Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 256 -Raja Neraka vs Raja Iblis Buas III


PPFC 256 - Raja Neraka vs Raja Iblis Buas III


Pukulan tangan Qi Che yang dipastikan bisa menghancurkan kepala Fei Chen justru menghantam serpihan es yang kokoh.


“Hah?!” Qi Che menatap Fei Chen yang meremas tangan kirinya.


Sedetik kemudian tangan kanan Qi Che membeku dan merambat ke sekujur tubuhnya. Secepat kilat Fei Chen mengayunkan pedangnya memotong leher Qi Che namun saat pedangnya bersentuhan dengan leher Qi Che, suara benturan keras menggema.


“Dengan wujudku yang sekarang ini! Aku berkali-kali lipat lebih kuat dari sebelumnya!” Setelah berkata demikian Qi Che meraung keras dan tidak jelas menghancurkan serpihan es yang diciptakan Fei Chen.


Parahnya raungannya itu juga menembus kuatnya Qi Fei Chen hingga membuat pemuda itu memuntahkan darah segar dari mulutnya. Gendang telinga Fei Chen terasa mau pecah bahkan untuk sesaat dirinya kehilangan kendali atas dirinya sendiri.


Dalam waktu yang singkat Qi Che menjadikan Fei Chen sebagai bulan-bulanan dari serangannya. Sejumlah pukulan terus menghantam tubuh Fei Chen dan membuat tubuh pemuda itu dipenuhi luka lebam.


Fei Chen yang bersusah payah menahan gempuran serangan Qi Che, sebisa mungkin menetralisir dampak serangan mematikan yang dilepaskan Qi Che.


“Mana perlawananmu Raja Neraka?!” Qi Che berusaha mendaratkan pukulan pada wajah Fei Chen namun tidak ada satupun yang mendarat diwajah Fei Chen.


“Kau tidak akan bisa mendaratkan pukulan di wajahku Raja Iblis Buas! Jika kau berhasil melakukannya maka kau akan berakhir ditanganku dengan mudah!” Fei Chen dengan tatapan dingin berkata membuat Qi Che terheran-heran.


“Apa kau hanya menggertak?!” Nampak Qi Che mengerutkan keningnya dan membuat tersenyum dingin.


“Menggertak? Untuk apa aku melakukan itu?! Saat aku memutuskan untuk mengakhirimu, maka kau akan berakhir ditanganku!” Bukan menggertak dan bukan sekedar ancaman, Fei Chen mengatakan itu penuh keseriusan dan kepercayaan diri yang luar biasa.


Qi Che merasa diremehkan sehingga mulai melancarkan amukan tanpa batas pada Fei Chen. Rentetan ledakan menggema disertai dahsyatnya pertukaran serangan keduanya.


Bahkan dampak pertarungan mereka berdua yang berlokasi jauh diatas langit itu sampai di Ibukota Jiayang. Awan disekitar Ibukota Jiayang menghitam disertai dengan langit yang terlihat akan terbelah.


Pemandangan ini membuat Jia Li yang sedang bersiap menghadang amukan Guncangan Buas menjadi khawatir dengan keadaan Fei Chen. Jia Li tidak sendirian karena ada Yin Jinxia dan Qiao Mi yang menemaninya. Selain itu ada Qiu Niu dan She Sue.


She Sue merupakan Ibu dari She Peng yang merupakan rekan singkat yang Fei Chen tolong. Guncangan Buas kali ini membuat Jia Li kesulitan untuk berkata.


‘Chen‘gege...’ Jia Li menatap ke atas langit penuh kekhawatiran sebelum akhirnya dia memerintahkan pasukan militer Kekaisaran Jia untuk mengevakuasi para penduduk.


Kembali di ketinggian langit nampak Fei Chen dan Qi Che melakukan pertukaran serangan yang hebat dan dahsyat. Fei Chen yang sempat kewalahan akhirnya dapat mengimbangi pergerakan serta serangan yang dilakukan Qi Che.


‘Bocah ini! Apa hanya perasaanku saja? Semakin lama kami bertarung, kemampuannya semakin berkembang!’ Batin Qi Che saat merasakan bagaimana perlawanan sengit Fei Chen yang membuatnya terus-menerus mengeluarkan teknik demi teknik mematikan miliknya.


“Getaran Buas!” Kembali Qi Che melakukan serangan yang sama untuk memastikan apakah Fei Chen akan terkena dampak serangan yang sama.


Fei Chen yang menyadari kemampuan Qi Che sebelumnya dapat mengantisipasi serangan tersebut dengan mudah. Menggunakan permainan pedangnya yang lincah, Fei Chen berhasil meredam tekanan mematikan dari serangan Qi Che.


Fei Chen secara mentah-mentah mementalkan ledakan dari tekanan serangan Qi Che. Mengetahui serangannya dimentahkan Fei Chen membuat Qi Che melepaskan satu pukulan yang dipenuhi Energi Iblis.


“Dentuman Petir Hitam!”


Fei Chen menangkis pukulan yang dipenuhi petir itu, namun saatnya pedangnya memotong kilatan petir tersebut, petir hitam tersebut justru merambat dari ujung pedang ke tubuhnya.


Satu pukulan masuk kedalam ulu hatinya, mulut Fei Chen mengeluarkan darah segar dan mendesis hebat. Fei Chen menatap tajam Qi Che yang mengarahkan pukulan susulan pada wajahnya, namun dengan cepat cengkeraman tangan Fei Chen menahan pukulan tersebut.


“Sudah kukatakan padamu, kau akan berakhir jika pukulanmu mengenai wajahku!” Fei Chen menyeringai dan melepaskan tendangan pada perut Qi Che.


Qi Che termundur dua langkah sebelum kembali meraung membuat tubuh Fei Chen terpental. Terlihat Qi Che berusaha mempersingkat jarak, namun Fei Chen dengan sigap menyeimbangkan keseimbangan tubuhnya.


Pedang Fei Chen menghunus lengan Qi Che sebelum akhirnya Qi Che membalasnya dengan cengkeraman kuat tangannya. Suara tulang retak menggema saat Qi Che berusaha menghancurkan tulang tangan kanan Fei Chen.


Fei Chen mengolah pernafasan dan langsung melepaskan diri dari cengkeraman tangan Qi Che. Dengan kecepatan tinggi keduanya langsung menjaga jarak sebelum kembali bertukar serangan.


Kali ini Fei Chen terlihat begitu santai saat menghadapi Qi Che, terlihat ayunan pedangnya begitu alami dan dapat menekan pergerakan Qi Che yang semakin agresif.


Pertarungan keduanya sulit ditangkap dengan mata karena setiap melakukan pertukaran serangan, keduanya seolah-olah menghilang layaknya kedua cahaya yang terus-menerus saling berbenturan.


“Raja Neraka! Kau sudah menggunakan seluruh kemampuanmu bukan?!” Qi Che menyeringai lebar karena merasakan serangan Fei Chen tiba-tiba menjadi alami dan mudah ditebak.


Tanpa sepengetahuan Qi Che, Fei Chen secara diam-diam membuat Segel Langit pada Pedang Raja Neraka. Sengaja Fei Chen mengulur waktu karena akan melakukan formasi penyegelan yang baru.


“Aku telah menggunakan seluruh kemampuanku? Kau jangan salah paham Raja Iblis Buas! Aku akui kau memang dapat membuatku hampir kehabisan tenaga, tetapi kau tidak mengetahui apapun perbedaan tentang kita berdua!” Fei Chen mengibaskan pedangnya dan menghalau serangan jarak jauh Qi Che.


Mendengar ucapan Fei Chen membuat emosi Qi Che memuncak. Tanpa menahan diri Qi Che melepaskan serangan demi serangan pada Fei Chen.


Saat Qi Che mengenai pipi Fei Chen, pria itu mengejek dam meremehkan Fei Chen dengan sombongnya. Awalnya Fei Chen mengabaikan namun setelah wajahnya terkena pukulan Qi Che, ekspresi raut wajah Fei Chen berubah.


“Aku sudah memberitahumu tetapi kau tetap mengabaikannya!” Fei Chen berucap lantang sambil mengayunkan pedangnya.


“Kau bocah bebedab!” Qi Che menyambut tebasan pedang Fei Chen namun keanehan terjadi.


Tebasan pedang Fei Chen tidak memotong tangan Qi Che melainkan tembus pandang. Keanehan serangan ini membuat Qi Che menyeringai namun seringai tajamnya tiba-tiba memudar saat mengetahui tangannya tidak dapat digerakkan.


“Apa kau mengetahui Segel Langit? Aku baru saja menggunakannya dengan pedang. Dari ekspresimu itu, sepertinya kau mengetahuinya!” Selanjutnya Fei Chen mengayunkan pedangnya mengincar badan Qi Che.


“Segel Langit katamu? Kau memiliki itu!” Qi Che berkeringat dingin saat melihat Fei Chen berniat menyegel dirinya.


“Tidak! Aku akan membunuhmu bebedah!” teriak Qi Che keras saat melihat Fei Chen kembali mengayunkan pedangnya.


Tebasan pedangnya seolah-olah memotong setiap bagian tubuh Qi Che.


“Segel Langit!”


Fei Chen tersenyum dingin saat melihat Qi Che panik. Apa yang terjadi selanjutnya adalah tubuh Qi Che yang menjadi korban amukan Fei Chen.


Sebelum menyegel Qi Che, sekuat tenaga Fei Chen menyiksa Qi Che lalu menyegel pria tersebut kedalam Batu Raja Iblis Buas.