Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 305 - Kondisi Xhin Li Wei


PPFC 305 - Kondisi Xhin Li Wei


Bagi Fei Chen apa yang terjadi pada Kota Xuangang adalah murni kesalahannya. Setelah sampai di Istana Ma, Ning Guang menjelaskan kondisi Xhin Li Wei yang syok.


Fei Chen yang mengetahui Xhin Li Wei sangat terpukul menjadi semakin di penuhi perasaan bersalah. Mengetahui hal itu Fei Chen memiliki beberapa gambaran kedepannya untuk menghadapi Kerajaan Binatang Buas.


‘Situasi ini sangat sulit. Dikalangan prajurit, Kerajaan Binatang Buas memiliki pasukan yang tangguh dan kemampuan Mode Iblis Binatang Buas akan sangat menyusahkan. Yang perlu kulakukan selama lima bulan ini adalah memperkuat anggota Istana Naga Neraka Terdalam...’ Fei Chen membatin dan berdiri didepan ruangan kamar Xhin Li Wei yang disiapkan oleh Ning Guang.


Fei Chen ragu untuk mengetuk pintu ruangan tersebut mengingat dirinya mendengar is akan tangis Xhin Li Wei dari dalam kamar. Membutuhkan keberanian besar untuk menenangkan seorang wanita terlebih Xhin Li Wei adalah wanita yang rapuh dengan sifat keibuannya.


“Chen‘gege... Apa kau merasa terbebani karena permintaanku setahun lalu?” Ma Mingyang datang dan bertanya pada Fei Chen.


Segera Fei Chen membuang ekspresi sedihnya dan menatap ramah Ma Mingyan. Memang awalnya Fei Chen tidak tertarik dengan hal semacam ini namun sepertinya dirinya menang telah ditakdirkan terkena kutukan dimana akan berurusan dengan seorang perempuan.


“Tidak, Yan‘er. Aku sama sekali tidak merasa terbebani. Hanya saja aku sedang merenungkan tindakanku ini. Pembantaian di Xuangang sangat disayangkan tetapi semuanya sudah terjadi. Aku harus menghentikan Sun Yelong sebelum dia semakin mendekati sosok Raja Iblis Sejati.” Fei Chen mengelus kepala Ma Mingyan dan berkata.


“Raja Iblis Sejati?” Ma Mingyan mengerutkan keningnya dan mencoba bertanya. Namun Fei Chen lebih dulu menyuruhnya untuk menekan Su Xiulan.


“Yan‘er, lebih baik kau temani Bibi Su dan bermain dengan Yuechan‘er.” Lalu Ma Mingyan menganggukkan kepalanya pelan dan segera menuju ruangan Su Xiulan.


Fei Chen masih berdiri didepan ruangan Xhin Li Wei. Pemuda itu hendak mengetuk pintu kamarnya namun dia merasakan hawa keberadaan Liu Xianlin yang mendekat disusul dengan hawa keberadaan Ning Guang.


“Chen‘gege, kenapa tidak masuk? Jadi dari tadi kamu hanya berdiri disini?” Liu Xianlin bertanya dan menggelengkan kepalanya.


Fei Chen menghela nafas panjang dan melirik Liu Xianlin yang terlihat semakin berisi tubuhnya. Fei Chen ingin mengatakan sesuatu kepada Xhin Li Wei namun keraguan dalam dirinya membuatnya kesulitan untuk mengetuk pintu kamar dihadapannya dan memasukinya.


“Sepertinya kau baik-baik saja, Chen‘gege...” Liu Xianlin memperhatikan raut wajah Fei Chen yang terlihat menyembunyikan sesuatu.


Namun Fei Chen terlihat telah menemukan apa yang akan dia lakukan selanjutnya, sehingga Liu Xianlin merasa suami mudanya itu baik-baik saja.


Fei Chen sendiri tidak ingin membuat orang-orang disekitarnya khawatir. Itu yang dia lakukan selama ini dan Su Xiulan lah yang telah melihat sisi lemahnya.


“Lin‘er, aku baik-baik saja. Aku akan memastikan orang yang telah mengusikku itu menyesal.” Fei Chen mengelus kepala Liu Xianlin sebelum wanita itu pergi menuju kamarnya.


Kemudian Ning Guang menghampirinya dan menyuruh Fei Chen untuk menenangkan Xhin Li Wei. Sebagai sesama perempuan dan wanita paruh baya, Ning Guang merasa khawatir dengan kondisi Xhin Li Wei yang mengurung diri didalam kamarnya.


“Jenguk dia Chen‘er. Kau Kaisar Penakluk Wanita bukan?” Ning Guang mengelus kepala Fei Chen dan mencubit perutnya sebelum menyusul Liu Xianlin.


Fei Chen menarik nafas panjang dan menenangkan dirinya. Lalu dia mengetuk pintu kamar Xhin Li Wei. Selama beberapa detik tidak ada jawaban dari Xhin Li Wei sehingga Fei Chen memilih untuk bertanya.


“Bibi Xhin, ini aku Chen‘er, apa kau didalam?” Lalu Fei Chen mengetuk pintu kembali dan tidak ada jawaban sama sekali.


Akhirnya Fei Chen membuka pintu dan menemukan Xhin Li Wei yang tengah menangis lirih menghadap jendela. Mata Xhin Li Wei sembab dan rambutnya nampak berantakan dengan tubuh yang sangat telihat lemas.


“Bibi Xhin...” Fei Chen hanya dengan sekali melihat bisa merasakan jika Xhin Li Wei sangat terpukul atas kejadian yang menimpa Xuangang.