manisku, kau harus memanggilku dengan benar.” Su Xiulan menatap tegas dan membuat pemuda itu menghela nafas panjang.


“Aku hanya akan membawa Xiulan, sisanya tunggu disini. Jujur saja keberadaan kalian disana hanya akan menjadi beban.” Fei Chen secara blak-blakan mengatakan itu dan membuat Liu Xianlin, Ling Xiyao, Ma Mingyan dan Xhin Li Wei terdiam.


“Kasar...” Su Xiulan bergumam pelan.


“Dua minggu lagi aku akan menyamar sebagai Hen Dong dan menghadiri pesta genapnya dua belas tahun pemerintahan Ma Zhangsun. Tujuan mereka adalah memperluas wilayah hingga ke Kekaisaran Yin dan aku akan menghabisi semuanya di acara perjamuan itu...” Fei Chen membakar surat ditangannya dan memejamkan matanya.


____


Mengisi waktu luangnya selama dua minggu, Fei Chen berlatih cara memurnikan tenaga dalam ke tahap yang lebih tinggi yakni Qi. Dengan kondisi tubuhnya yang spesial tentu saja membuat Fei Chen kesulitan menembus Tahap Awal Pendekar Dewa jika tidak mengetahui cara menggunakan Qi.


Su Xiulan yang sudah mencapai Pendekar Dewa Tahap Menengah memiliki kemampuan yang melebihi Raja Iblis Buas dan setara dengan Raja Naga Iblis.


Su Xiulan mengajarkan Qi kepada Fei Chen secara sukarela karena pemuda itu akan membuat tujuannya tercapai yakni untuk bunuh diri dan mengakhiri semua penyesalannya.


Su Xiulan sendiri mengajarkan semua hal penting kepada Fei Chen tanpa ragu. Dibandingkan membuat Fei Chen terpana, berulang kali Su Xiulan membuat Fei Chen kesal dan menelan ludah menahan hasrat karena wanita itu selalu mempermainkannya baik disaat serius ataupun bercanda.


“Ini adalah selendang kesayanganku. Selendang ini adalah Pusaka Dewa yang dibuat Burung Beo itu. Ini adalah kenangan yang membuatku teringat padanya.” Su Xiulan tersenyum kecut dan membuat Fei Chen memudarkan tatapan kesalnya.


Fei Chen menunjukkan kepedulian, “Xiulan, tentang tujuanmu yang ingin mengakhiri nyawamu itu... Aku tidak mengizinkannya. Kau adalah istriku, kau yang mengatakannya dan kau harus melakukan tugasmu sebagai istriku. Temani aku hingga cerita ini berakhir dan tegur aku, saat diriku ini kehilangan arah.”


Su Xiulan menatap aneh Fei Chen karena mendengar omongan seperti barusan sulit percaya keluar dari mulut Fei Chen.


“Kau barusan mengatakan apa? Aku tidak salah dengar bukan?” Su Xiulan melipat kedua tangannya dibawah dadanya, sedangkan Fei Chen memegang dagunya dan tersenyum tipis.


“Apa kau membutuhkan bukti?” Su Xiulan mengangguk saat Fei Chen bertanya demikian.


Fei Chen melepaskan ciumannya dan tersenyum, “Kau adalah wanitaku...”


Mata Su Xiulan melebar dengan kedua bola mata berlinang, “Hiks...” Wanita itu memeluk tubuh Fei Chen sangat erat.


“Suamiku, kehidupan yang kuinginkan sebenarnya sangat sederhana. Aku ingin mempunyai rumah yang disekitarnya dipenuhi taman dan menikah dengan pria yang kucintai lalu mempunyai seorang anak. Tetapi dunia ini sangat kejam...”


Su Xiulan menangis sesenggukan didada Fei Chen dan menyembunyikan wajahnya, “Aku telah berhasil membalaskan dendam orang tuaku, namun aku tidak pernah sadar jika didalam diriku ini ada sosok diriku yang lain. Diriku yang dipenuhi kegelapan dan membuatku tanpa sadar membunuh orang-orang terdekatku bahkan orang asing.”


Fei Chen mengelus kepala Su Xiulan dan mengecup rambut atasnya, “Aku akan menerima sisi dirimu yang sekarang atau sisi gelapmu itu Xiulan. Jadi semuanya akan baik-baik saja.”


Su Xiulan menggelengkan kepalanya, “Tidak! Kau tidak mengerti apapun! Aku telah membunuh orang yang telah kuanggap sebagai teman, sahabat, Ibu bahkan Guru! Penyesalan ini kau tidak akan memahaminya!”


Su Xiulan menangis keras dan membuat Fei Chen mendekap nya lebih erat.


“Aku tidak terlalu ingat kenangan saat sisi gelapku mulai muncul. Yang kuingat adalah aku dikhianati kekasihku dan sosok yang kuanggap sebagai sahabat dan Ibu. Mereka menjual ku sebagai budak dan setelah itu semuanya menjadi gelap...”


Su Xiulan mendorong tubuh Fei Chen pelan, “Aku tidak memiliki emosi apapun selain sebuah kehampaan yang tidak berujung. Aku takut diriku ini akan membunuh orang tak bersalah lagi, jadi tolong jangan membuatku berharap ingin bertahan hidup lebih lama lagi...”


Fei Chen menatap Su Xiulan penuh makna saat aura disekitar wanita itu berubah, “Aku tidak peduli dengan semua ocehanmu itu...”


Derap langkah kaki Fei Chen mendekati Su Xiulan yang menatap serius dirinya, “ Kau adalah wanitaku. Maka dari itu, semua beban dan penderitaanmu adalah milikku.”


Mata Su Xiulan melebar dan berubah menjadi berwarna hitam bercampur merah. Tatapan dingin dan mengintimidasi itu menatap kearah Fei Chen.


“Berhenti mengatakan hal yang bodoh, manusia rendahan! Wanita ini adalah wadahku! Biarkan dia bunuh diri dan mati agar aku bisa mengambil alih tubuhnya!”


Untuk pertama kalinya Fei Chen langsung terduduk lemas saat berhadapan dengan seseorang. Sosok dihadapannya ini bukanlah Su Xiulan yang dia kenal melainkan sisi gelapnya.


“Jadi kau keluar juga?” Fei Chen tersenyum tipis sambil bangkit berdiri, kemudian dia melepaskan Aura Raja Neraka dalam jumlah besar dengan kedua mata yang melebar.