Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 344 - Fei Chen Dimata Ichiba


PPFC 344 - Fei Chen Dimata Ichiba


Petugas keamanan Kota Hinogawa yang diisi oleh shinobi dan samurai Organisasi Sakura Darah terkejut melihat kedatangan Onigari dan Ichiba.


“Oni... Onigari!”


“Apa tujuanmu kemari Onigari?”


Sekitar lima penjaga gerbang dan dua puluh petugas keamanan menjaga jarak dari sosok Onigari yang tidak lain adalah Fei Chen.


“Onigari ya? Aku rasa diriku mulai menyukai nama itu. Kedatanganku kemari untuk membunuh kalian.” Fei Chen tersenyum sinis dari balik topengnya sebelum mengeluarkan Pedang Sembilan Petir dari telapak tangannya.


“Hati-hati, dia adalah orang yang membunuh Tuan Budou!” Salah satu petugas keamanan memperingati yang lainnya.


“Cepat beritahu Tuan Hadetaka!” sahut penjaga gerbang.


Tentu saja Fei Chen tidak akan membiarkan hal itu terjadi, Fei Chen menatap Ichiba untuk sesaat sebelum berkata, “Nyonya, tetap disini dan jangan kemana-mana. Jika takut pejamkan matamu, karena yang akan kau lihat ada sebuah pembunuhan.”


Setelah berkata demikian Fei Chen menghilang dari pandangan Ichiba bahkan sebelum wanita itu menjawab. Ichiba melihat bagaimana Fei Chen sudah berada ditengah para penjaga keamanan dan menyerang mereka dengan brutal.


‘Anak ini! Dia benar-benar sadis!’ Ichiba menjerit dalam hati dan memejamkan matanya saat melihat bagaimana Fei Chen dan para petugas keamanan Kota Hinogawa melakukan pertukaran serangan.


Fei Chen tidak membutuhkan waktu lama untuk menghabisi kedua puluh petugas keamanan Kota Hinogawa. Perlawanan singkat dari para petugas keamanan Kota Hinogawa membuat para penjaga gerbang bernasib sama.


Para penduduk kota yang melihat kejadian ini langsung masuk kedalam rumah mereka. Fei Chen memperhatikan sekitarnya dan dia mengetahui bahwa orang-orang ketakutan melihat dirinya.


‘Apa Nyonya Ichiba juga seperti mereka-’ Fei Chen berkata dalam hati dan menoleh kebelakang. Dia menemukan Ichiba yang memejamkan matanya.


‘Ah, rupanya dia juga ketakutan.’ Fei Chen menghela nafas panjang. Dia menyadari bahwa dirinya telah membuat Ichiba ketakutan.


“Nyonya, bukalah matamu. Sudah selesai.” Fei Chen berkata sambil membakar tubuh para petugas keamanan Kota Hinogawa dan penjaga gerbang menggunakan api hitam.


Ichiba membuka matanya dan menemukan api hitam yang membakar tubuh penjaga keamanan Kota Hinogawa dan penjaga gerbang terbakar hingga habis.


“Apa kau tidak memiliki belas kasih sedikitpun?!” Ichiba menegur Fei Chen.


Fei Chen tertawa pelan, “Belas kasih? Nyonya jangan bercanda. Setelah kehilangan orang tuaku dan segalanya, aku melihat para pembunuh itu tidak memiliki belas kasih. Begitu juga saat aku kehilangan satu demi satu orang terdekatku. Bahkan kematian Hirataka juga sama karena musuhku tidak memiliki belas kasih.”


“Nyonya, maaf sepertinya aku menakutimu. Setelah aku menemukan tempat yang aman untukmu, maka kau bebas. Kau bisa menjauh dari bocah ini. Bocah sadis yang tidak memiliki belas kasih.” Fei Chen menambahkan.


Lalu Fei Chen berjalan menuju tengah kota atau lebih tepatnya menuju kediaman penguasa Kota Hinogawa. Ichiba pun mengejar Fei Chen dan hendak meminta maaf namun ucapannya tak tersampaikan karena Ichiba menyadari dirinya telah mengatakan sesuatu yang membuat Fei Chen seolah-olah terlihat menjauh darinya.


“Bocah, aku tidak bermaksud menyinggungmu. Apa kau marah padaku?” Ichiba berhasil mengejar Fei Chen dan memegang tangan pemuda tersebut.


“Jangan diam saja! Aku ini lebih tua darimu!” tegur Ichiba.


Fei Chen pun berhenti, “Nyonya, aku sama sekali tidak marah padamu. Hanya saja aku bingung harus bersikap seperti apa padamu. Melihat dirimu bersamaku, perasaan bersalahku semakin menumpuk.”


“Aku berjanji akan menciptakan tempat untukmu bisa tersenyum dan tertawa kembali. Kau berhak bahagia Nyonya Ichiba.” Fei Chen membalas genggaman tangan Ichiba dan melepaskannya secara perlahan saat dirinya dikepung puluhan samurai Organisasi Sakura Darah.


“Bocah, kau... Tidak Fei Chen, kau tidak seharusnya merasa bersalah. Semua yang terjadi padaku tidak ada sangkut pautnya denganmu. Jadi kau tidak perlu-”


“Jangan pernah mengatakan itu padaku Nyonya. Tidak ada sangkut pautnya denganku? Tolong jangan katakan itu kembali.” Fei Chen memotong ucapan Ichiba lalu memeluk tubuh Ichiba saat sebuah serangan mengarah pada mereka berdua.


“Hahahaha! Itu adalah Ichiba! Aku tidak menyangka wanita ini terlibat dengan Onigari!”


“Onigari! Kedatangmu kemari hanya akan membuat wanita itu menderita! Lebih baik kau serahkan dia pada kami!”


“Ya benar sekali! Kami akan merawat wanita itu!”


Mendengar ejekan para samurai Organisasi Sakura Darah membuat Ichiba memeluk tubuh Fei Chen erat. Ichiba mengingat penderitaannya dan Fei Chen yang mengetahui hal itu langsung menciptakan seratus pedang tak kasat mata menggunakan Hawa Iblis Sejati.


“Tenang Nyonya. Mereka tidak akan pernah bisa melukaimu lagi.” Fei Chen tersenyum ramah dari balik topengnya dan membalas pelukan Ichiba erat.


Lalu Fei Chen menyuruh Ichiba untuk membuka matanya setelah dirinya membakar tubuh para samurai Organisasi Sakura Darah menggunakan api hitam.


“Nyonya, sepertinya kita kedatangan tamu lebih banyak. Pejamkan matamu karena bocah ini akan melakukan pembantaian yang tidak kau sukai.” Fei Chen berkata pada Ichiba yang mengendorkan pelukannya.


“Hati-hati Fei Chen...” Ichiba menatap Fei Chen khawatir dan itu membuat Fei Chen reflek mengelus kepala Ichiba lembut.


“Seharusnya kau bukan khawatir padaku, tetapi pada mereka yang telah menjadi musuhku.” Terlihat Fei Chen menggelengkan kepalanya sebelum memejamkan matanya saat mengetahui banyaknya samurai Organisasi Sakura Darah yang dibawa oleh Hadetaka.