Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 158 - Tubuh Dewi Pedang


PPFC 158 - Tubuh Dewi Pedang



[Jia Li, Umur 19 Tahun, Dewi Pedang Giok] [Sumber : Pinterest]


Setelah Fei Chen berada didepannya, segera Jia Li memeluk erat tubuh pemuda tampan yang selama ini menghilang.


“Chenchen! Ini benar dirimu bukan? Aku sedang tidak bermimpi?!”


Jia Li memeluk erat tubuh Fei Chen seolah-olah tidak ingin melepaskannya. Butuh waktu lama bagi Jia Li untuk meredakan tangisannya.


“Chenchen... Tetua Hu dan Tian Zhou telah...” Jia Li ingin mengatakan banyak hal kepada Fei Chen.


“Aku mengerti Lili...” Fei Chen mengecup kening Jia Li dan memenangkan gadis itu.


“Keadaan separah itu sementara aku tidak ada. Aku sendiri memiliki banyak penyesalan, tetapi aku sadar bahwa aku tidak boleh berhenti di tengah jalan. Semua ini belum berakhir Lili...”


Jia Li merasa tenang dengan perlakuan hangat Fei Chen. Akhirnya keduanya duduk diatas baru berdampingan. Jia Li menceritakan kepada Fei Chen jika dirinya berlatih selama beberapa tahun didalam Gua Pedang.


“Gua ini sangat istimewa untukku Chenchen. Aku baru mengetahui jika diriku ini memiliki Tubuh Dewi Pedang. Mungkin kau tidak mempercayainya, tetapi aku telah mencapai Pendekar Suci Tahap Puncak.”


Jia Li memaksa untuk tersenyum dan banyak bercerita bahwa dirinya ingin membalaskan dendam kematian Fei Chen maupun menghancurkan Lentera Iblis Tunggal dan Sekte Seribu Pedang.


“Tetapi aku sadar akan kelemahanku sehingga aku memilih untuk bersembunyi dan melatih kemampuanku tetapi semakin aku berlatih, semakin aku merasa putus asa...”


Jia Li menyenderkan kepalanya ke bahu Fei Chen dan membuat pemuda itu tersenyum hangat.


“Lili, aku akan menceritakan semua tentang diriku padamu karena aku mempercayaimu. Kau istimewa bagiku. Dan aku selalu memikirkanmu...”


Fei Chen memegang tangan Jia Li dan menceritakan semua tentang dirinya kepada gadis tersebut. Awalnya Jia Li mengetahui mengapa alasan Fei Chen terobsesi akan dendam namun setelah mengetahui Kutukan Raja Neraka yang didalam tubuh Jia Li tentu itu membuat gadis itu syok.


Ekspresi Jia Li berubah-ubah bahkan ingin berhenti bernafas setelah mengetahui perjalanan Fei Chen setelah pemuda itu seharusnya terbunuh oleh Hung Shinji.


“Aku adalah Tuan Putri Jia dan kau telah memiliki istri?” Jia Li menatap Fei Chen lama sebelum menampar pemuda tersebut.


“Aku senang karena kau memiliki perasaan padaku tetapi kau mengabaikan istrimu yang bernama Su Xiulan dan lebih ingin memastikan keadaanku? Apa kau tidak pernah sekalipun memikirkan perasaannya?”


Jia Li merasa kasihan pada Su Xiulan namun reaksi Jia Li ini membuat Fei Chen terkejut. Fei Chen mengira Jia Li akan lebih marah dan cemburu tetapi reaksi gadis itu seolah-olah mengizinkan dirinya untuk memiliki banyak istri.


“Chenchen...”


Fei Chen merasakan debaran jantung yang hebat melihat tatapan mata Jia Li. Pemuda itu memeluk tubuh Jia Li begitu juga dengan sebaliknya.


“Chenchen, itu adalah ciuman pertamaku. Apapun jalan yang kau pilih, aku akan mendukungmu. Bisa jelaskan padaku tujuanmu sekarang ini?” Jia Li bertanya pada Fei Chen karena merasa pemuda itu akan memulai pertarungan dengan Raja Iblis Buas Gao Lu Ma ataupun Raja Naga Iblis Sun Yelong.


“Tujuanku adalah...” Fei Chen memberitahu Jia Li jika dirinya telah menerima takdirnya sebagai salah satu pemilik kekuatan Sembilan Kekacauan Surgawi dan dia berniat memperkuat sekte yang dia buat yakni Istana Naga Neraka Terdalam.


“Lili, apa kau menyadarinya?” Fei Chen bertanya saat merasakan sebuah aura pekat dari cahaya berwarna putih.


“Menyadari apa?”


Fei Chen menghela nafas panjang saat melihat Jia Li tidak mengetahui jika cahaya berwarna putih tersebut merupakan kepingan ingatan Roh Dewi Pedang.


“Jika benar ini adalah Gua Pedang yang bersejarah maka sudah pasti, cahaya itu adalah Pusaka Dewa semacam kitab. Coba alirkan aura kedalam telapak tanganmu dan kau genggam cahaya itu.” Fei Chen menunjuk cahaya berwarna putih yang berada di ujung gua.


Jia Li mengangguk dan mengikuti instruksi Fei Chen sebelum akhirnya dia menggenggam cahaya berwarna putih tersebut.


Apa yang terjadi setelahnya adalah teriakan histeris Jia Li selama beberapa menit sebelum akhirnya gadis itu kembali tenang.


“Chenchen... Serpihan ingatan Kitab Dewi Pedang muncul didalam kepalaku dan ternyata aku memiliki kondisi tubuh suci...”


Fei Chen mengangkat alisnya, “Hah?”


“Badan Perawan Suci...”


Fei Chen melihat ekspresi malu Jia Li sebelum akhirnya gadis itu menjelaskan kepada Fei Chen jika pemilik tubuh Badan Perawan Suci merupakan ladang melakukan terobosan untuk pria yang mendapatkan keperawanannya.


Mendengar itu Fei Chen tersedak, “Lili, aku paham. Aku juga mendapatkan gambaran tentang ingatan Raja Neraka dan Dewa Naga. Kita bisa membicarakan ini pelan-pelan...”


Jia Li hanya mengangguk dan tersenyum karena melihat ekspresi malu Fei Chen.


[



[Qie Shie, Umur 39 Tahun] [Sumber : Pinterest]