Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 257 - Guncangan Buas Langit


PPFC 257 - Guncangan Buas Langit


‘Tidak mungkin! Aku Qi Che sang Raja Iblis Buas tersegel dibatu ini?!’ Tidak pernah Qi Che sangka dalam mimpi terburuknya sekalipun dirinya akan dikalahkan Fei Chen.


‘Raja Neraka! Aku akan memastikan kau akan mati ditanganku! Tunggu pembalasanku!’ Qi Che mengatakan sumpah serapah sebelum akhirnya tersegel sepenuhnya.


Fei Chen sendiri tidak menyangka dapat menyegel Qi Che yang merupakan Raja Iblis Buas. Menurutnya pertarungan keduanya akan memakan waktu lebih lama, namun ternyata lebih cepat dari yang dia perkirakan.


Walaupun berhasil menyegel Qi Che sang Raja Iblis Buas, Fei Chen tidak merasa puas karena menurutnya kemampuan Qi Che sangat jauh dibawah Sun Yelong.


Walaupun Qi Che dan Sun Yelong sama-sama menyandang gelar Raja Iblis Agung namun tetap saja perbedaan keduanya sangat besar. Terlebih Fei Chen memikirkan perkataan Kucing Manis tentang sosok Raja Naga Iblis yang sesungguhnya.


Fei Chen mengambil kesimpulan jika kasus Sun Yelong sama seperti Qi Che karena sosok Gao Lu Ma dan Fei Chen akan mencari tahu jawabannya sendiri di Kekaisaran Kai.


Setelah menyegel Qi Che, Fei Chen berniat memindahkan, menghancurkan ataupun menyimpan Batu Raja Iblis Buas kedalam Ruang Raja, namun semua itu tidak bisa dilakukan.


Cukup lama Fei Chen mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, dia mendapatkan jawabannya dari ingatan Dewa Naga dikepalanya dan akhirnya Fei Chen berniat melakukan formasi penyegelan lebih kuat dari yang sebelumnya dia lakukan.


“Ini akan menjadi hal yang merepotkan jika segel ini terlepas. Raja Iblis Buas tersegel diatas langit Ibukota Jiayang dan ini merupakan pertaruhan yang besar.”


Fei Chen menghela nafas panjang dan mengeluarkan Pil Qi Bumi berjumlah sepuluh keping sebelum menelannya. Butuh waktu berjam-jam bagi Fei Chen untuk memulihkan diri hingga dirinya dapat melakukan penyegelan disekitar langit Ibukota Jiayang.


“Segel Terbenam!”


Fei Chen tengah selesai melakukan penyegelan dan bersiap untuk kembali ke Ibukota Jiayang. Apa yang dia lihat dibawah sana adalah pertarungan yang menurutnya sangat mengerikan karena sejuta Binatang Iblis mengamuk.


Tetapi rasa kekhawatiran tidak terpancar diwajah Fei Chen karena pemuda itu percaya akan kemampuan Jia Li dan Yin Jinxia, terlebih disana juga ada Qiao Mi yang membantu. Bukan mereka bertiga saja, dibawah sana juga ada Qiu Niu dan She Sue.


“Sejuta Binatang Iblis yang berkemampuan rendah... Tunggu, keparat itu?” Fei Chen telat menyadari kejanggalan dan tiba-tiba merasakan hawa membunuh yang sangat kuat dari atas ketinggian langit.


Sesuai yang Fei Chen takutkan, ternyata Qi Che menggunakan kemampuan Guncangan Buas sebanyak dua kali. Pertama Qi Che menggunakan Guncangan Buas untuk mengalir rencana sesungguhnya.


Kedua Qi Che menggunakan Guncangan Buas pada seribu Binatang Iblis Tahap Langit. Terlihat di udara ada Raja Elang Petir dan Raja Elang Api.


“Sial! Keparat itu berniat menghancurkan seluruh Ibukota Jiayang!” Fei Chen mengumpat karena telah tersegel sekalipun, Qi Che memberikan ancaman mengerikan.


“Seni Nafas Raja Neraka...”


Tarikan nafas panjang tengah dilakukan Fei Chen sebelum melepaskan aura pembunuh dalam jumlah besar agar seribu Raja Elang Petir dan Raja Elang Api fokus terhadap dirinya.


Wusssh!!!


‘Aku tidak bisa membiarkan burung-burung sialan ini mengacaukan pertarungan mereka! Cih, mereka semua benar-benar berisik dan keras kepala! Sungguh kicauan yang membuatku kesal!’ Fei Chen mengumpat dan melepaskan energi pedang berjumlah besar.


Lalu dengan permainan pedangnya yang lincah Fei Chen berhasil memotong paruh puluhan Raja Elang Petir. Tepat setelah Fei Chen melancarkan serangan intimidasi, kini giliran Raja Elang Api menyemburkan bola-bola api yang meledak di udara setiap berjarak singkat dengannya.


‘Burung sialan ini!’ Melihat ratusan bola-bola api berterbangan kearahnya, Fei Chen langsung mengayunkan pedangnya menyambut setiap serangan yang datang dari berbagai arah.


Menyadari betapa terkuras energinya sekarang ini, Fei Chen memilih menggunakan seluruh kemampuannya untuk memusnahkan seribu Raja Elang Petir dan Raja Elang Api dalam waktu yang bersamaan.


Saat dalam keadaan terpojok Fei Chen memusatkan Qi bersamaan dengan energi pedang pada bilah Pedang Raja Neraka yang berwarna hitam legam, lalu melepaskan satu tebasan yang membunuh seribu Raja Elang Petir dan Raja Elang Api dalam sekejap.


“Naga Neraka Terdalam!”


Setelah berhasil menghentikan Guncangan Buas diatas langit, Fei Chen benar-benar kehabisan tenaga saat melihat seribu permata berjatuhan kebawah. Permata itu merupakan Permata Iblis dari Raja Elang Petir dan Raja Elang Api.


Seperti sebelumnya, Qi Che juga sudah memberikan sesuatu pada seribu Raja Elang Petir dan Raja Elang Api. Seribu Permata Iblis yang berjatuhan dipenuhi energi mematikan.


“Cih! Keparat itu!” Fei Chen menjentikkan jarinya dan memanggil Phoenix Es yang bernama Fengxue.


“Ada apa Tuanku? Kau terlihat sangat berantakan?” Fengxue memperhatikan tubuh Fei Chen yang berlumuran darah dengan jumlah Qi Che yang menipis.


Fei Chen menatap tajam Fengxue yang terbang melayang dihadapannya.


“Tidak usah banyak bertanya. Kau cukup bekukan Permata Iblis yang jatuh kebawah Ibukota Jiayang itu! Atau sesuatu yang buruk akan terjadi!” Fei Chen memberikan perintah dan segera Fengxue melaksanakannya.


‘Apa Tuanku baru saja melakukan pertarungan dengan salah satu Raja Iblis Buas? Aura dilangit ini dipenuhi aura miliknya dan aura...’ Fengxue membatin dan merasakan aura yang tidak asing.


“Aku mengingatnya. Tetapi aku tidak menyangka Tuanku dapat menyegel Raja Iblis Buas itu!” ucap Fengxue sebelum mengepakkan sayapnya dan menciptakan hembusan es.


Angin yang berhembus menerpa seribu Permata Iblis dan dalam sekejap seribu Permata Iblis membeku seluruhnya.


“Tuanku, aku telah selesai melakukan tugas!” ujar Fengxue dan kembali mengepakkan sayapnya sehingga Permata Iblis yang membeku berubah menjadi salju indah yang berjatuhan diatas langit Ibukota Jiayang.


“Kerja bagus, Fengxue. Sekarang bawa aku bawah,” ucap Fei Chen.


“Baik, Tuanku. Silahkan naik.” Fengxue menjawab.


Lalu keduanya turun menuju Ibukota Jiayang tepatnya luar gerbang kota yang dilanda kekacauan Binatang Iblis.