Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 70 - Kebinasaan


PPFC 70 - Kebinasaan


Selesai menjarah semua harta dan sumber daya yang dimiliki Jalan Naga Hitam, Fei Chen membaca beberapa dokumen mengenai tujuan Jalan Naga Hitam.


“Kebanyakan informasi yang tidak berguna karena tujuan mereka telah tercapai. Tetapi mengapa tidak ada tanda-tanda kemunculan Pedang Sembilan Petir setelah mereka membantai sejuta lebih nyawa tak bersalah?”


Sebuah pertanyaan besar muncul dibenak Fei Chen. Hingga akhirnya Fei Chen mengetahui tempat keberadaan Kerajaan Binatang Buas yang ada di Benua Tujuh Bintang.


Kelompok yang dipimpin Raja Naga Iblis berasal dari Kekaisaran Tang, Benua Langit. Tujuan utama Kerajaan Binatang Buas adalah membentuk kerajaan sendiri dan menghancurkan Kekaisaran Tang.


Selain itu, Kerajaan Binatang Buas juga memiliki ambisi untuk mengumpulkan Sembilan Pusaka Dewa dan membangkitkan Sembilan Kekacauan Surgawi.


“Pedang Sembilan Petir dan Raja Naga Iblis saling berhubungan...” Fei Chen mengingat sosok Raja Iblis Buas yang berada di Benua Tujuh Bintang.


Kemungkinan besar Raja Iblis Buas juga mencari Pusaka Dewa sama halnya dengan Raja Naga Iblis.


“Tujuh Permata Bintang...”


Mata Fei Chen melebar saat menyadari sesuatu, ‘Aku harus mencari cara mencapai Pendekar Dewa jika ingin membunuh mereka!’


Setelah merasa cukup, Fei Chen keluar dari markas Jalan Naga Hitam dan menemukan Qiao Mi, Xi Taohua dan Zhang Xue yang terengah-engah diluar.


Ketiganya telah mencapai batas, sedangkan pendekar Jalan Naga Hitam yang tersisa puluhan itu hendak melarikan diri.


“Lihatlah kekacauan yang kalian bertiga buat...” Fei Chen berjalan dengan tenang menghampiri ketiganya, “Ambil ini dan pulihkan tenaga kalian. Terutama kau Senior Zhang, akan merepotkan jika dirimu kehabisan tenaga disini.”


“Junior Fei, bisakah berkata lebih sopan pada yang lebih tua?” Xi Taohua menegur bagaimanapun menurutnya tindakan dan sikap Fei Chen sangat kurang aja pada ketiganya.


“Jujur saja sifatmu yang seperti itu akan membuat orang-orang menjauhimu.” Zhang Xue menanggapi.


“Aku akan mencoba memperbaik sikapku.” Fei Chen menjawab singkat dan terlihat tidak serius, sedangkan Qiao Mi menaikan alisnya.


‘Mengapa aku merasa kesal?’ Qiao Mi membatin dan menerima pil pemberian Fei Chen.


“Dia yang membunuh Senior Zhao dan Senior Zhu! Nasib kita berakhir disini!”


“Dia sudah bertarung habis-habisan! Jangan putus ada kita pasti bisa membunuhnya!”


Beberapa pendekar Jalan Naga Hitam berteriak putus asa dan yang lainnya masih memiliki kepercayaan diri menghadapi Fei Chen.


Hanya dalam kurun waktu yang singkat Fei Chen sudah membunuh semuanya. Detik itu juga Jalan Naga Hitam binasa. Bisa dibilang kejadian ini membuat sekte aliran putih, netral dan hitam di Kekaisaran Chu sama-sama menghilang dari dunia persilatan Kekaisaran Chu.


Namun dibalik kekacauan besar itu tentu masih ada sisa-sisa orang yang mengikuti aliran putih, hitam dan netral.


Fei Chen menghampiri Qiao Mi, Xi Taohua dan Zhang Xue lalu mengajak ketiganya kembali menuju Ibukota Chudian.


“Jadi apa yang ingin kalian lakukan sekarang Senior Qiao?” Fei Chen bertanya pada Qiao Mi karena wanita dewasa itu merupakan Patriark Istana Bunga Persik.


“Kejadian ini adalah kesalahanku-” Qiao Mi tidak melanjutkan perkataannya dan menunjukkan gerak-gerik mencurigakan dimata Fei Chen.


“Kesalahanmu? Apa maksudmu Seniornya Qiao? Bisa jelaskan padaku?” Fei Chen kembali bertanya dan membuat Qiao Mi memalingkan wajahnya tidak ingin menjawab pertanyaan tersebut.


Zhang Xue menghela nafas, “Junior Fei, setiap orang mempunyai rahasia. Tidak baik kau menanyakan sesuatu yang bersifat rahasia terhadap wanita, apalagi Ketua Qiao itu lebih pantas menjadi Ibumu dan kau harus menghormatinya.”


Fei Chen menaikan alisnya mendengar tanggapan Zhang Xue.


“Senior Qiao lebih pantas menjadi Ibuku? Tetapi aku merasa Senior Qiao lebih tua dariku lima tahunan.” Fei Chen menjawab apa yang ada didalam pikirannya. Memang paras Qiao Mi lebih muda dari umurnya dan Fei Chen tidak mengetahui umur yang sebenarnya dari wanita dewasa itu.


Wajah Qiao Mi tiba-tiba bersemu merah, ‘Bocah tengik ini beraninya dia menggodaku!’


Xi Taohua tertawa lirih mendengar perkataan Fei Chen.


“Menurutmu siapa diantara kami bertiga yang paling tua?” Xi Taohua bertanya pada Fei Chen.


“Apa aku harus menjawabnya?” Fei Chen tidak terlalu tertarik.


“Ya, kau wajib menjawab pertanyaanku barusan Junior Fei.” Xi Taohua tersenyum ramah memperhatikan Fei Chen yang menghela nafas menatap dirinya.


“Dari yang termuda, Senior Zhang, Senior Qiao lalu Senior Xi.”


Mendengar itu Xi Taohua terlihat cemberut, “Aku dan Saudari Zhang memiliki umur yang sama. Dan Ketua Qiao lebih-”


“Hmmm!” Qiao Mi menatap tajam Xi Taohua dan seketika Xi Taohua terdiam.lo


‘Aku akan menanyakan padanya secara langsung.’ Fei Chen mengalihkan pandangannya menatap gumpalan awan dan bergegas menuju Ibukota Chudian.