Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 103 - Kekasih Hati


PPFC 103 - Kekasih Hati



[Ling Ye, Direktur Istana Mawar Biru, Umur 21 Tahun]


Mendengar cerita Ling Ye membuat Fei Chen menerima syarat gadis itu tanpa berpikir panjang. Keselamatan Luo Rou, Hong Zi Ran serta Feng Lao membuat Fei Chen bersedia menerima tawaran Ling Ye untuk menjadi kekasihnya.


“Aku telah memberitahu semua informasi yang ingin kau ketahui. Jadi bagaimana apa kau bersedia menjadi kekasihku?” Ling Ye tersenyum licik.


“Jangan salah paham Tuan Muda Chen. Aku akui kau memang tampan, tetapi aku tidak tertarik pada pria manapun. Dimataku semua pria hanyalah alat kecuali Kakak Shan dan Ayah, mendiang Kakekku.”


Ucapan Ling Ye membuat Fei Chen tersenyum tipis. Sungguh pemikiran yang membuat Fei Chen sedikit tertarik pada gadis tersebut.


“Aku bersedia. Lagipula ini hanyalah sandiwara sampai Pangeran Fuchu mu itu jera bukan?” Fei Chen dengan tenang menjawab sebelum mengutarakan pendapat gilanya, “Bagaimana jika aku membunuh tunanganmu dan Jia Gunglai, bukankah masalah ini akan cepat selesai?”


Ling Ye tersedak. Gadis ini sempat berpikir Fei Chen adalah tipe pria yang akan memikirkan rencana dengan baik-baik, namun tebakannya salah.


“Kemampuanmu memang telah berkembang sangat pesat bahkan melebihi Kakak Shan. Aku penasaran dengan perkembanganmu itu Tuan Muda Chen...” Ling Ye mengedipkan matanya pada Fei Chen.


“Tetapi kau harus tahu jika orang yang berada dibelakang Jia Gunglai sangat berbahaya. Bisa dibilang dia berada dalam posisi yang sama dengan Sun Yelong...” Ling Ye menambahkan dan memperhatikan ekspresi terkejut Fei Chen saat mendengar perkataannya, “Ya, kau pasti mengetahui Raja Naga Iblis bukan?”


“Nona Ye, jika orang yang mendukung Jia Gunglai memiliki kemampuan seperti Sun Yelong. Bukankah lebih mudah orang itu untuk menguasai Kekaisaran Jia bahkan Benua Sembilan Petir sekalipun?”


Fei Chen ingin mengorek informasi lebih jauh dari Ling Ye namun jawaban Ling Ye kali ini tidak terduga.


“Aku sendiri tidak mengerti jalan pikiran iblis seperti mereka dan aku tidak ingin mengetahuinya.”


“Hah?”


Ling Ye tersenyum karena melihat ekspresi Fei Chen yang terlihat tidak puas akan jawabannya.


“Masalah itu kau bisa membahasnya dengan Kakak Shan...” Ling Ye berdiri lalu mendekati Fei Chen.


“Jangan lupakan jika sekarang kau adalah kekasihku...” Suara bisikan Ling Ye terdengar mesra.


Fei Chen melirik Ling Ye yang tersenyum manis seolah-olah telah berhasil mengendalikan dirinya.


‘Dasar Tuan Muda Chen, kau memang seekor singa yang ganas tetapi mudah dikendalikan oleh wanita.’


____


Sekarang Fei Chen telah berbincang dengan Ling Shan setelah Ling Ye mengantar dirinya menuju ruangan Ling Shan.


“Kau sudah mengetahui apa yang terjadi disini bukan?” Ling Shan berniat mengajak Fei Chen untuk bekerjasama melawan Jia Gunglai dan Gunung Golok Kembar.


“Aku tidak memaksa, hanya saja aku ingin menepati janjiku pada beliau...” Ling Shan memejamkan matanya dan menghela nafas panjang sebelum menceritakan kepada Fei Chen tentang sosok Jia Song.


Ling Shan pernah berjanji pada Jia Song akan merebut kembali kebebasan Kekaisaran Jia. Selama ini keluarga Ling memilih diam karena kerjasama yang dilakukan Jia Gunglai dan Ling Han, ayah dari Ling Ye.


Namun setelah Jia Gunglai berniat menjadikan Ling Ye sebagai tunangan dari anaknya yang bernama Jia Fuchu, maka Ling Shan tidak akan berdiam diri.


Selain itu Ling Shan mengetahui niat Jia Gunglai yang berniat memonopoli kekayaan Istana Mawar Biru dan keluarga Ling.


Selama ini keluarga Ling adalah ancaman terbesar Jia Gunglai. Memang sosok dibelakang yang mendukungnya adalah orang yang kuat, tetapi sosok itu hanya membantu Jia Gunglai melalui perantara dua bawahannya.


“Membunuh Jia Gunglai sama saja berurusan dengan orang yang ada dibelakangnya. Tetapi kita masih memiliki waktu karena Raja Iblis Mao Gang belum sepenuhnya bangkit. Dua perantara itu berada di tahap puncak Pendekar Langit. Kesempatan kita menang tidaklah nol persen.”


Mendengar penjelasan Ling Shan membuat Fei Chen berpikir sejenak. Kembali dia akan berurusan dengan salah satu Sembilan Kekacauan Surgawi, Raja Iblis Mao Gang.


“Aku akan membantumu, Senior Shan.”


“Besok kau pergi bersama Ye‘er, sedangkan aku akan menemani Ayahku yang akan melakukan pertemuan dengan Jia Gunglai.”


Ling Shan mengulurkan tangannya dan Fei Chen menyambutnya.


“Mata-mata kami telah memastikan jika besok akan terjadi pertempuran besar di Ibukota Jiayang. Semua pendekar dari Gunung Golok Kembar menyamar sebagai pendekar Gunung Cakrawala Hitam dan berniat menyerang keluarga Ling.” Ling Shan mencengkeram pundak Fei Chen dengan erat.


“Jika aku tidak selamat, tolong jaga Ye‘er untukku.”