Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 276 - Penginapan Bunga Cinta


PPFC 276 - Penginapan Bunga Cinta


Qiao Ling memandang bangunan didepannya. Penginapan sederhana dengan lampion yang ada disekitarnya itu membahagiakan suasana serasa romantis. Hal ini membuat Qiao Ling menatap Fei Chen curiga.


“Penginapan Bunga Cinta? Kenapa kau membawaku kemari?” tanya Qiao Ling dan membuat Fei Chen tersenyum tipis.


“Apa salahnya aku membawamu kemari? Dengar Saudari Qiao Ling, agar tidak menimba kecurigaan aku ingin kau berperan sebagai kekasihku... Mengerti?” Dengan ekspresi tenang yang tidak menunjukkan beban membuat Qiao Ling tercengang.


“Kekasihmu?”


Tanpa menunggu jawaban Qiao Ling, segera Fei Chen menarik lembut tangan gadis tersebut dan membawanya masuk ke dalam Penginapan Bunga Cinta.


Penginapan Bunga Cinta merupakan sebuah penginapan yang dikelola oleh wanita kaya bernama Xiaomi. Untuk memasuki Penginapan Bunga Cinta, Fei Chen harus menjelaskan kepada pelayan mengenai hubungan keduanya.


“Tuan, walaupun kalian berdua sepasang kekasih. Kami tidak bisa menerima tamu yang tidak memiliki kartu tanda penduduk.” Pelayan penginapan menolak niat Fei Chen yang ingin menginap di Penginapan Bunga Cinta.


“Selain itu Tuan, dengan situasi saat ini kami bisa saja melaporkan anda sebagai penyusup. Untuk memasuki Ibukota Yangdian harus memiliki kartu tanda penduduk. Siapa kalian berdua?” Pelayan tersebut menjadi curiga.


‘Aku tidak mendengar informasi tentang ini?’ Batin Fei Chen dan melihat sekitarnya. Suasana di penginapan cukup sepi dan tidak banyak orang yang menginap di penginapan tersebut.


“Nyonya, maafkan kami.” Fei Chen menjelaskan bahwa dirinya masuk kedalam Ibukota Yangdian saat kekacauan terjadi. Penjelasan ini semakin membuat pelayan curiga.


“Cih, bodoh,” cibir Qiao Ling.


“Begini saja...” Tiba-tiba Qiao Ling memeluk tangan kanan Fei Chen dan menatap pelayan penginapan tajam.


“Kekasihku akan memberimu sejumlah uang. Jadi bisa izinkan kami berdua masuk?” Qiao Ling berkata dan meminta Fei Chen mengeluarkannya sejumlah uang.


Fei Chen mengeluarkan sejumlah uang sesuai arahan Qiao Ling. Namun saat pelayan di hadapannya hendak menerima uang pemberiannya, Fei Chen merasakan hawa keberadaan seseorang yang mendekat.


“Ada apa Shi‘er?” Seorang wanita dewasa datang dan berjalan mendekati sang pelayan gadis yang hendak menerima uang pemberian Fei Chen.


“Nyonya Xiaomi... Tuan ini tidak memiliki kartu tanda penduduk dan dia berniat menyogokku dengan uang ini.” Pelayan bernama Gu Shi tersebut menjelaskan dan mengambil sejumlah uang yang disodorkan Fei Chen.


Sementara itu wanita dewasa yang dipanggil Xiaomi menggelengkan kepalanya melihat tindakan Gu Shi.


“Lalu kenapa kau mengambil uangnya?” tanya Xiaomi heran.


“Hehehe...”


Fei Chen dan Qiao Ling saling berpandangan melihat sikap pelayan bernama Gu Shi dan wanita dewasa bernama Xiaomi. Keduanya terdiam lama sebelum Xiaomi bertanya kepada Fei Chen.


“Pemuda, sepertinya kau bukan berasal dari Yangdian bukan? Semenjak Yang Ergou berkuasa, tempat ini layaknya sangkar burung. Siapa sebenarnya dirimu? Bicaralah dengan jujur karena aku menyukai pria yang jujur.” Xiaomi mendekat dan memegang dagu Fei Chen sambil menatapnya tajam.


“Hei, apa yang kau lakukan? Kau menyentuh kekasihku!” Qiao Ling mendorong tubuh Xiaomi dan menatap sengit wanita dewasa yang seusia Qiao Mi.


“Gadis kecil, kekasihmu itu sangat tampan bahkan aku yang seorang janda tertarik padanya,” ujar Xiaomi kurang ajar membuat Qiao Ling memanas.


“Janda? Sebaiknya kau menjaga sikap dan tahu malu!” Qiao Ling memeluk lengah kanan Fei Chen lebih erat seolah memberitahu bahwa dia adalah kekasih pemuda tersebut.


Fei Chen tersenyum tipis dan berbisik lemah, “Sepertinya kau terlalu serius memainkan peranmu...”


Mendengar bisikan Fei Chen membuat wajah Qiao Ling memerah, “Kau!”


“Nyonya Xiaomi... Kau ingin mengetahui identitas ku bukan?” Fei Chen justru bertanya dan membuat suasana disekitarnya mencekam.


Cukup lama Xiaomi terdiam karena merasa aura aneh dari Fei Chen begitu juga dengan Gu Shi yang mengamati Fei Chen tajam.


“Ya, aku ingin mengetahui identitasmu.” Xiaomi membuka suara dan membuat Fei Chen tersenyum tipis.


“Nyonya, ada sesuatu yang harus kamu tidak ketahui didunia ini demi kebaikanmu. Saat kau mengetahuinya, kau tidak akan pernah kembali. Anggap saja kita tidak pernah bertemu. Kami berdua akan pergi.” Fei Chen sendiri tidak ingin berurusan dengan Xiaomi sehingga memilih pergi.


Namun tindakan dan ucapannya justru membuat Xiaomi tertarik padanya. Xiaomi menarik tangan Fei Chen dan tersenyum manis.


“Tunggu, kalian berdua bisa menginap disini,” ucap Xiaomi.


“Hah? Apa maksudmu?” Fei Chen terkejut begitu juga dengan Qiao Ling.


“Aku tertarik pada identitasmu, pemuda.” Xiaomi kembali berkata lalu menepuk pundak Gu Shi.


“Siapkan kamar untuk kedua pasangan ini Shi‘er,” perintah Xiaomi sebelum pergi menuju ruangannya.


Gu Shi membungkuk dan langsung menuntun Fei Chen bersama Qiao Ling menuju kamar teratas Penginapan Bunga Cinta. Keduanya mendapatkan kamar yang paling mewah dengan pemandangan indah menyejukkan mata.


“Ini kamar kalian. Jangan lupa karena semua ini kebaikan hati Nyonya Xiaomi.” Gu Shi dengan ketus meninggalkan Fei Chen dan Qiao Ling.


“Apa semua ini akan baik-baik saja?” tanya Qiao Ling.


“Ya, aku rasa kita akan baik-baik saja.” Fei Chen menjawab dan memeriksa kamar penginapan.


Qiao Ling masuk dan menutup pintu. Untuk pertama kalinya Qiao Ling satu ruangan dengan seorang lelaki terlebih sekarang keduanya sekamar.


“Saudari Qiao Ling, kekacauan sedang terjadi di Ibukota Yangdian. Aku ingin kau tetap berada disini dan aku akan menyelamatkan Senior Ju Ling Shui.”


Fei Chen menatap kearah jendela dan menajamkan matanya. Sekilas Fei Chen bisa merasakan aura tubuh Ju Ling Shui yang sudah berada di Istana Yang.


“Aku juga akan menyelamatkan-”


“Kau sangat keras kepala. Kali ini dengarkan aku. Aku mohon.” Fei Chen memotong perkataan Qiao Ling sebelum gadis itu menyelesaikan ucapannya.


“Baiklah, aku mengerti...” Lemah Qiao Ling menjawab sebelum berdiri disamping Fei Chen.


“Tetapi sebelum itu... Aku ingin kau melupakan semua yang terjadi diantara kita?” Qiao Ling mengingat dirinya yang mencium Fei Chen dan ingin pemuda itu menganggap semuanya tidak pernah terjadi.


“Melupakannya? Itu tidak mungkin. Kau tiba-tiba menciumku dan untungnya aku masih normal jika tidak saat itu aku mungkin akan melahapmu.” Fei Chen berkata dengan ekspresi tidak bercanda dan membuat Qiao Ling sebal.


“Kamu! Kamu benar-benar menyebalkan!” Qiao Ling memukul dada Fei Chen.


Fei Chen membiarkannya sebelum memegang tangannya dan mendekatkan wajahnya pada wajah gadis tersebut.


“Kau sangat berisik...” Kecupan lembut Fei Chen dibibir Qiao Ling membuat gadis itu membeku.


Mata Qiao Ling melebar saat Fei Chen memperdalam pagutannya dan melepaskannya cepat.


“Impas,” ucap Fei Chen dan membuat wajah Qiao Ling merah padam.