
PPFC 286 - Lantai 4 Reruntuhan Dewi Iblis
“Apa kau tidak malu mengatakan semua itu?” Zhang Xue menatap Fei Chen yang berekspresi datar seperti biasanya.
“Untuk apa malu?” Fei Chen menjawab.
Zhang Xue menggelengkan kepalanya tidak percaya dan terus berjalan disamping Fei Chen sebelum akhirnya mereka berempat melewati jalan yang menanjak.
Fei Chen terkejut saat mengetahui lantai keempat bagian terdalam di Reruntuhan Dewi Iblis justru harus berjalan menapakai sebuah perbukitan.
‘Semua ini terasa seperti ilusi... Apa aku terjebak dalam pengaruh ilusi?’ Fei Chen membatin dan memperhatikan sekelilingnya yang dipenuhi pepohonan dan bukit.
Setelah itu mereka berempat sampai di puncak bukit yang tinggi dimana hembusan angin kencang langsung menyambut kedatangan mereka.
Fei Chen menatap langit yang perlahan mulai gelap dan tak lama langit itu terbelah memperlihatkan tubuh Shin Riu yang berada dipunggung Elang Petir.
“Kalian bertiga tetaplah disini...” Fei Chen langsung menghilang setelah berkata demikian.
“Bukankah itu Riuriu?” Zhang Xue menatap punggung Elang Petir dan melihat Fei Chen membunuh Elang Petir lalu mengambil tubuh Shin Riu.
Kemudian Fei Chen kembali kebawah dan menaruh tubuh Shin Riu. Segera Zhang Xue mendekat membangunkan Shin Riu dibantu Xi Taohua dan Hua Ruyun.
Sedangkan Fei Chen menarik Pedang Raja Neraka saat langit mulai bergemuruh. Selang beberapa detik hujan petir menyambar puncak bukit.
“Disini terlalu berbahaya.” Zhang Xue mencoba mencari jalan keluar namun mereka berempat seolah-olah terjebak diatas puncak bukit.
“Beruntung ada Chen‘er.” Xi Taohua menghela nafas melihat Fei Chen yang melindungi mereka bertiga dan Shin Riu dari sambaran petir.
Fei Chen sendiri dapat menangkis semua sambaran petir dengan pedangnya namun dia tidak berhenti menatap langit. Fei Chen merasakan hawa keberadaan yang kuat dari atas sana dan benar saja beberapa menit kemudian sebuah kilatan petir muncul dihadapannya.
“Diriku lagi ya?” Fei Chen melihat bayangan dirinya sendiri setelah debu-debu menghilang. Dibelakang Klon Petir dirinya sendiri terlihat bayangan Xi Taohua, Hua Ruyun dan Zhang Xue.
“Lihat, itu adalah kalian bertiga.” Fei Chen tersenyum tipis.
Zhang Xue menoleh dan melihat bayangan dirinya, sedangkan Xi Taohua dan Hua Ruyun terlihat tidak rela saat melihat Fei Chen tersenyum tipis.
Sama seperti sebelumnya Fei Chen tidak segan membunuh Klon Petir Xi Taohua, Hua Ruyun dan Zhang Xue. Berbeda dengan Xi Taohua dan Hua Ruyun yang sudah mempersiapkan diri akan hal ini, Zhang Xue justru terlihat syok saat melihat tubuh Klon Petir dirinya terbelah menjadi dua bagian.
“Patriark Fei! Kau membunuhku!” Protes Zhang Xue saat melihat Klon Petir dirinya lenyap.
Fei Chen menoleh kebelakang dan menggelengkan kepalanya, “Apa yang kau katakan Senior Zhang? Aku sama sekali tidak membunuhmu, yang aku lenyapkan hanyalah tiruan palsumu. Apa yang kau khawatirkan akan hal itu?”
“Apa kau juga akan tega melakukan itu padaku?” Zhang Xue merasakan tindakan Fei Chen keterlaluan.
“Aku tidak akan membunuh yang asli.” Fei Chen menjawab dan langsung bergerak menuju Klon Petir dirinya.
Pertarungan antara Fei Chen melawan Klon Petir tidak terhindarkan. Pertukaran serangan terjadi, ayunan demi ayunan menimbulkan percikan api dari setiap pertukaran tebasan pedang yang keduanya lakukan.
Gerakan keduanya tidak bisa diikuti oleh mata Xi Taohua, Hua Ruyun dan Zhang Xue yang melihat jelas pertarungan tersebut. Nampak gerakan Klon Petir semakin cepat setelah melakukan pertukaran serangan dengan Fei Chen.
Aura yang keluar dari tubuh Klon Petir terasa semakin mematikan saat gerakannya semakin cepat. Setiap tebasannya mengeluarkan beberapa jurus pedang petir yang membentuk harimau petir ataupun naga petir.
Fei Chen sendiri menyambutnya dengan serangan yang sama membuat pertarungan semakin sengit. Dalam suatu kesempatan Fei Chen mendapatkan tebasan tepat di badannya, namun tebasan pedang Klon Petir belum cukup untuk melukai dirinya.
Fei Chen mempercepat tempo gerakannya dan menghindari dua tebasan yang datang dari dua arah. Lalu dengan ayunan pedangnya yang menciptakan tebasan melengkung itu Fei Chen mengincar leher Klon Petir.
Saat tebasannya hampir mencapai leher Klon Petir nampak sebuah kilatan petir berwarna ungu menyambar tanah sebanyak sepuluh kali. Klon Petir berhasil menghindari serangan Fei Chen dan segera melakukan serangan balasan dengan cepat.
Saat itu juga Klon Petir mengeluarkan energi yang lebih besar dari sebelumnya dan bergerak lebih cepat menyerang Fei Chen. Ayunan tebasannya semakin cepat dan lincah membuat Fei Chen dalam posisi bertahan.
“Yang benar saja!” Fei Chen tersenyum lebar lalu mengeluarkan Qi dan memadatkan Qi tersebut pada bilah Pedang Raja Neraka.
Suara gemuruh petir menggema dan dengan cepat Fei Chen menyambut setiap serangan Klon Petir. Hanya dalam hitungan detik situasi terbalik dan kini Fei Chen yang mendominasi serangan.
‘Gerakanmu cepat tetapi aku dapat melihatnya dengan jelas!’ Fei Chen membatin dan menghindari setiap tebasan pedang tajam Klon Petir.
Lalu dengan energi pedang yang besar Fei Chen melepaskan satu tebasan mematikan, “Naga Petir Mengarungi Langit!”
Klon Petir pun melepaskan serangan yang sama persis dengan Fei Chen. Saat kedua mulut naga bertabrakan sebuah ledakan besar tercipta dan membuat Fei Chen melompat kedepan Xi Taohua, Hua Ruyun dan Zhang Xue yang sedang mencoba membangunkan Shin Riu.
“Chen‘er apa ini tidak berlebihan? Kau bisa saja menghempaskan tubuh kami.” Xi Taohua melihat jelas bagaimana setiap serangan yang dilepaskan Fei Chen sangat dahsyat.
Hua Ruyun menghela nafas mengomentari pertarungan Fei Chen barusan, “Sudah sejauh mana kau berkembang Chen‘er. Pencapaianmu sangat luar biasa.”
“Tadi sangat berbahaya Patriark Fei. Kau sungguh mengagumkan.” Zhang Xue tidak berhenti dibuat berdecak kagum saat melihat pertarungan Fei Chen.
Fei Chen mengibaskan pedangnya dan menatap Klon Petir yang belum lenyap dan justru Klon Petir berlari dengan kecepatan tinggi kearahnya sambil mengayunkan pedangnya.
“Sudah berakhir.” Fei Chen menyarungkan pedangnya dan saat itu juga tubuh Klon Petir terpotong menjadi beberapa bagian kecil.
Zhang Xue yang melihat ini menelan ludah dan membatin, ‘Bahkan dia membunuh dirinya sendiri dengan cara yang sangat mengerikan.’
Setelah Klon Petir lenyap, barulah Shin Riu terbangun. Nampak Shin Riu terkejut saat mengetahui dirinya berada puncak bukit.
“Apa yang terjadi padaku?” Shin Riu menatap Zhang Xue.
Dan Zhang Xue menjelaskan apa yang menimpa mereka. Shin Riu menghela nafas karena mengingat apa yang terjadi dan wanita itu terkejut saat melihat Fei Chen juga ada disini untuk menyelamatkannya.
“Kenapa kau baru sadar? Jika bukan karena Chen‘er, entah apa yang terjadi pada kita berlima...” Hua Ruyun menghela nafas setelah melihat reaksi Shin Riu.
“Chen‘er, selanjutnya adalah Shinhwa-” Xi Taohua hendak memberitahu Fei Chen bahwa masih ada Bai Shinhwa yang harus mereka selamatkan, namun wanita itu dikejutkan dengan langit diatasan sana yang terbelah.
Fei Chen sendiri mengerutkan keningnya karena merasakan aura yang besar dan seperti sebuah ledakan. Selang beberapa detik tiba-tiba seluruh penglihatan mereka semua menjadi gelap.
Dan bukit yang mereka pijak hancur sedangkan langit terlihat seperti runtuh dan hancur. Fei Chen menatap kebawah dan merasa bahwa mereka berlima akan jatuh.
“Fengxue keluarlah!” Fei Chen mengeluarkan Phoenix Es dan menyuruh Phoenix Es tersebut menyelamatkan ke empat wanita yang terjatuh.
Sedangkan Fei Chen tidak pernah menyangka jika Reruntuhan Dewi Iblis dibagian terdalam merupakan labirin penuh ilusi. Saat ini dirinya terasa jatuh ke kedalaman jurang.
Fei Chen menciptakan api kecil sebagai cahaya lalu ikut duduk diatas punggung Fengxue dan mengobrol dengan Xi Taohua mengenai apa yang barusan terjadi.
Kegelapan yang mereka berlima rasakan perlahan mulai menghilang dan dalam hitungan menit mereka berlima berada di sebuah istana.
“Hah?” Fei Chen sudah mencoba mematahkan ilusi ini namun dia merasa bodoh karena tidak dapat mematahkannya.
Segera Fei Chen turun dari punggung Fengxue dan melepaskan aura tubuhnya. Saat itu juga dia sadar jika hanya orang tertentu saja yang diperbolehkan memasuki lantai ke lima bagian terdalam Reruntuhan Dewi Iblis.
Didalam lantai kelima bagian terdalam dari Reruntuhan Dewi Iblis, Fei Chen merasakan hawa keberadaan Bai Shinhwa dan hawa keberadaan lainnya.
‘Sepertinya hawa keberadaan ini milik anak Kakek Liang...’ Fei Chen tersenyum tipis dan mengajak Xi Taohua, Hua Ruyun, Zhang Xue dan Shin Riu untuk menyelusuri Istana.
“Fengxue, kau kembalilah.” Fei Chen memerintahkan Fengxue untuk kembali dan segera Phoenix Es itu masuk kedalam bayangannya.