
PPFC 154 - Teknik Tubuh Bayangan
Sesampainya di Ibukota Huayin rombongan Fei Chen memandang pertempuran dari atas. Mengetahui situasi di Ibukota Huayin tidak separah seperti yang ada didalam pikirannya membuat Yin Jinxia bernafas lega.
“Sepertinya aku terlalu khawatir...” Yin Jinxia bernafas lega dan berbeda dengan San Zhu yang melihat situasi ini sesuai perkiraannya.
“Dengan kemampuanmu yang sekarang, kau tidak akan bisa bertahan dalam dua tarikan nafas melawan Gao Lu Ma. Orang itu lebih licik dari yang kau kira, itulah alasan mengapa Raja Iblis Mao Gang menjadikan orang itu percobaan.”
San Zhu memberitahu Fei Chen dan membuat pemuda itu menganggukan kepalanya. Berbeda dengan San Zhu yang telah memberi peringatan, Su Xiulan justru tersenyum penuh arti.
“Aku akan turun.” Fei Chen yang memperhatikan pertempuran langsung turun setelah melihat sosok Tan Wuyun.
“Aku juga akan turun.” Yin Jinxia menatap Su Xiulan dan meminta wanita berambut putih itu melepaskan selendang yang mengikat tubuhnya.
“Dasar anak muda.” Su Xiulan hanya menghela nafas panjang saat melihat Yin Jinxia membekukan tanah dan para pendekar Lentera Iblis Tunggal.
Sedangkan Fei Chen sudah membuat Tan Wuyun bertekuk lutut dalam hitungan detik. Sebelum membunuh Tan Wuyun, Fei Chen menanyakan beberapa hal pada pria tersebut namun hingga akhir hembusan nafas terakhirnya Tan Wuyun tetap bungkam.
Fei Chen memejamkan matanya dan merasakan aura yang tidak asing ditubuhnya. Aura tubuh Ling Ye dan Qiao Mi sangat kental terasa dan tak lama dia merasakan aura milik Jia Li yang membuat dirinya tersenyum.
“Aura ini milik Lili tetapi ada yang aneh...”
Fei Chen menggumam sebelum bertanya pada Yin Jinxia yang berjalan menghampirinya.
“Tuan Putri, apa kau pernah melihat Lili berbicara setelah diselamatkan oleh anggota Istana Mawar Biru?”
“Chen‘gege!”
Fei Chen mengenal suara yang memanggilnya dan dia melihat Ling Ye berjalan kearahnya bersama Qiao Mi dan wanita paruh baya berparas cantik.
“Aku tidak pernah melihatnya berbicara bahkan dia selalu mengurung diri...” Yin Jinxia mencoba mengingat pertemuannya dengan Jia Li kembali.
“Semoga saja tidak seperti yang kukira.” Fei Chen langsung bertanya pada Ling Ye untuk memastikan.
Ling Ye menjelaskan pada Fei Chen jika Jia Li berbicara hanya saja Jia Li lebih suka mengurung diri dibandingkan mengobrol.
“Bisa antarkan aku kesana. Aku ingin memastikan sesuatu.” Fei Chen menatap Ling Ye yang keheranan.
“Tunggu sebentar! Suamiku, apa kau tidak ingin mengajakku?” Su Xiulan tersenyum tipis setelah mendarat disamping Fei Chen.
“Su... Suami?” Ling Ye menatap tidak percaya saat Su Xiulan dengan sengaja memeluk lengan kanan Fei Chen.
“Xiu‘er, jangan membuat orang lain salah paham.” Fei Chen bisa merasakan hawa permusuhan di antara Su Xiulan, Ling Ye dan Qiao Mi.
“Xiu... Xiu‘er?” Kali ini Qiao Mi yang terlihat tidak percaya.
Melihat ini San Zhu tertawa cekikikan dan menggelengkan kepalanya, “Parasmu itu membawa masalah, Bocah Fei. Kau akan menjadi incaran setiap perempuan dari yang muda sampai yang tua. Kau seharusnya sadar jika sudah berapa perawan yang memiliki perasaan padamu dan berapa janda yang memiliki perasaan padamu...”
“Hentikan. Ucapanmu sangat merendahkanku.” Fei Chen merasa risih mendengar ucapan San Zhu. Tetapi saat memikir kembali ke belakang memang perkataan San Zhu benar apa adanya.
Fei Chen menatap Ling Ye yang membutuhkan penjelasan, kemudian dia menghela nafas panjang.
“Sekarang antarkan aku ke tempat Lili. Aku akan menjelaskannya selagi kita kesana.”
Ling Ye mengangguk, “Ikut aku.” Ling Ye menghentakkan kakinya kesal saat melewati Fei Chen, sedangkan Qiao Mi terlihat kecewa menatap Fei Chen yang membiarkan dirinya dipeluk Su Xiulan.
“Suamiku, apa sebelum bertemu denganku kau selalu memberikan harapan palsu pada wanita?” Tersedak Fei Chen mendengar pertanyaan Su Xiulan.
“Apa yang kau bicarakan?” Fei Chen memerah wajahnya. Dia sulit untuk jujur jika mengenai masalah percintaan.
“Kalian berdua cepat berjalan dan jangan banyak bicara!” Hawa permusuhan dari Ling Ye sangat terasa.
Fei Chen dan Su Xiulan segera mengikuti Ling Ye menuju sebuah rumah yang ada didekat kediaman Istana Mawar Biru. Fenomena aneh terlihat saat hujan mengguyur atap bangunan rumah tersebut namun tidak dengan bangunan lainnya.
Saat Ling Ye membuka pintu, disana terlihat seorang gadis cantik sedang berdiri menghadap luar jendela.
Saat pertama kali melihat gadis tersebut, Fei Chen tersenyum kecut, “Ternyata benar... Aura ini adalah Teknik Tubuh Bayangan... Bagaimana bisa Lili mempelajari teknik ini?”
Ling Ye terkejut mendengar ucapan Fei Chen, sedangkan Su Xiulan membiarkan suami mudanya itu berjalan mendekati sosok gadis cantik yang berdiri menghadap jendela.
“Lili, apa kau masih mengingatku?”
Gadis itu menoleh kebelakang dan terkejut melihat Fei Chen.
“Kau... Chenchen?”