
PPFC 117 - Xuangang
OPENING ARC 5 - NAMAKU ADALAH FEI CHEN
[Liu Xianlin, Pewaris Terakhir Keluarga Liu, Umur 30 Tahun] [Sumber : Pinterest]
Selama empat tahun belakangan ini kekuasaan Ma Zhangsun di Kekaisaran Ma semakin mendominasi. Bisa dibilang tahun ini adalah saat terbesar bagi Ma Zhangsun untuk melakukan rencana penaklukan Kekaisaran Yin.
Dukungan kekuasaan terhadap Ma Zhangsun semakin kuat saat keluarga Xuan mengalami pergejolakan hebat dimana petinggi Aliran Pedang Iblis yang bernama Hen Dong berhasil mengadu domba Xuan Xu dengan Ayahnya selaku kepala keluarga.
Kebenaran yang dilakukan kepala keluarga Xuan sebelumnya membuat Xuan Xu melakukan pemberontakan dan membunuh Ayah kandungnya.
Hen Dong mengatakan kepada Xuan Xu jika kepala keluarga Xuan sebelumnya menjual Ibunya pada pendekar Aliran Pedang Iblis dan Ma Zhangsun.
Tentu saja setelah mengetahui hal itu Xuan Xu terbutakan akan amarah, namun semua itu hanyalah akal busuk Hen Dong.
Setelah menjalin kerjasama dengan Hen Dong, Xuan Xu mengira dirinya akan bisa mewujudkan impian terbesarnya yakni menikahi Hen Dong namun tujuannya tidak tercapai saat Hen Dong membunuhnya.
Setelah menghancurkan keluarga Xuan dengan adu domba, Hen Dong menguasai kediaman keluarga Xuan di Kota Xuangang.
Sementara disaat yang bersamaan Ma Zhangsun berhasil melakukan pembantaian terhadap keluarga Liu.
Kejadian selanjutnya adalah Ma Zhangsun yang berniat menjadikan Liu Xianlin sebagai selirnya. Dibalik kekejamannya Ma Zhangsun merasa frustasi karena tidak pernah membuat istrinya tersenyum bahagia.
Kecantikan Liu Xianlin berhasil membuat salah satu petinggi Aliran Pedang Iblis melakukan tindakan nekat dengan menculik Liu Xianlin ke Kota Xuangang. Petinggi Aliran Pedang Iblis yang bertindak demikian adalah Hen Dong.
Dan yang lebih parah Hen Dong menjadikan Ling Xiyao dan Ma Mingyan sebagai sandera agar Liu Xianlin mau menikah dengannya.
Liu Xianlin yang tidak mempunyai pilihan lain menerima tawaran Hen Dong. Setelah menikah keduanya tidak melakukan hubungan lebih lanjut karena Hen Dong kembali ke Ibukota Mafei menerima panggilan Pemimpin Aliran Pedang Iblis yang bernama Guan Ji Ma.
Liu Xianlin yang merasa putus asa sudah tidak peduli dengan apa yang terjadi pada dirinya kedepannya.
Setelah Hen Dong kembali, Liu Xianlin terkejut saat Hen Dong membawa sosok Xhin Li Wei yang merupakan Ibu dari Xuan Xu kedalam kamar pernikahan mereka.
“Apa yang ingin kau lakukan?” Liu Xianlin menatap jijik Hen Dong saat pria itu memeluk gemas Xhin Li Wei.
Hen Dong mencoba mencium bibir Xhin Li Wei namun wanita itu selalu menggelengkan kepalanya sehingga Hen Dong hanya menciunm leher dan memberikan tanda kepemilikan disana.
“Aku akan menunjukkan padamu bagaimana cara memuaskan seorang suami, Xian‘er.” Hen Dong melepas seluruh pakaiannya dan membuat Liu Xianlin memalingkan wajahnya.
Secara kasar pria itu mendorong tubuh Xhin Li Wei hingga terbaring diatas ranjang.
“Wei‘er, katakan padaku apakah milikku ini lebih besar dari milik suamimu?” Senyuman bangga terpancar dari wajah Hen Dong saat Xhin Li Wei menganggukkan kepalanya karena ketakutan.
“Bagus, kau cukup seperti biasanya jika ingin hidup lebih lama.”
Liu Xianlin gemetar ketakutan dan tidak berani membantu Xhin Li Wei apalagi menatap Hen Dong.
“Andai saja Permaisuri Ning Guang menjadi milikku maka lengkap sudah kebahagiaanku. Aku memiliki Xhin Li Wei, Liu Xianlin dan Ning Guang sebagai istriku. Apa perlu aku menunjukkan hal ini pada kedua gadis kecil itu karena dimasa depan mereka juga akan menjadi selirku.”
Hen Dong mendekati Xhin Li Wei sambil tertawa sedangkan Liu Xianlin semakin jijik mendengar ucapan Hen Dong.
‘Pria ini tidak waras...’
Hen Dong berdiri didepan ranjang dan hendak memegang kedua kaki Xhin Li Wei namun dia dikejutkan dengan sebuah aura pembunuh dari atas bangunan.
“Siapa itu?!” Hen Dong menoleh keatas dan menemukan atap bangunan terbelah menjadi dua serta sebuah pedang hitam legam yang dipenuhi api melesat kearahnya dengan kecepatan tinggi.
Naluri Hen Dong mencoba menghindar namun tetap saja pedang itu menancap tepat di kaki kanannya dan membuat pria itu menjerit.
“Jadi kau ingin mati bagaimana keparat?!”
Belum sempat Hen Dong menjawab pertanyaan dari pemuda yang tiba-tiba berada dihadapannya, kepalanya sudah terlepas dari badannya saat pemuda itu menarik pedangnya dan mengayunkan pedangnya.
Mata Liu Xianlin melebar melihat punggung pemuda itu dan suara yang tidak asing di telinganya.
[Xhin Li Wei, Umur 40 Tahun] [Sumber : Pinterest]