Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 237 - Alam Bawah Sadar Sejati


PPFC 237 - Alam Bawah Sadar Sejati


Beberapa hari setelah meninggal Kota Hongan, sekarang Fei Chen sedang melatih Aura Raja Naga ke tahap selanjutnya yakni Aura Naga Sejati.


Berkat sebelas wanita yang tulus mencintainya, kutukannya telah menghilang. Bahkan bukan hanya sebelas wanita saja, sekarang Fei Chen telah berhubungan dengan tiga belas wanita dari berbagai umur mulai yang gadis sampai yang paruh baya, mulai yang perawan sampai yang janda.


Namun tetap saja Fei Chen tidak dapat melepaskan kutukan bahwa parasnya ini membawa masalah. Saat sedang bermeditasi dengan tenang di atas bukit, Fei Chen tenggelam kedalam alam bawah sadarnya.


Fei Chen merasakan dua aura yang tidak asing bahkan aura ini membuatnya menahan air matanya. Aura yang tidak asing ini adalah aura milik Raja Neraka dan Dewa Naga.


Saat semakin tenggelam ke dalam alam bawah sadarnya, Fei Chen mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Semakin lama suara semakin terdengar jelas.


“Chen, kau sudah tumbuh besar rupanya? Sepertinya kau berhasil mencapai Alam Bawah Sadar Sejati...” Suara yang tidak asing ini membuat Fei Chen berlari menuju sumber aura yang penuh kehangatan tersebut.


Sesampainya disana dia melihat gumpalan awan yang seolah-olah terbuka untuknya dan memperlihatkan air terjun yang begitu jernih. Disana ada seekor kucing yang nampak menggemaskan dan pedang hitam legam yang tergeletak diatas batu.


“Kucing Manis!” teriak Fei Chen karena perasaan ini membuatnya larut dalam emosionalnya.


“Hei, bocah, apa kau hanya ingin menyapa kucing ini saja? Kau melupakanku!”


Fei Chen semakin bahagia mendengar suara Pedang Gila. Sebelum melangkah lebih jauh, Kucing Manis memberitahu jika Fei Chen telah berhasil menguasai Aura Naga Sejati.


“Chen, saat kau berhasil menguasai Aura Naga Sejati, kau akan dapat memasuki Alam Bawah Sadar Sejati. Di alam bawah sadari ini, kau harus tahu bahwa ini adalah pertemuan terakhir kita di dalam Alam Bawah Sadar Sejati.” Kucing Manis menjelaskan.


“Jika kau berhasil menguasai Aura Dewa Naga maka kau dapat memasuki Alam Yin Yang. Dan saat itu tiba, kita dapat kembali berjumpa namun kau harus ingat jika roh kami berdua sudah musnah didunia ini. Kami berada disini karena aura kami yang tersimpan jauh didalam tubuhmu.” Lalu Kucing Manis menambahkan.


“Daripada itu, sekarang kau sudah mematahkan kutukanku bukan? Kau memang luar biasa bocah!” Pedang Gila tidak henti-hentinya memuji Fei Chen.


“Bagaiamana rasanya? Apakah enak? Kami berdua bisa melihat jelas dan mendengar dari sini hahahaha!” Tawa Pedang Gila menggema dan membuat Fei Chen malu.


Dan Mata Fei Chen berair melihat Kucing Manis dan Pedang Gila ada didekatnya. Mereka bertiga tertawa bersama dan membahas sepak terjang Fei Chen yang berusaha mematahkan kutukan bahkan Fei Chen terlihat menikmatinya setelah mengarungi malam indah bersama Su Xiulan.


Setelah tertawa lepas, suasana menjadi hening saat Kucing Manis dan Pedang Gila berhenti berbicara. Nampak keduanya ingin membicarakan sesuatu dengan Fei Chen.


“Chen, jika kau berhasil memasuki Alam Yin Yang maka kau dapat mencapai dunia atas. Hanya saja sosok itu mungkin akan menghambatmu. Dan ada satu hal yang ingin kami bicarakan denganmu...” ujar Kucing Manis memberitahu Fei Chen.


Kucing Manis mengatakan bahwa Fei Chen bisa menghidupkan kembali sosok Dewa Naga dan Raja Neraka tersebut dengan ganti energi kehidupannya yang akan diserap secara terus-menerus oleh Kucing Manis dan Pedang Gila.


“Alasan aura dan serpihan roh kami berada di sini karena ingin memberitahumu hal ini.”


Mendengar penjelasan Kucing Manis membuat Fei Chen bertekad akan menguasai Aura Dewa Naga dan mencapai Alam Yin Yang agar dapat menghidupkan kembali Dewa Naga dan Raja Neraka.


“Chen, kami tidak memaksamu melakukan hal itu karena kami yakin kau dapat meneruskan tekad kami. Alasan kami lainnya karena berjaga-jaga untuk hal yang terjadi di masa depan nanti. Sisi gelapmu itu, kami ingin menghentikannya.”


Fei Chen terdiam mendengar ucapan Kucing Manis. Memang Fei Chen terkadang tidak dapat mengendalikan diri sendiri bahkan dirinya tidak merasakan apapun saat membunuh seolah-olah sudah terbiasa.


Fei Chen menanyakan banyak hal dan menceritakan perjalanannya kepada Kucing Manis dan Pedang Gila walaupun mereka sudah mengetahuinya, mereka tetap mendengar Fei Chen bercerita.


Hingga akhirnya aura serta roh Kucing Manis dan Pedang Gila berangsur-angsur menghilang. Keduanya berpamitan dengan Fei Chen dengan penuh rasa bangga.


“Bocah, jika kau ingin mengetahui kebenaran tentang bagaimana kami berdua bisa tersegel. Kau bisa pergi ke Istana Langit Biru milik wadah Ratu Neraka. Roh kami telah lenyap didunia ini, namun serpihan roh kami yang lain berada didunia lainnya. Kelak kami akan membimbing orang sepertimu agar segel itu terbuka.”


Sebelum menghilang ucapan Pedang Gila membuat Fei Chen bertanya-tanya. Pemuda itu berpikir lama mencoba mencerna ucapan Pedang Gila.


“Kebenaran bagaimana mereka berdua tersegel? Istana Langit Biru? Wadah Ratu Neraka? Dunia Lain? Apa maksud dari perkataan Pedang Gila?”


Akhirnya Fei Chen tidak menemukan jawabannya dan kembali tersadar. Sekarang Fei Chen tidak dapat merasakan kedua aura yang penuh kehangatan itu, namun dalam sekejap dia merasakan aura hangat milik dia wanita paruh baya yang bersamanya.