
PPFC 72 - Istana Naga Neraka Terdalam
Qiao Mi mendiskusikan masalah ini dengan delapan Tetua Istana Bunga Persik.
Nampak Xi Taohua dan Zhang Xue setuju dengan Qiao Mi untuk bergabung kedalam sekte yang akan dibentuk Fei Chen.
“Jika Saudari Xi dan Saudari Zhang setuju, maka aku akan mengikuti pilihan mereka.” Wanita yang seumuran dengan Xi Taohua dan Zhang Xue sependapat. Wanita ini bernama Ju Ling Shui.
Tetua yang lain juga sepemikiran dengan Ju Ling Shui, namun tidak dengan gadis berumur dua puluh dua tahun bernama Qiao Ling.
“Aku tidak setuju dan aku menentang keras. Bukankah sekte kita dilarang berhubungan dengan laki-laki?” Qiao Ling menatap Qiao Mi tajam.
“Walaupun dia adalah penyelamat kita semua, tetapi ini sama saja melanggar aturan sekte!”
Qiao Mi membisu mendengar penolakan adiknya. Perkataan Qiao Ling benar apa adanya. Ini keputusan yang sulit untuknya, namun kejadian ini ada hubungannya dengan Istana Bunga Persik.
“Lingling, kejadian ini ada hubungannya dengan Istana Bunga Persik. Saat diangkat menjadi Tetua Istana Bunga Persik karena dirimu memiliki Jiwa Persik Abadi, kau mengetahuinya bukan?” Qiao Mi membalas dan membuat Qiao Ling terdiam.
“Ini keputusanku sebagai Matriark Istana Bunga Persik. Demi menjaga keinginan leluhur, kita harus tetap hidup dan mati dalam keadaan suci demi menjaga salah satu pusaka pembawa malapetaka.”
Ketegasan Qiao Mi membuat Qiao Ling terdiam tak bersuara.
“Kami dari Istana Bunga Persik bersedia bergabung dibawah nama sektemu, Junior Fei.” Qiao Mi berkata sambil menatap Fei Chen.
Fei Chen mengangguk lalu menatap pendekar yang lainnya. Pendekar dari sekte kecil hingga menengah bergabung begitu juga dengan penduduk biasa dan beberapa bangsawan yang tersisa.
“Aku mewakili seluruh leluhur Istana Harimau Api dan para saudaraku yang telah pergi. Mulai hari ini, aku Liang Cheng akan mengabdikan hidupku padamu, Chen‘er.” Liang Cheng sudah memutuskan sejak awal saat dirinya diselamatkan Fei Chen.
Tindakan Liang Cheng membuat pendekar dari sekte besar yang tersisa mengambil sikap.
“Aku Mo Cengfu dari Istana Pedang bersama seluruh pengikutku akan bergabung dengan kedalam sektemu, Saudara Fei.” Pria paruh baya memberi hormat kepada Fei Chen dan tersenyum ramah.
Tindakan Mo Cengfu membuat Zin Mo dari Golok Bulan dan Shu En dari Istana Sungai Kuning mengambil sikap. Keduanya juga sepemikiran dengan Mo Cengfu dan akan bergabung kedalam sekte yang akan dibuat Fei Chen.
“Aku Zin Mo dari Istana Golok Bulan akan bergabung denganmu, Saudara Fei.” Pria paruh baya bernama Zin Mo yang menjabat sebagai Tetua Istana Golok Bulan mengambil sikap. Zin Mo adalah satu-satunya pendekar berkedudukan tinggi di Istana Golok Bulan yang bertahan hidup.
“Istana Sungai Kuning juga bergabung.” Shu En dari Istana Sungai Kuning juga bergabung.
Kini semua orang yang bertahan hidup dari pembantaian massal menyetujui rencana Fei Chen.
“Chen‘er, apa kau sudah memiliki nama untuk sekte yang akan kita buat?” Liang Cheng mengajukan pertanyaan.
“Nama sekte ya? Aku belum pernah memikirkan ini sebelumnya.” Fei Chen justru kembali bertanya setelah menjawab.
“Apa disini ada yang memiliki ide sebuah nama untuk sekte yang akan kita buat?”
Chu Meilan tersenyum sumringah. Gadis kecil ini mengerti maksud tindakan Fei Chen setelah kenalan mendiang Ibunya dari keluarga Mu membisikkan sesuatu padanya.
“Meilan‘er, pemuda itu sebenarnya peduli terhadapmu, tidak, dia peduli terhadap kita semua. Aku rasa dia menolak dirimu menjadi murid karena dia tidak ingin kau mengotori tanganmu.” Wanita berumur empat puluh tahun yang menjadi korban selamat dari keluarga Mu itu bernama Mu Rong.
“Firasatku sebagai perempuan mengatakan itu.” Mu Rong menjawab asal dan Chu Meilan mempercayainya.
Chu Meilan berlari menuju Fei Chen sambil tersenyum lebar.
“Guru, aku memiliki nama untuk sekte yang akan kita buat.”
“Bagaimana dengan Sekte Mawar Biru?”
“Ditolak. Aku ingin nama yang terdengar ganas.” Fei Chen menolak seketika membuat Chu Meilan cemberut.
“Saudara Fei bagaiamana dengan Sekte Naga Besi? Sekte Langit Merah?”
“Tidak, lebih baik Sekte Beruang Madu!”
“Cukup!”
Qiao Mi tiba-tiba memotong perdebatan pemberian nama sekte yang dilakukan pendekar pria.
“Junior Fei, bagaimana dengan Istana Naga Api?”
Fei Chen menaikan alisnya, “Istana Naga Api? Tidak buruk juga...”
“Baiklah, aku akan memberikan nama pada sekte yang kubentuk ini dengan nama Istana Naga Neraka Terdalam.”
“Hmmm? Kenapa menjadi Istana Naga Neraka Terdalam? Bukankah lebih bagus Istana Naga Api?!” Qiao Mi nampak kesal karena Fei Chen memutuskan nama yang tidak dia cetuskan.
“Istana Naga Api sudah bagus, tetapi Istana Naga Neraka Terdalam lebih bagus.” Fei Chen menjawab dan heran karena Qiao Mi terlihat lebih melunak setelah kembali dari Lembah Binatang Buas.
“Istana Naga Neraka Terdalam... Nama yang panjang, aku setuju dengan ini.” Liang Cheng mengelus jenggotnya sambil bergumam.
Fei Chen memalingkan wajahnya saat Qiao Mi mendekatinya dan mengoceh panjang lebar tidak terima dengan pemberian nama yang dilakukan olehnya.
Akhirnya Fei Chen menatap Qiao Mi tajam sebelum membisikkan sesuatu ditelinga wanita dewa itu.
“Senior Qiao, setelah ini temui aku di hutan yang berada dekat dengan tempat ini. Aku ingin kau datang sendiri. Ada hal yang sangat penting dan ingin ku bicarakan denganmu...”
Seketika Qiao Mi membisu dengan wajah merah padam. Dia mengangguk tanpa sadar bahkan saat Fei Chen menjauh darinya karena tidak ingin berdebat lama.
____
Terimakasih sudah mengikuti karya pertamaku sampai sejauh ini. Saran dan kritikan kalian aku terima bahkan cacian kalian semua tetap aku terima, tenang aku gak baperan, komentar pedas manis gurih-gurih asem cuma bikin aku senyum tipis aja.
Terimakasih untuk kesekian kalinya kepada kalian yang sudah memberikan dukungan berupa like dan vote poin kalau bisa tips koin sebagai bentuk dukungan penuh kalian kepada penulis agar semangat menulis ditengah kesibukan kerja dan rilis banyak chapter di setiap ARC-nya. Jangan lupa jadikan Perjalanan Pedang Fei Chen sebagai novel favorit kalian dan follow(ikuti author agar tidak ketinggalan informasi mengenai update dan karya baru)
Hayo tebak Fei Chen sama Qiao Mi mau ngapain?