Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 57 - Sekali Seumur Hidup


PPFC 57 - Sekali Seumur Hidup


Selain berhasil mengukir namanya dalam sejarah Turnamen Harimau Yin, bisa dibilang Fei Chen adalah peserta paling berbakat yang pernah mengikuti Turnamen Harimau Yin.


Pemberian hadiah langsung diberikan oleh Ling Ye kepada tiga peserta yang berhasil memenangkan Turnamen Harimau Yin.


Melihat prestasi gemilang Fei Chen membuat Ling Ye ingin menjalin kerjasama yang baik dengan generasi muda asal Lembah Pedang tersebut.


‘Selain Fei Chen, dia memiliki nama yang membuatku bertanya-tanya. Jia Li bukan?’ Ling Ye menatap sosok Jia Li yang berdiri disamping Yin Jinxia.


Keduanya terlihat sedang membicarakan sesuatu. Setelah bertarung habis-habisan akhirnya Jia Li dan Yin Jinxia terlihat akrab.


‘Jia, itu adalah nama keluarga Kekaisaran. Mengingat rumor yang terjadi, bisa jadi dia memiliki hubungan dengan keluarga Kekaisaran.’


Ling Ye menatap rumit Jia Li sebelum akhirnya acara penyerahan hadiah berjalan dengan lancar tanpa halangan suatu apapun.


Banyak generasi muda yang memberikan ucapan selamat kepada Fei Chen bahkan puluhan gadis muda tidak segan mencari perhatian kepada Fei Chen.


Setelah menerima hadiah dan penghargaan Fei Chen berniat kembali ke penginapan, namun dirinya dihadang oleh Ling Ye dan beberapa pendekar Istana Mawar Biru.


“Tuan Muda Fei, apa kau mengenali siapa diriku ini?” Ling Ye menyapa Fei Chen dan ingin menjalin kerjasama serta memberikan dukungan kepada Fei Chen.


Alis Fei Chen mengkerut mencoba mengingat gadis dihadapannya.


“Kau siapa? Maaf, aku tidak mengenalmu.” Fei Chen mencoba mengingat namun dia tidak bisa mengingat gadis dihadapannya itu.


Ling Ye tersentak kaget. Baru pertama kali dia mendapatkan tanggapan seperti ini seumur hidupnya. Ada perasaan tersinggung dan marah dalam dirinya.


‘Dia tidak mengenaliku?’ Ling Ye masih tidak percaya bahkan Ling Shan menahan tawanya karena melihat ekspresi adiknya itu.


“Ehem!” Ling Ye berdeham dan memendam emosinya sebelum memperkenalkan dirinya pada Fei Chen.


Setelah memperkenalkan diri barulah Fei Chen mengingatnya. Tanpa basa-basi Ling Ye mengutarakan niatnya yang ingin mendukung perkembangan Fei Chen.


“Ini tawaran sekali seumur hidup. Apa jawabanmu, Tuan Muda Fei?” Ling Ye yakin Fei Chen tidak akan menolak ajakannya ini.


Fei Chen menghela nafas ringan lalu berkata, “Nona Ling bukan?”


“Aku tidak tertarik dengan pencapaian seperti itu. Aku hanya memiliki ambisi, itu saja,” sambung Fei Chen.


Setelah itu Fei Chen pergi meninggalkan Ling Ye yang mematung. Tentu saja penolakan yang dilakukan Fei Chen membuat Ling Shan bertindak.


Ling Shan menghadang Fei Chen dan tersenyum membuat Fei Chen menatapnya dingin.


“Apa maumu?”


Ling Shan tersenyum semakin lebar karena melihat Fei Chen tidak kenal takut.


“Bagaimana jika kita melakukan duel? Jika kau kalah, maka kau harus bersedia menerima keinginan adikku itu. Lagipula ini tawaran yang bagus dan kau tidak perlu menolaknya,” ujar Ling Shan.


“Paman, kau tidak memiliki hak untuk mengatur hidupku. Jadi tolong menyingkirlah.” Fei Chen seperti ini karena tidak menemukan apa yang dia cari.


Melihat Ling Shan tidak mau menyingkir membuat Fei Chen menerima tawaran Ling Shan untuk berduel.


“Sepertinya tidak ada pilihan lain lagi. Baiklah, aku menerima duel itu. Jadi kapan kita melakukannya?” Fei Chen menatap tajam Ling Shan yang tersenyum padanya.


“Sekarang di arena ini.” Ling Shan mengambil sebuah ranting dan melemparnya ke atas.


“Saat ranting itu jatuh kita akan memulai pertandingannya. Saudaraku itu akan menjadi wasitnya.” Ling Shan menjelaskan lalu memperkenalkan pendekar yang mengawal Ling Ye bersama dirinya dan bernama Da Yan.


Fei Chen mengangguk dan menatap ranting pohon yang terjun ke tanah. Tepat setelah menyentuh tanah, Fei Chen langsung menarik pedangnya dan menyerang Ling Shan secara agresif.


Ling Shan dengan santai menanggapi serangan Fei Chen menggunakan permainan pedangnya yang lebih lincah. Keduanya terlihat seimbang diawal, namun beberapa menit kemudian Fei Chen mendominasi serangan saat melepaskan tenaga dalamnya.


Ling Shan pun tersenyum, ‘Bocah ini benar-benar mengerikan. Jika dia diasah dengan sempurna, maka dia akan menjadi pendekar hebat yang mampu bersaing dengan pendekar dari Benua Sembilan Petir.’


Ling Shan melepaskan tenaga dalamnya dan seketika petir bermunculan dari dalam tubuhnya. Dengan mudah Ling Shan menangkis serangan Fei Chen.


“Kuakui kau berbakat, tetapi dalam permainan pedangmu itu semuanya terasa kosong, seolah-olah seranganmu ini hampa.”


Ling Shan menghindari serangan mematikan Fei Chen dan mengatakan sesuatu yang membuat Fei Chen mengerutkan keningnya.


“Ketenangan adalah hal yang paling utama. Jika kau membiarkan emosi mengambil dirimu, maka kau akan kehilangan sesuatu yang berharga.”


Ling Shan kembali berkata dan membuat Fei Chen mempercepat tempo serangannya. Setiap serangan Fei Chen tajam dan mematikan, namun sangat disayangkan tidak ada yang mendarat ditubuh Ling Shan.


Akhirnya duel itu berakhir dengan kemenangan Ling Shan yang berhasil membuat Pedang Raja Neraka yang digenggam Fei Chen terlepas dari genggaman tangan bocah itu.


“Berakhir, dengan ini kau akan menerima permintaan adikku. Lagipula ini akan menguntungkan untukmu.”


Mata Fei Chen melebar saat mengetahui dirinya kalah telak melawan Ling Shan. Menghadapi Ling Shan sama halnya dengan menghadapi Feng Lao.


‘Aku kalah?’ Fei Chen memegang dadanya, jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya memainkan melodi kemarahan.


Namun Fei Chen pada akhirnya bisa mengontrol dirinya dan seperti tidak ada pilihan lain, Fei Chen menerima tawaran Ling Ye.


“Baiklah, aku menerima tawaranmu, Nona Ling.” Mendengar jawaban Fei Chen membuat Ling Ye menaikan alisnya.


“Tidak perlu. Aku sudah mengatakan ini padamu bukan?” Ling Ye menatap Fei Chen sinis, “Itu adalah tawaran sekali seumur hidup. Setelah kau menolaknya, kau tidak memiliki hak menerimanya kembali.”


Sebenarnya Ling Ye menyesal mengatakan itu namun harga dirinya yang tinggi membuatnya tetap bersikeras mengatakan hal yang membuat Fei Chen tersinggung.


Fei Chen membuka mulutnya namun tidak ada suara yang keluar. Jelas dia merasa dipermainkan, selain mengalami kekalahan yang merupakan hal paling dia benci, Fei Chen juga merasa ditolak.


Akhirnya Ling Ye pamit undur diri meninggalkan Fei Chen yang mematung di arena lapangan.


Beberapa orang yang melihat kejadian tersebut masih memperhatikan Fei Chen yang mengambil pedangnya dan menunjukkan ekspresi kesal.


“Bocah yang menarik. Aku dengar dia adalah tunangan Saudara Dao.” Long Jirou tersenyum sebelum melompat dari podium menuju tempat keberadaan Fei Chen.